Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Melatih Qing Zhu


__ADS_3

Stelah pembicaraan di bawah pohon selesai kemudian Xhuhan membawa Qing Zhu ke Ruangan kultivasi untuk memulai latihannya, Karena Xhuhan berniat ingin menguatkan Tulang dan jiwa dari Qing Zhu terlebih dahulu sebelum dia menaikkan ranah kultivasi nya,


Qing Zhu kini sudah duduk di lantai di ruangan kultivasi tersebut sesuai arahan Xhuhan padanya,


"Baiklah Zhu'er kamu mulai sekarang akan Gege latih dengan keras bertahan lah , karena ini demi kebaikan mu juga tapi kamu jangan khawatir karena Gege akan selelu memantau mu dan menjaga mu, jadi kamu bisa fokus dalam latihanmu,"ucap xhuhsn dengan senyum yang membuat hati dan pikiran Qing Zhu melayang entah kemana dan kedua pipinya langsung memerah karena baru kali ini mendengar Xhuhan memanggilnya dengan sebutan se akrab itu,


"Ba baiklah Gege, Zhu'er akan bertahan agar tidak mengecewakan gege dan Zhu'er bisa membantu Gege nanti "ucap nya dengan gugup tapi di barengi dengan tekad yang kuat di hatinya karena dia sudah memutuskan akan membantu Xhuhan dalam ke adaan apapun mulai sekarang sebab itulah dia bersungguh sungguh dalam latihan kali ini,


Semntara Xhuhan yang mendengar ucapan Gadis cantik itu hanya tersenyum dan menggerakkan tangannya untuk membuat Ruangan itu menjadi berat karena dia telah menambahkan gravitasi menjadi sangat berat, akibatnya tubuh Qingzhu langsung jatuh tengkurap akibat tekanan gravitasi itu karena dia merasa seperti tertimpa beban ratusan ton di atas tubuhnya,


"Bertahanlah Zhu'er jangan bergerak dulu, biasakanlah dulu tubuhmu dengan tekanan ini jika sudah terbiasa nanti kamu boleh menggerakkan tubuhmu agar tidak melukai tubuhmu"ucap Xhuhan melalui telepati pada Qingzhu karena dia melihat Qing Zhu seperti ingin melawan tekanan itu, tapi tak berselang lama setelah mendengar suara orang yang dia kagumi dia mengikuti apa yang dikatakan orang itu di kepalanya dan menguatkan tekadnya untuk bertahan,


Sudah hampir seminggu Qingzhu dalam posisi itu tapi masih belum bisa menggerakkan tubuhnya dia hanya bertahan untuk membiasakan tubuhnya dengan keadaannya sekarang, barulah memasuki Minggu kedua dia sudah mulai bisa duduk dan mengerakkan anggota tubuhnya meski masih dalam keadaan duduk,


Di Minggu ketiga Qingzhu sudah mulai bisa berdiri dan dia mulai berjalan dengan lambat karena tekanan yang ia terima masih sangat kuat, barulah setelah mendekati Minggu ke empat dia sudah bisa berlari kesana kemari dan mulai melompat lompat ke udara


Xhuhan yang melihat itu hanya tersenyum dan menambahkan lagi gravitasinya untuk mengokohkan lagi tulang yang ada di tubuh Qing Zhu,


Sama seperti sebelumnya Qingzhu membiasakan diri dahulu sebelum akhirnya bisa bergerak bebas di Minggu kedua lebih cepat dari pertama kali dia menerima layihany gravitasi ini, mungkin karena tulangnya sudah kuat berbeda dari pertama kali dia sebelum mulai latihan ini,

__ADS_1


Dikira cukup Xhuhan langung masuk dan menghentikan rekanan di ruangan itu dan mengahmipiri Qing Zhu


"Sudah cukup untuk sekarang karena tulang kamu sudah kuat, kamu bisa kembali ke kamarmu untuk istirahat dan membersihkan diri karena besok aku akan melatih jiwamu"ucap Xhuhan


"Baik Han Gege"stelah gravitasi di hilangkan sekarang tubuhnya merasa ringan dan lebih bertenaga.


