Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Gagalnya Rencana


__ADS_3

Kini kedua pasukan dari kedua kubu tengah berhadapan , dalam posisi siap perang,


"Dewa bumi , dimana anakku.?"Tanya dewa petir dengan tatapan tajam


"Aku justru mencari anak sialan itu, kenapa aku tidak melihatnya disini.?"jawab dewa bumi


"Jangan membicarakan omong kosong di depanku, bukankah kau yang telah menangkap anakku.?"balas dewa petir sengit


"Ahahhaaa, dasar dewa petir bodoh, aku memang mau membunuh anak sialan itu , tapi dia berhasil kabur, entahlah aku juga tidak tau dimana dia sekarang" ucap dewa Bumi sekenanya, yang membuat emosi dewa petir meluap


'jadi Li Bo berhasil kabur, syukurlah setidaknya anakku baik baik saja' ucap dewa petir dalam hatinya


Seandainya dia tau jika anaknya sudah menjadi abu Karena sudah di bunuh oleh Xhuhan , entah apa reaksi yang akan di tunjukkan oleh dewa petir pada Xhuhan


"Hahaha jangan mimpi kau Fu shan sialan, apa kau pikir aku akan diam saja saat putraku kau tangkap hah, justru saat ini kau harus menjaga nyawamu baik baik , Karena kau akan segera berpisah dengan nyawamu,"ucap dewa petir


"Bagus , aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana bualan mu itu akan menyakitiku."jawab dewa bumi dengan santai


Kemudia mengangkat tangannya,


"SEEEERAAAAANGGG"


Kalau begitu hati hatilah karena saat ini kematian mu telah di takdirkan' monolog dewa petir


Stelah kedua dewa memimpin komando untuk memulai perang ,dua pasukan besar tersebut langsung pecah dalam pertempuran yang sangat besar


Tapi tak lama setelah kedua pasukan itu bentrok, muncul aura yang sangat besar menekan kedua pasukan tersebut, juga membuat kedua dewa yang tadinya sudah siap bertempur memalingkan wajahnya untuk melihat ke arah aura yang sangat kuat tersebut


"Hentikan kalian semua, berani beraninya kalian membuat kekacauan di depan mataku, sekarang kalian pilih, aku yang menghentikan perang ini atau kalian tarik kembali pasukan masig masing, karena jika sampai aku yang bertindak, aku akan membunuh kalian semua disini,"

__ADS_1


Suara itu menggema di seluruh penjuru Medan perang tersebut ,disertai aura Abadi 🌟 7 merembes keluar dari tubuhnya, semua pasukan yang ada di Medan pertempuran tersebut di buat bergidik ngeri merasakan aura penindasan yang sangat besar tersebut,


Tak lama berselang muncul retakan ruang dari kekosongan , yang mana dari retakan tersebut keluar sesosok pria tampan dengan jubah hijau berkibar karena di teros angin , dan juga adanya mahkota di kepalanya membuat wibawa orang tersebut semakin mendominasi,


Semua orang disana termasuk dewa bumi dan dewa petir menunduk dan berlutut bertumpu pada satu kaki


"Hormat kepada yang mulia"


"Sungguh sangat berani , apakah kalian sudah tidak menganggap keberadaan ku , atau memang kalian memnag sudah bosan hidup,"ucap orang tersebut yang tidak lain adalah Dewa elemen , yang merupakan pemimpin semua dewa


"Hamba minta maaf yang mulia, tapi..


"Tapi apa, apakah kalian bisa seenaknya bertingkah disini, apakah kau sudah tidak memandang keberadaan ku lagi."ucap dewa elemen dengan tatapan tajam memotong perkataan tersebut


"Kalian berdua memiliki gelar dewa dan menjadi pemimpin wilayah masing masing, tapi sikap kalian sungguh kekanak kanakan, aku tau kalian berdua sedang dalam keadaan tidak akur, apakah kalian tidak merasa aneh dengan keadaan ini,?" Tanya dewa elemen


Dewa Bumi dan dewa petir mengerutkan keningnya mencoba mencerna apa yang di katakan oleh dewa elemen sebelumnya,


Apa sebenarnya yang terjadi, apakah mereka benar benar telah di permainkan oleh seseorang...


