
Satu hari berlalu begitu saja sekarang diadakan hutan Hitam terdapat dua orang berbeda umur sedang berbincang bincang dengan hangat di depan gua tempat mereka tinggal dimana orang itu merupakan pemuda tampan berusia 17 tahun namun memiliki paras dan perawakan seperti orang umur 20 tahunan dan sementara satunya lagi berumur seperti 30 tahunan dengan wajah yang juga tampan, sangat jauh sekali dari usia Asli nya , ya mereka adalah ayah dan anak Zen Xhuhan dan Zentian setelah selesai memakan makanan nya mereka lebih memilih ngobrol santai seperti biasanya,
"Han'er ada yang ingin ayah sampaikan sama kamu tapi kamu jangan sedih, dengerin dulu sampai ayah selesai menjelaskan baru kamu boleh bicara, apa kamu mengerti anakku,"dari tengah obrolan mereka tiba tiba Zentian berubah serius saat membicarakan hal ini dengan anaknya
"Baik ayah, tapi apa semua nya baik biak saja ayah.?" Tanya anak itu dengan perasaan khawatir karena dia melihat wajah ayahnya dipenuhi dengan kesedihan saat mengatakan hal barusan
"Dengarkan dulu apa yang akan ayah sampaikan nanti kamu jug akan tahu apa yang akan ayah bicarakan ini,"
lalu Zentian mulai bercerita kalau dia bisa berada disini karena melarikan diri dari Medan perang dulu dan yang menyebabkan dia bertahan di sini adalah karena dia mengalami luka dalam yang cukup serius di tubuhnya maka dari itu dia lebih memilih berdiam diri di tempatnya saat ini dan menunggu penerus nya untuk Zentian latih, dan berharap orang nanti yang akan meneruskan semua yang dia miliki dapat menjaga kedamaian dunia ini dan membalaskan apa yang ia terima kepada dewa dewa sialan itu, dan dia juga bercerita kalau penyakitnya setiap hari makin parah karena itu dia memilih menceritakan sama anaknya biar anaknya nanti tidak sedih jika hal hal yang buruk terjadi pada Zentian
"Kenapa Ayah baru bilang sekarang sama Han'er , ayah jangan tinggalkan Han'er, Han'er sayang sama ayah, " anak itu langsung menerjang tubuh ayahnya dan memeluknya dengan erat seraya menagis sejadi jadinya , karena dia tidak mau kejadian yang dulu terjang lagi dan dia tidak mau kehilangan orang yang dia sayangi lagi apalagi ayahnya yang sekarang
"Baiklah jangan menangis anakku, anak bercerita sama kamu supaya kamu tidak sedih tapai kenapa anak ayah malah cengeng begini, kalau kamu tidak mau ayah pergi kamu bisa bantu ayah dengan mempelajari kitab ini"Zentian hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya itu dan mengeluarkan kitab dari cincin penyimpanannya lalu di serahkan pada anaknya itu,
__ADS_1
"Kitab Energi Semesta, kitab apa ini ayah kenapa Han'er merasa ada yang familiar dengan kitab ini dan apa mungkin dengan Han'er mempelajari kitab ini ayah bisa sembuh dan tidak meninggalkan Han'er,?" Tanya anak itu yang kini mulai tenang dan mulai tersenyum karena kata ayahnya akan bisa sembuh dengan mempelajari ini, meski dia tidak mengerti kitab apa ini tapi dia semnagat setelah mendengar bahwa ini bisa membantu ayahnya
"Ini adalah kitab yang bisa mengubah Qi yang kita miliki menjadi energi semesta dan kenapa ayah bilang kalau ayah bisa sembuh dengan kamu mempelajari kitab ini, jawabannya adalah karena dengan Energi semesta ini kamu bisa mengobati oenyakit dalam ayah ini, karena energi ini sangat murni dan merupakan energi tertinggi di semesta ini, dan seharusnya kamu masih belum bisa mempelajari kitab ini sebelum mencapai tahap Abadi puncak, tapi dengan keistimewaan tubuhmu itu kamu bisa mempelajari nya sekarang," Zentian menjelaskan pelan pelan pada anaknya itu supaya anaknya bisa paham bagaimana cara mengubah Qi yang anaknya miliki menjadi energi semesta,
