
"Informasi apa yang kau dapatkan.?"tanya Dewa Petir
"Yang mulia , saat hamba bertarung dengan salah satu dari mereka, hamba berhasil merebut cincin penyimpanan ini, dan setelah hamba periksa , didalamnya ada lencana Dewa Bumi dan juga ada lencana milik Teratai hitam "ucap orang tersebut sambil menyerahkan cincin yang di maksud pada dewa petir
"Selain itu hamba juga mendapatkan informasi penting saat bertarung dengan anggota Teratai hitam"ucap orang tersebut
"Informasi apa itu.?" Tanya dewa Petir
"Tujuan mereka datang ketempat ini adalah untuk membuat perhitungan pada kerajaan kita karena berani membunuh orang orang dari kerjaan dewa bumi, dan juga akan mengancam akan memerangi kita"ucap anggota Petir hitam tersebut
'Dewa Petir tidak mengatakan apapun , dia hanya diam sambil mengeluarkan energinya ke dalam cincin penyimpanan yang di berikan oleh anggota petir hitam tadi, disana memang benar ada dua lencana milik anggota Teratai hitam dan satu lagi lencana khusus milik kerjaan dewa Bumi'
"Dewa Bumi, beraninya kau melakukan itu pada putraku, dan menyerang orang orang ku sembarang an" gumam dewa Petir lalu berdiri dari singga sananya
"Persiapkan pasukan, kita akan myerang kerajaan dewa Bumi duluan ,sebelum mereka menyerang kita"ujar dewa Petir
"Baik yang mulia"ucap orang orang yang ada di sana dengan serempak
Jika dewa tanah tidak melakukan hal kotor dengan menangkap anaknya apalagi dia juga berencana untuk menyerang kerajaan ini dengan cara membantai pasukannya dengan kejam, mungkin dirinya akan mempertimbangkan adanya jalur damai di antara mereka
Tapi masalah yang lebih penting tengah di pikirkan oleh dewa petir saat ini, dimana ia sangat menghawatirkan anaknya yang saat ini di culik oleh orang orang sea bumi, sangat sulit untuk dewa petir mencari keberadaan anaknya , bahkan lebih sulit dari pada mencari jarum di tumpukan jerami
Sejak Li Bo menghilang, ia sudah mengerahkan pasukan Petir hitam untuk mencarinya , tapi sampai saat ini belum ada kabar yang ia dapat mengenai anaknya , baik itu masih hidup atau sudah mati, bahkan lebih parahnya anggota yang dia tugaskan di bantai dengan kejam oleh kelompok Teratai hitam,
maka tidak ada jalan lain lagi yang harus di tempuh mengenai keadaan ini, dewa petir harus segera bertindak tegas dan segera mengerahkan pasukan nya untuk meratakan wilayah dewa bumi secepatnya, agar wilayah kekuasaan nya tidak di remehkan lagi, apalagi dewa bumi terang terangan menangkap putranya ,
"Li'er dimana kamu sekarang, ayah harap kamu masih hidup, jika sampai terjadi sesuatu pada mu, ayah ber sumpah akan merayakan wilayah dewa bumi dengan tanah"ucap dewa petir dengan cemas dan juga ada kemarahan yang sangat besar terlihat dari sorot matanya,
Kembali ke MC,
__ADS_1
"Apa yang akan Gege lakukan sekarang.?"tanya Qingzhu pada Xhuhan
"Ayo kita gunakan pakaian anggota teratai hitam lalu sampaikan rencana penyerangan yang akan di lakukan oleh dewa petir pada dewa tanah, ini pasti seru."ucap Xhuhan dengan senyum tipis
"Em"
Di kota di di wilayah dewa bumi.
