
Setelah berpamitan dengan keluarganya yang da di benua timur tepatnya di pemakaman di pinggiran hutan hitam, kini Xhuhan dan Qingzhu sudah bersiap siap pergi menuju alam Dewa
"Baiklah sekarang kamu tunggu Gege di dalam dunia jiwa oke, Karsan Gege khawatir saat Gege membuka celah ruang akan ada bahaya buat kamu yang tidak memiliki elemen Ruang, Karena ini merupakan perjalanan yang jauh , bukan seperti perpindahan yang biasa Gege lakukan"ucap Xhuhan dengan lembut pada Qingzhu
"Baiklah Gege hati hati dan jangan lupa segera keluarkan Zhu'er jika sudah tiba di alam dewa"setelah itu Xhuhan membuka Dumai jiwanya dan membawa Qingzhu ke dalam
"Baiklah saatnya melihat alam dimana ayahku hidup dulu, dan sepeti apa rupa bajingan yang telah mengeroyok ayah dulu"
ucap Xhuhan setelah itu dia membuka celah ruang di atasnya dan mesuk kedalamnya
Xhuhan kini melayang di lorong dimensi ruang dan waktu yang sangat panjang ,bahkan Xhuhan tidak meilhat Diaman ujung dari lorong itu,
Setengah jam kemudian xhuhan akhir nya melihat di kejauhan setitik cahaya meskipun sangat kecil Xhuhan tau jika itu merupakan unjung dari lorong ini, dan Xhuhan juga sudah bosan berada di dalam lorong dimensi ruang dan waktu ini
Cahaya tersebut semakin lama semakin membesar ,kemunculan cahaya besar tersebut merupakan tanda jika tujuan Xhuhan sudah dekat dan benar saja di depannya Kini terdapat retakan ruang yang sangat besar , laku Xhuhan melompat dan keluar dari celah dimensi itu
Kini didepannya terdapat hamparan Padang rumput yang sangat luas tapi Xhuhan sedikit kaget karena menurutnya alam dewa akan sangat berbeda dengan benua langit atau alam rendah yang dulu pernah ia tinggali. Ternyata sama saja hany perbedaan Enegi alam yang lebih padat disini
Lalu swushh......
Muncullah Qingzu yang xhuhan keluarkan dari dunia jiwanya
"Apakah kita sudah berada di alam dewa Gege"Tanya Qingzhu pada xhuhan Karsan dia bisa merasakan energi yang wgitu besar berbeda jauh dari benua langit tempatnya tinggal dulu
__ADS_1
"Bentar Zhu'er ini adalah alam dewa , bisa kamu rasakan disini energi nya sangat pekat dan sangat berbeda dari benua langit dan daratan rendah, energi di sini lebih besar dan padat berbeda dengan alam rendah yang energinya sangat lembut yang cocok untuk semua kultivator tapi kalau disini energi nya tidak akan cocok bagi mereka yang ada di bawah tanah dewa surgawi Karena mereka akan terluka jika memaksa tinggal disini"ucap Xhuhan menjelaskan pada Qingzhu
"Jika seperti itu bukankah dari kisah ayah Gege banyak rakyat biasa disini, lalu bagaimana mereka menahan enegi besar ini bukannya mereka tidak memiliki Kultivasi.?" Tanya Qingzhu
"Kamu tidak salah Zhu'er tapi orang orang ini sedikit spesial Karsan mereka sudah ada di alam ini dari ribuan tahun yang lalu yang mabuat tubuh mereka sudah beradaptasi dengan energi yang melimpah disini, sedangkan untuk kultivator dari alam rendah meskipun mereka merupakan seorang pembudidaya mereka harus menyesuaikan tubuhnya dengan alam disini "ucap xhuhan
"Jadi seperti itu, jadi sekarang kita berdua dimana Gege.?"tanya Qingzhu
"Gege juga tidak tau Zhu'er , lebih baik kita terbang ke selatan dulu, siapa tahu kita menemukan orang untuk kita tanyakan dimana posisi kita saat ini"ucap Xhuhan pada Qingzhu
