
(Flash back on)
Setelah xhuhan meninggalkan tuan muda chunli dan para pengawal nya di depan penginapan dimana ia tadi memberikan pelajaran karena mau memukul pelayan wanita yang tidak mau tuan muda chunli tersebut,
Tak lama setelah itu datanglah para pengawal dan tetua dari klan Chun untuk menghajar orang yang katanya sedang bentrok dengan tuan mudanya, tapi alangkah terkejutnya mereka saat tiba disana sudah terlambat dimana para pengawal dan tuan muda chunli sudah tak sadarkan diri dengan kondisi yang sangat parah, meski tidak membahayakan nyawanya tapi itu adalah penghinaan bagi keluarga bangsawan seperti mereka itu,
"Bawa para pengawal yang pingsan itu, semebtar Tuan muda Chun Li biar saya sendiri yang akan membawanya ke Penginapan,"teriak penetua pada pelayan yang ada di sampingnya,
Tak sampai sepuluh menit kini mereka sudah tiba di penginapan tempat bangsawan Chun menginap, Diaman sekarang para penetua tengah diintrogasi oleh patriak chun Feng karena terlambat menolong anaknya
"Bagaiman kalian bisa terlambat, kalian begitu bodoh sampai membiarkan li'er dipukuli sampai tidak sadarkan diri , soal kalian mau mati hah.?"bentak patriak Chun Feng pada mereka yang tadi bertugas menolong chunli
"Maaf patriak, saat kami tiba disana keadaan nya sudah seperti itu, dan tidak ada tanda tanda dari orang yang memukul tuan muda ada di sekitar tempat itu, kemungkinan setalah melumpuhkan tuan muda orang itu langsung pergi"ucap salah satu dari mereka menjelaskan alasannya
"Aku tidak perduli apa alasan kalian yang aku tahu bahwa siapapun yang menyinggunc kita harus di habisi, kamu paham"ucap patriak Chun Feng dengan marah
"Ba baik patriak, apa patriak mau kami mencari dan membunuh orang itu sendiri, atau patriak menyuruh organisasi pembunuh yang terkenal di kota ini"ucap salah satu oentua memberi saran
"Baiklah kita bayar pembunuh bayaran saja untuk mengurus nya , karena aku tidak mau ada masalah sebelum pelelangan terjadi jika sampai orang yang akan kita gabisa merupakan dari klan jalan besar atau bahkan dari kerajaan lain,"setelah patriak menyelesaikan perintahnya para penerus itu membubarkan diri untuk menjalankan rencananya,
Penetua itu bergegas ketempat pembunuh bayaran itu berada untuk mengurus Xhuhan
Stelah cukup lama akhirnya mereka tiba di markas pembunuh bayaran tersebut, kemudian penetua itu menyerahkan kantong yang berisi koin emas untuk biaya operasi nya,
"Hahahahaa klan Chun apakah kalian begitu miskin sehingga membayar kami dengan segini, sedangkan Terget yang kalian ajukan mampu membuat Dewa jendral kalah dengan satu serangan, apakah kalian bercanda,"kata ketua pembunuh bayaran tersebut marah karena mereka menganggap klan Chun ingin bermain dengan kelompoknya
"Hahah tenang saja, patriak kamu sudah menyiapkan sesuatu yang tidak akan kalian bayangkan jika kalian bisa menyelesaikan tugas ini, dan ingat jangan sampai ada bukti,"ucap penetua tersebut lalu bergegas pergi dari sana
(Flash back off)
__ADS_1
Keesokan Harinya penginapan yang di tempati bangsawan Chun dari ibukota digemparkan oleh penemuan mayat dari anggota kelompok pembunuh bayaran yang paling terkenal di kota ini, banyak dari penghuni tempat itu bertanya tanya siapa yang begitu berani membunuh anggota pembunuh itu, dan hebatnya lagi tidak membakae mayatnya agar tidak ada bukti،