Saat akan memasuki tempat itu mereka berpapasan oleh empat anggota teratai hitam,
Lalu Xhuhan mengirimkan telepati pada Qingzhu di samping nya agar diam, biar xhunan yang mengurus Maslah ini
Setelah itu Xhuhan mengajak Qingzhu untuk melewati Meraka tanpa memperdulikan mereka,
"Mau apa kalian, kenapa kalian lewat begitu saja, apakah kalian tidak melihat keberadaan kami disini hah.?" Tanya pemimpin Kelompok tersebut
"Maaf kan kita ketua, kami sedang terburu buru, untuk menyampaikan berita penting untuk yang mulia dewa bumi"ucap Xhuhan bersikap dengan sopan
"Maaf ketua karena masalah ini sangat gawat , saya harus mengatakan ini langsung pada yang mulia"ucap Xhuhan
"Benarkah, kalau begitu, katakan Masalah apa itu kepadaku,"ucap orang itu sekali lagi , karena nampaknya dia sangat penasaran dengan apa yang ingin Xhuhan sampaikan pada dewa bumi
"Kalian jangan takut, aku juga akan kembali ke istana , bukankah lebih mudah jika aku yang menyampaikan informasi tersebut kepada yang mulia, Karena di sini akulah ketuanya," lanjutnya
Xhuhan dan Aingxhu tersenyum dalam hatinya karena ini seperti yang telah mereka rencanakan, lalu mereka menceritakan jika dewa petir akan menyerang dalam waktu dua hari lagi.
"Apakah yang kalian ucapkan benar.?"tanya pemimpin tersebut
"Ketua, kami bersumpah atas nama kami, bahwa yang kami ucapkan adalah kebenaran, dan juga kami tadi sempat bertarung dengan anggota petir hitam dan juga kami mendapatkan berita yang sama dari mereka,"ucap Xhuhan dengan lantang agar mereka mempercayai nya
__ADS_1
"Baiklah kalian berdua boleh pergi, lanjutkan tugas kalian, biarkan aku yang menyampaikan berita ini"ucap pemimpin kelompk tersebut kemudian pergi
Tidak lama setelah pemimpin kelompok Teratai hitam itu pergi, Xhuhan dan Qingzhu juga pergi meninggalkan tempat itu, sebenarnya Xhuhan ingin sekali menghabisi kelompok yang ada di depannya tadi, namun Xhuhan mengurungkan niatnya karena takut rencana uang dia susun dengan rapi akan gagal akibat hsl tersebut
"Hah, jika bukan karena takut rencana ini gagal, aku tidak akan mungkin bersikap hormat pada semut seperti kalian"ucap Xhuhan kesal
"Hahahaa, Gege sangat lucu jika sedang marah"ucap Qingzhu sambil terus melihat ke arah wajah Xhuhan yang masih kesal
"Sudahlah Gege tidak perlu marah seperti itu, lagian apa yang Gege lakukan tadi bukan apa apa , hanya sekadar berbicara lembut saja tidak sampai menunduk kan kepala kepada mereka kan.?"ucap Qingzhu menenangkan Xhuhan yang nampaknya masih kesal
"Huft, baikah ayo kita kembali ke tempat semula dan istrirahat di dalam dunia jiwa, karena badan Gege sudah gatal karena darah mereka yang menempel di tubuh dan pakaian Gege"ucap Xhuhan mengajak Qingzhu untuk kembali ke dunia jiwanya
"Em"
Setelah itu Xhuhan memvawa Qingzhu ke hutan yang ada di wilayah Dewa bumi tempat dimana dia bersembunyi bersama Qingzhu , lalu masuk kedalam dunia jiwanya
suasana di dua wilayah saat ini sedang genting gentingnya dimana mereka saat ini melakukan penjagaan yang amat sangat ketat di wilayah mereka masing-masing setelah apa yang dilakukan oleh Xhuhan dan Qingzhu pada kedua pasukan kerajaan tersebut, membuat kedua kubu saat ini waspada dan bersikap siap perang kapan pun, karena efek yang di timbulkan akibat pambantaian yang dilakukan Xhuhan dan Qingzhu kepada kedua pasukan sangat sangat merugikan kedua belah pihak, dan mereka juga sama sama berfikir jika mereka di serang oleh dewa petir dan sebaliknya orang orang dari Dewa petir berfikir jika yang menangani orang orangnya adalah suruhan dari desa bumi,
padahal yang membuat kekacauan ini tengah bersantai di dalam dunia jiwanya tanpa rasa bersalah...
.
.
.
.
..
__ADS_1
Bersambung