apakah Zentian tidak mempelajari nya.? Jawabannya tentu saja tidak lebih tepatnya karena dia Masih belum cukup Ranah Kultivasinya dulu untuk mempelajari ini, karena dia dulu baru memasuki Ranah Abadi Awal 🌟 1, sedangkan syarat untuk mengubah Qi jadi energi semesta adalah Abadi puncak atau Abadi 🌟 9. Di atas itu lebih baik. Sementara dulu Zentian sebelum mencapai kultivasi tersebut malah biserang oleh oleh dewa dewa yang memusuhinya dan seterusnya kalian tahu kemana Zentian setelah itu, -
-ENERGI SEMESTA
Energi ini adalah energi yang paling padat dan murni di alam semesta ini dimana energi ini di idam idamkan oleh seluruh kultivator termasuk juga para dewa, karena selain energi ini lebih murni dari pada Qi yang Zen Xhuhan miliki saat ini, keistimewaan lain dari energi semesta adalah karena kepadatan energinya ini seorang kultivator di tahap yang sama bisa melawan tiga tahap di atasnya dengan mudah dan bisa mengimbangi 10 kultivator dengan ranah kultivasi yang sama jika bertarung bahkan hanya sedikit usaha untuk membunuhnya, dengan kelebihan ini banyak para kultivator yang ingin memiliki eney semesta ini, meski ada syarat khusus yaitu batas kultivasi tertentu untuk mempelajari nya , dan satu lagi seperti yang Zentian sebutkan pada anaknya bahwa energi semesta ini bisa di jadikan energi penyembuh buat semua penyakit karena energi ini mengandung esensi langit dan bumi karena itulah dengan menyalurkan energi ini ketubuh seseorang yang terluka akan bisa menyembuhkan orang tersebut dengan cepat, dan Orang yang memiliki energi semesta Kultivasi nya tidak akan terdeteksi oleh siapapun meskipun orang itu lebih tinggi kultivasinya dari sang pemilik energi ini, dan akan memperlihatkan layaknya manusia biasa tanpa energi karena energi ini mengandung esensi langit dan bumi maka Qi yang biasanya di pancarkan oleh seorang kultivator tidak akan lagi terlihat kalau mempunyai energi semesta ini karena akan nyari dengan alam dan nenergi ini akan membaur dengan alam, karena itulah ini akan cocok dengan Zen Xhuhan yang katanya akan melanjutkan kisah ayahnya dulu untuk mengacau musuh musuhnya, karena dengan begini Zen Xhuhan akan terlihat layaknya orang normal tanpa kultivasi tapi tetap memancarkan wibawa layaknya raja dari tubuhnya, meski tanpa Qi lagi, karena energi nya sudah berbeda,
"Baiklah jadi kapan kamu akan memulai mempelajari kitab itu anakku.?" Tanya Zentian pada anaknya itu yang kini telah mulai tenang dan bahkan tampak ketegasan di mata anak itu bahwa dia akan bisa menguasai kitab itu untuk ayahnya
"Sekarang ayah, Han'er mau pamit mau mempelajari ini dan doain Han'er supaya cepat menguasai ini agar Han'er bisa segera menyembuhkan luka ayah," ank itu berbicara dengan semangat dan memeluk ayahnya sekali lagi
__ADS_1
"Baiklah , usahakan jangan terburu buru ayah masih bisa bertahan dengan luka ayah, kamu fokus saja dengan latihan kamu , ayah aka menunggu kamu disini" zentian mengelus kepala anaknya itu, setelah itu dia meninggal kan ayahnya supaya fokus dalam latihannya,
"Baiklah saat nya berlatih biar bisa cepat menyembuhkan ayah dan bisa segera berpetualang ke dunia luar," tampak di wajah anak itu senyum yang menandakan anak itu bersemangat dan ingin segera menyelesaikan blatihannya untuk menyembuhkan ayahnya dan memulai petualangan nya
' lalu dia masuk ke tempat bias Asia berlatih di dalam gua, sesampai di tempat itu Zen Xhuhan langsung mengontrak kitab itu setelah selesai baru dia mulai membaca dari halam pertama sampai seterusnya,
Dimana di katakan untuk mengubah Qi ke energi semesta harus bisa mengontrol Qi seseorang dan menyalurkan ke seluruh tubuhnya dan mengisi dan mengganti Qi yang ada di Meridian nya menjadi Qi semesta, dan harus dilakukan secara hstai hati dan pelan pelan karena salah sedikit justru Meridian nya akan hancur karena tidak bisa menerima tekana kuat dari energi semesta yang lebih padat dari Qi sebelumnya,
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..