Tapi ini malah sebaliknya seakan akan pembunuh itu menantang organisasi tersebut dengan meletakkan mayat mereka disini, atau ada hal yang lain, mereka di buat bingung dengan kejadian ini
Semenatra di dalam penginapan yang paling mewah ,patriak Chun Feng kini sedang berkumpul dengan para penetua yang di berkumpul dengan penetua yang kemarin di berikan tugas untuk mebunuh Xhuhan ,
"Lalu ini kita benar benar terlalu meremehkan orang itu,"gumam patriak Chun Feng
"Dengarkan aku semuanya, cepat urus mayat di depan dan kuburkan mereka, agar tidak ada lagi keributan di tempat ini"ucap patriak Chun Feng memerintahkan orang orang yang ada di sana
"Baik patriak,"jawab semua orang serempak
Para pengawal langsung melaksanakan tugas yang diberikan patriak dengan cepat
Sementara di ruangan itu kini menyisakan patriak dan para tetua
"Maaf patriak , menurut saya sebaiknya kita jangan bergerak dulu untuk semntara karena takut menimbulkan kartibutan yang lebih besar dari ini , aku takut orang yang kita incar merupakan klan klan besar dari kerajaan lain, jadi kita tahan dulu sampai acara lelang ini selesai, setelah itu kita didkusy pada penetua yang ada di klan ibukota mengenai masalah ini"ucap salah satu penetua
"Baiklah mungkin untuk saat ini memang hanya itu yang bisa kita lakukan , tapi pastikan untuk tidak membiarkan pelaku itu hilang dari pandangan kalian , karena aku akan membuat dia tersiksa karena membuat li'er Samapi begitu,"ucap patriak sebelum meninggalkan ruangan itu
__________________
___
Sedangkan di tempat lain tepatnya di penginapan yang di tempati xhuhan kini terdapat pemuda yang masih terlelap di kamar tidurnya, seakan tidak peduli dengan desas desus penemuan mayat di penginapan mewah tersebut,
Tak lama kemudian Xhuhan perlahan membuka matanya dan mulai menggerakkan tubuhnya ,
"Hem, sudah pagi ternyata lebih baik aku membuat beberapa pil untuk di lelang nanti"setelah itu dia berjalan ke arah kaMar mandi untuk membersihkan tubuhnya,
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Xhuhan membuka gerbang dunia jiwanya lalu memasukinya
Whuss.....
Xhuhan muncul di depan kedua istana besar itu dan melangkah ke belakang bangunan besar itu karena dia merasakan ada seseorang yang kini sedang berlatih disana,
Sesampai nya disana xhuhan melihat gadis cantik tengah membaca kitab di tangannya sambil duduk bersandar kepada pohon besar di taman itu, tapi dia menoleh ke arah dimana seseorang pemuda tampan berjalan ke arah nya, tanpa aba aba gadis itu berlari menyambut pemuda itu dan memeluknya
"Gege, kapan tiba disini, kenapa Gege tidak menemui Zhu'er"ucap nya dengan masih memeluk pemuda itu karena dia mengira Xhuhan sudah lama tiba di dunia jiwa
"Baru saja Gege tiba, bagiamana latihanmu?"ucap xhuhan sambil melepas pelukannya dan mengajaknya duduk di bawah pohon tempat biasanya mereka ngobrol
"Untuk jurus jurus yang ada di kitab yang Gege berikan sudah aku kuasai, tapi untuk kitab segel alam masih belum sepenuhnya aku kuasai karena sangat sulit "ucapnya mengeluh agar pemuda itu menghiburnya
"Tidak apa apa itu sudah bagus, dengan menguasai kitab jurus jurus itu dalam waktu singkat itu sudah menunjukkan bahwa Zhu'er sangat berbakat, teruslah berusaha Gege yakin kamu bisa"ucap xhuhan sambil mengusap kepala gadis itu yang kini tengah mengunakan paha Xhuhan untuk bantal karena saat ini gadis itu tengah tiduran
"Terimakasih Gege"ucapnya
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1