Lalu Xhuhan membawa dia kembali Agara dia bisa istirahat dan membersihkan tubuhnya,


"Baiklah untuk hari ini kamu istirahat yang cukup karena besok kamu akan menjalani latihan yang berat, dan kamu harus siap untuk itu"ucap Xhuhan sambil mengusap kepala gadis itu lalu dia pergi setelah mengucapkan beberapa kalimat untuk menyemangati gadis tersebut


Semntara Qing Zhu Kini mukanya telah memerah karena perlakuan Xhuhan tadi dia masih memegangi kepalanya yang baru di usap oleh Xhuhan, setelah cukup lama diam di depan pintu kamarnya dia langsung berlari karena merasa malu kalau sampai Xhuhan melihat kelakuan nya itu,


Beberapa saat kemudian Qingzhu sudah selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi dan dan kini sedang duduk di tempat tidurnya membayangkan kehidupannya yang sekarang dimana dis tidak menyangka bisa berada di tempat senyaman ini dengan orang yang sangat dia kagumi yaitu Xhuhan sang penolong nya,


Semntara tanpa sepengetahuan Qing Zhu ada seseorang yang berdiri di depan pintunya mendengar apa yang dis ucapkan tadi, ya dia adalah Xhuhan yang bermaksud mengajak Qingzhu untuk makan tetapi dia urungkan setelah mendengar ucapan Qingzhu dari luar , entah kenapa hatinya sangat sakit saat mengingat kisah wanita cantik itu dan Xhuhan juga tidak tau mengapa dia bisa begitu pada orang lain ,


Tapi dia hanya diam mendengarkan nya dari luar kamar Qing Zhu , stelah cukup lama tidak ada suara dari dalam kamar tersebut, Xhuhan memutuskan mengetuk pintu untuk mengajak Qing Zhu makan masakannya yang telah siap di ruang makan


Tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut hingga Xhuhan memutuskan untuk masuk melihat gadis tersebut, yang ternyata sudah terlelap di tempat tidurnya dengan senyum manis di bibirnya dan juga masih ada sisa sisa air mata di pipi gadis cantik itu, lalu xhuhan mendekati gadis itu dan mengelua kepala nya dengan lembut agar tidak membangun kan nya dan menghapus airmata di pipi gadis tersebut,

__ADS_1


"Kamu tenanglah mulai saat ini tidak akan ada lagi yang bisa menyakiti mu selagi aku di sisimu , karena mulai detik ini aku yang akan menjadi satu-satunya keluarga untukmu dan menjagamu dari mereka yang akan menyakitimu "ucap Xhuhan dengan lembut dan pergi meninggalkan gadis itu agar bisa istirahat,


Tapi yang tidak Xhuhan ketahui saat tadi dia mengelus kepala gadis itu , rupanya dia sudah terbangun dan pura pura tidur karena di mendengar ucapan Xhuhan yang mbuaf hatinya sangat bahagia karena Orang yang sangat dia kagumi akan menjaganya


dia bertekad akan bekerja keras mulai dari sekarang untuk bertambah kuat agar bisa berjalan di samping orang yang dia kagumi itu dan tidak menjadi beban untuknya,


"Terimakasih Gan Gege, aku sangat bahagia"lalu gadis itu tertidur blagi dengan wajah yang masih menampilkan senyum manisnya,


semntara Xhuhan sekarang lagi duduk di bawah pohon besar di taman sambil memejamkan matanya


karena dia mengingat kata kata ayahnya untuk membawakan menantu untuknya saat bertemu kembali nanti, membayangkan itu Xhuhan hanya tersenyum kecil karena dia juga tidak menyangka bahwa takdir nya akan begitu cepat bertemu dengan orang yang di beri tahu oleh kakek dan ayahnya dulu,


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2