Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Dimulai nya pembersihan


__ADS_3

Sore harinya


Xhuhan dan Qingzhu keluar meninggalkan penginapan guna melanjutkan perjalanan nya ke sakte teratai hitam, dengan menggunakan kekuatan mereka berdua , tidak membutuhkan waktu lama untuk merek berdua sampai di tempat tujuan


Menjalang malam, Xhuhan dan Qingzhu sudah sampai di depan bangunan yang sangat megah dan terkesan menyeramkan, karena dari dalam terpancar aura kegelapan yang lumayan pekat , sesuai dengan namanya yang merupakan sakte aliran hitam yang menggunakan metode terlarang dalam kultivasi nya


Perlahan Xhuhan dan Qingzhu melayang turun di depan gerbang sakte tersebut, dengan pakaian serba hitam , keduanya perlahan melangkah mendekati gerbang Tersebut


"Siapa kamu.?"tanya salah satu penjaga gerbang di sana


Tanpa menjawab Xhuhan langsung menggunakan langkah bayangan pembunuh untuk mengeksekusi mereka semua dalam sekali serang


Zhep....


Hanya kelebatan bayangan hitam yang terlihat oleh mata penjaga gerbang tersebut , tapi seteleh itu , tubuh mereka terbelah menjadi dua tanpa tau siapa yang telah membunuh mereka


Seteleh membunuh penjaga gerbang, Xhuhan mengangkat tangan nya ke langit dan


Tiba Tiba langit bergemuruh , awan awan hitam mulai berkumpul di atas sakte tersebut , dari awan itu muncul kepala naga yang merupakan jurus yang di keluarkan Xhuhan menggunakan elemen petir dan elemen kegelapan nya


"Naga petir Pembantai"


Groaaaarrr.....


Raungan memekikan telinga mengguncang tempat itu kemudian


Booommm....


Ledakan hebat menghancurkan bangunan banguna yang ada di sana , seteleh naga petir berselimut kegelapan itu meluncur ke arah sakte teratai hitam


Banyak banguna yang hancur dan porak poranda akibat serangan itu، tiba tiba


Wush....wush..... wush.....


Patriak Fu Chen dan para tetua sekte muncul di hadapan Xhuhan.


"Anak muda , kenapa kau menyerang sakte ku.?"bentak patriak Fu Chen


Bukannya menjawab , Xhuhan justru menatap wajah patriak Fu Chen , dan mengarahkan aura membunuh yang sangat pekat ke padanya،

__ADS_1


Blusssh....


Tekanan mengerikan terpancar dari tubuh Xhuhan , yang membuat patriak dan yang lainnya mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menjaga tubuhnya agar tidak terluka,


"Apakah sekarang kau sudah mengingat kami berdua pak tua.?"ucap Xhuhan pada patriak Fu Chen yang saat ini berlutut di tanah bersama para tetua sakte yang datang bersama nya


Qingzhu saat ini mendekat ke arah xhuhan dan berdiri sejajar di samping nya, mereka berdua kemudian melepas topengnya , memperlihatkan wajahnya seperti pertama kali mereka membuat keributan di wilayah ini


Yang membuat patriak Fu Chen dan para tetua itu berusaha mengingat siapa kedua orang di depannya ini,


"Patriak، kedua orang itu adalah pasangan yang hampir membuat yang mulia dewa bumi dan dewa petir berperang"ucap salah satu tetua yang pertama kali mengenali kedua orang di depan nya itu


Patriak Fu Chen tentu saja terkejut dengan informasi itu, bagaimana mungkin pasangan yang kelihatan masih muda itu mempunyai kekuatan semengerikan ini , bahkan dirinya yang mempunyai teknik terlarang yang bisa meningkatkan kekuatan nya menjadi 5 🌟 di atasnya saja masih bisa di tekan,


"Jadi kau adalah pasangan yang menjadi buronan beberapa bulan ini"ucap patraik Fu Chen sambil memegangi dadanya yang sesak akibat tekanan yang xhuhan berikan