"Baiklah Gege"setelah itu Xhuhan dan Qingzhu terbang dengan kecepatan tinggi menuju selatan
Tapi sebelum itu xhuhan memberikan topeng putih pada Qingzhu dan juga dirinya memakai topeng kesukaannya yang berwarna hitam dengan corak petir di dahinya,
Tak lama mereka terbang di depan mereka terdengar suara dentingan senjata yang menunjukkan sedang ada pertarungan
"Omong kosong, apakah kalian tau kita ini siapa hah, apakah kalian tidak takut jika orang orang dari paviliun matahari tau jika kalian berusaha merampok kami"ucap pria paruh baya yang menjadi ketua di rombongan itu
"Hahahaha apakah kamu terlalu tua hingga begitu bodoh , siapa juga yang berani melawan orang orang dari paviliun matahari paktua, tapi sekarang berbeda kau dan rombonganmu bukan berada di kota melainkan di hutan, itu artinya jika kalian mati disini maka tidak akan ada yang tau jika kelompok kami yang membunuh kalian ahhahaa"para penyerang itu kini tertawa melihat kebodohan paktua itu,
"Brengsek ,jika begitu apakah kau menganggap orang tua ini akan meyerah pada kelompok bajingan seperti kalian, mimpi..."setalah itu pertempuran pecah anatra orang dari pavilun matahari dengan para perampok yang memaksin baju lambang kalajengking...
Dimana saat ini kelompok perampok tersebut lebih menang jumlah dan kekuatan di bandingkan dengan orang orang dari pavilun matahari,
__ADS_1
kini jumlah orang dari pavilun matahari makin lama makin sedikit hanya menyisahkan 5 orang saja dari jumlah awal 20 orang kini hanya tinggal seper empatnya saja, dimana yang tersisa merupakan paktua yang tadi berbicara dengan perampok sebelumnya dan para komandan dari pasukan pengawalan tersebut, kini mereka hanya pasrah akan kematian mereka ,Karena meilihat rekan rekan mereka di bantai habis di depannya, hingga...
Boommm....
terjadi ledakan di depan pasukan Pavilun matahari yang merupakan ledakan yang di timbulkan oleh serangan besar yang datang dari atas mereka , yang mengakibatkan guncangan yang sangat besar di hutan itu, yang membuat para perampok tersebut langsung mati ditempat tanpa tau siapa yang menyerangnya , dan membuat kelima orang dari pavilun matahari kaget pasalnya setelah ledakan selsai banyak mayat berserakan di tanah yang merupakan tubuh dari kelompok yang menyerang mereka , dan tidak menyisakan satupun yang hidup di antara mereka , kemudian muncul di depan mereka dua orang bertopeng yang menggunakan baju hitam dan putih, yang merupakan orang yang membuat ledakan tadi,
saat dalam perjalan Xhuhan dan Qingzhu mendenngar Suara pertarungan di depannya , laku Xhuhan membawa Qingzhu ke tempat itu untuk melihat apa yang terjadi,
sesampai nya disana xhuhan melihat dua kelompok yang sedang bentrok dan dari situ Xhuhan memutuskan membantu pihak paviliun matahari, Karsan Xhuhan merasakan hawa membunuh dari kelompok yang memakai pakaian hitam dengan logo kalajengking, itu menunjukkan jual netral adalah kelompok perampok yang mencegat rombongan itu ,
kembali ke MC
setelah kedatangan kedua orang bertopeng di depan mereka ,pak tua yang menjadi ketua dari mereka memutuskan untuk maju dan bertanya dengan hati hati apakah mereka yang menolong kelompoknya tadi
"maaf tuan pendekar, apakah kedua pendekar ini yang sudah membantu kami"tanya pak tua itu memberanikan diri..
.
.
.
.
__ADS_1
...
.Bersambung