"Maaf yang mulia, jika hamba lancang, bisakah yang mulia menjelaskan apa yang terjadi,"ucap dewa petir memberanikan diri untuk bertanya


Dewa elemen tidak menjawab pertanyaan dewa petir, dia hanya menggerakkan tangannya lalu memunculkan bola yang sama seperti sebelumnya yang ia gunakan untuk melihat apa yang terjadi antara dewa bumi dan dewa petir,


Dari bola tersebut menunjukkan dari awal mula munculnya peristiwa yang embimoa kedua kerajaan tersebut, Samapi puncaknya mereka berdua memutuskan untuk mengibarkan bendera perang yang hampir merenggut ribuan bahkan ratusan ribu pasukan masing masing kubu


Setelah menyaksikan rekaman peristiwa yang di tampilkan oleh bola tersebut, akhirnya mereka mengerti jika selama ini kedua kerajaan itu tengah di permainkan dan di adu domba oleh dua orang yang tidak mereka kenal، dan tentunya kejadian itu menimbulkan pertanyaan besar bagi kedua dewa tersebut, pasalnya mereka tidak merasa menyinggung kekuatan manapun , tapi kenapa ada pihak lain yang ingin menghancurkan mereka


"Sekarang kembalilah kalian ke kerajaan kalian masing masing, ambillah pelajaran dari peristiwa ini, jangan sampai melakukan hal bodoh lagi, atau aku akan benar benar akan membunuh kalian berdua dengan tanganku"perintah dewa elemen

__ADS_1


"Baik yang mulia" jawab mereka serempak


"Maaf yang mulai, bisakah yang mulia membantuku untuk menunjukkan dimana keberadaan anakku LiBO ?"ucap dewa petir karena kekhawatiran pada anaknya, dewa petir memberanikan diri untuk bertanya


"Dewa petir, kau tidak perlu mencari anakmu lagi, karena anakmu itu sudah di bunuh oleh kedua orang itu, karena aku sudah merasakan jika anakmu sudah tidak ada lagi di daratan dewa ini"ucap dewa Elemen , sebagai penguasa tunggal di daratan dewa ini, dewa elemen punya akses untuk melacak apapaun yang ada di bawah kekuasaan nya, tapi jika Xhuhan mau , dia bisa menyembunyikan apapun termasuk dari dewa elemen sekalipun


"Tidak mungkin, kenapa dia melakukan itu"ucap dewa petir dengan rasa sakit di hatinya mendengar jika anaknya telah mati


"Dewa petir ketahuilah, pemuda yang mebunuh anakmu itu bukanlah orang sembarang, apalagi dia berdua , kedua orang tersebut sangat berbahaya, bahkan mungkin lebih mengerikan dari kekuatan kalian berdua, meskipun kalian menyatukan kekuatan kalian"ucap dewa elemen menjelaskan, karena menurut pengamatan nya dua orang tersebut tidak biasa, terutama Xhuhan


"Perlu kau ingat, aku tidak akan melarang mu untuk balas dendam, tapi jika kau meremehkan kekuatan mereka berdua, bisa bisa kau akan menyusul anakmu itu "ucap dewa elemen mengingatkan


Setelah menjelaskan semuanya dewa elemen menghilang dari tempat itu, dan juga pasukan dewa bumi juga pergi dari sana kembali ke wilayahnya di barat,


"Yang mulia apa yang akan kita lakukan sekarang.?"tanya salah satu anggota petir hitam pada dewa petir


Dewa petir hanya menghela nafas berat kemudian berkata pada orang itu


"Untuk saat ini ,kita kembali dulu ke istana, dan mengenai dua orang itu, aku pasti akan membalas dendam atas kematian anakku,"ucap dewa petir kemudian Dea petir dan juga pasukan nya kembali ke istananya bersama semua pasukan nya


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2