"Begitulah, kedatangan ku ke tempat ini ,untuk meratakan tempat ini , apakah kamu keberatan.?"tanya Xhuhan sambil tersenyum ke arah patriak Fu Chen , yang masih dalam ke adaan berlutut


Patriak Fu Chen dan tetua yang ada disana langsung gemetar tubuhnya, bagaiman tidak ,dengan Auranya saja mereka sudah di buat begini, sudah tidak ada lagi harapan untuk mereka dan juga sakte yang terlah dirinya bangun ribuan tahun ini, mereka hanya merutuki Kemalang an yang sedang menimpa mereka saat ini,


"Kenapa kalian diam, aku anggap kalian setuju, baiklah aku akan membiarkan kalian menyaksikan akhir dari sakte kebanggaan kalian ini" setelah itu Xhuhan memanaggil Beberapa naga petir pembantai seperti sebelumnya, Tapi kali ini jumlahnya ada tiga,


Raungan memekakkan telinga sekali lagi terdengar di tempat itu dimana tiga naga petir dengan aura kematian pekat maraung di atas sakte itu


Patriak dan para tetua yang melihat itu hanya bisa pasrah, sebab tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini,


Booommm... Booommm..... Booooommmm


Terjadi tiga kali ledakan saat ketiga naga petir Pembantai itu melesat turun menghancurkan bangunan sakte beserta para penghuni nya,


Terpaan angin dan tekanan yang sangat mengerikan menyapu sejauh beberapa kilo meter dari pusat ledakan,


Untung Xhuhan mengantisipasi dengan membuat Aray di sekeliling nya,


Lima menit kemudian keadaannya disana benar benar sunyi, dengan keadaan sakte yang sudah tidak di kenali lagi, dimana tempat itu sekarang hanya menyisakan tiga kawah besar sisa dari ledakan ketiga naga petir tersebut


"Bagaimana paktua , apakah kamu suka pertunjukan yang aku berikan barusan.?"tanya Xhuhan melihat ke arah patriak Fu Chen dan para tetua yang bersama nya


"Bunuh aku , tidak ada gunanya lagi aku hidup , sementara sakte yang telah aku bangun susah payah sudah tidak ada"ucap patriak Fu Chen dengan tatapan putus asa

__ADS_1


Melihat lawannya Tidak mempunyai semangat hidup lagi, Xhuhan langsung memenggal patriak Fu Chen dan para tetua yang ada di sana, kemudian meletakkan semua kepala mereka di tepi kawah yang dulunya tempat sakte teratai hitam berada,


Tak lupa juga Xhuhan menuliskan sesuatu di kain putih yang di letakkan di dekat kepala patriak Fu Chen,


Dimana di kain itu bertuliskan kata "DEWA KEHANCURAN"


________________


____


Diwaktu yang bersama an dengan pemusnahan yang xhuhan lakukan di markas sakte teratai hitam


Di tempat dewa bumi , kini tengah berkumpul para petinggi istana di dalam ruangan pertemuan , seteleh mereka mendengar raungan memekikan teling dari arah sakte teratai hitam


"Apakah ada yang tau apa sebenarnya yang terjadi .?"tanya Dewa bumi pada mereka semua


"Mohon maaf yang mulia kami tidak tau, tapi yang jelas suara meengerikan itu berasal dari wilayah sakte teratai hitam"ucap salah satu petinggi istana


"Apa sebenarnya yang terjadi, apakah mungkin ada pertempuran di tempat itu"monolog dewa bumi dalam hatinya...


Taka lama setelah mereka berdiskusi


Kini terdengar lagi raungan naga disusul dengan tiga kali ledakan yang menngetarkan istana dewa bumi ..


semua orang yang ada di dalam istana itu dengan jelas bisa merasakan efek dari ledakan tersebut ,


meski jarak dari tempat ledakan cukup jauh, tapi efek dari ledakan tersebut masih amat terasa di sana


"ini, tidak mungkin, cepat cari tau apa sebenarnya yang terjadi, firasat ku mengatakan jika sesuatu yang buruk sedang terjadi di tempat ledakan tersebut"ucap dewa bumi menatap para petinggi istana yang ada di hadapan nya itu


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2