Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Dewa agung & sampai di Benua langit


__ADS_3

Setelah melihat kepergian ayahnya Xhuhan masih saja menatap tempat ayahnya tadi berdiri sebelum menghilang ke dalam celah ruang tersebut,


"Baiklah Han'er apa rencana kamu selanjutnya"tanya Xin Dilang pada anak itu yang kini tengah diam memandangi tempat ayahnya itu


"Aku akan berlatih dulu disini kek sampai naik ke ranah Dewa surgawi setidaknya, laku aku mau beerpetualang ke alam langit yang di sebutkan kakek itu


"Begini saja kakek akan mentransfer kekuatan kakek padamu agar kamu bisa cepat berpetualang nya,"ucap Xin Dilang karena sesungguhnya saat ini dia hanya lah sisa sisa jiwa yang sebnta lagi akan lenyap untuk memulai reinkarnasi , jadi dia memutuskan untuk memberikan sedikit kekuatannya pada Xhuhan,


"Baiklah kakek terimakasih"lalu Xhuhan duduk untuk menerima kekuatan' dari kakeknya itu,


Zentian meletakkan jarinya di kening xhuhan dan..


Boommmm....


.Boommmm...


.Boommmm....


.Boommmm...


.Boommmm....


.Boommmm...


.Boommmm...


.Boommmm..


.Boommmm...


.BOOOMMM.........


Pusaran energi yang ber putar putar mengelilingi Xhuhan sebelum menyatu dan masuk kedalam tubuh nya,


"Huft Dewa Agung 🌟 1, perbedaan pendekar lagit dan Dewa Agung begitu jauh bagaikan langit dan bumi"Xhuhan yang melihat energi meluap luap di dalam tubuhnya itu،


"Baguslah sekarang istirahatlah dulu, setelah itu kakek akan memindahkan mu ke benua terjatuh atau benua langit itu,"lalu xin Dilang meninggal kan Xhuhan sendiri yang masih fokus melihat perubahan di tubuhnya itu,

__ADS_1


.


.


.


Keesokan harinya Xhuhan melakukan gerakan gerakan seperti menendang dan melompat lompat di udara, untuk menyesuaikan tubuhnya dengan kekuatan nya yang baru,


Tak lama setelah itu Xin Dilang datang untuk melihat cucu nya itu,


"Berhenti dulu Han'er mari sini duduk , kakek mau memberi kamu pengetahuan tentang cara cara mengunakan Ruang & waktu ,"lalu Xin Dilang meminta untuk di dekatnya,


Setelah duduk di tempat yang di tunjuk Xin Dilang Xhuhan mulai beeditasi untuk menerima pengetahuan yang akan di terimanya,


Dari jari Xin Dilang mengeluarkan cahaya yang kemudian masuk ke dalam kening xhuhan,


Xhuhan yang menerima pengetahuan yang banyak itu segera fokus untuk memahami semua itu di mulai dari cara membuka celah ruang،berteleportasi,dan juga menggabungkan dengan serangan yang akan Xhuhan kelurarkan, di sana juga terdapat titik koordinat dari benua langit berada, untuk memudahkan Xhuhan nanti jika ingin berpindah dari sini ke benua tersebut,


"Sebaiknya kau bersiap siap Han'er karena kakek akan membuka celah ruang untuk kau masuki kakek akan memindahkan mu ke tempat yang aman untuk kau mendarat di benua itu,"Xin Dilang lebih memilih untuk memindah kan nya sendiri dari pada membiarkan Xhuhan melakukan sendiri،karena dia takut Xhuhan akan muncul di tempat tempat yang akan membahayakannya jika sampai salah tempat,


"Kakek akan berjaga di tempat ini, seperti biasanya,kamu tenang saja"ucap Xin Dilang meski di hatinya agak sedih karena sebentar lagi jiwanya akan segera pudar,dan menuju reinkarnasi


Setelah itu Xin Dilang mengerakkan tangannya untuk membuka celah Ruang di hadapannya


Swungghhhh ....


Muncul retakan ruang dihadapan nya,


Xhuhan yang melihat itu langsung memeluk Xin Dilang dengan erat karena akan berpisah dengan kakeknya itu,


"Baiklah silahkan masuk dan jangan ceroboh disana, karena disana merupakan tempat dewa yang terjatuh, dan juga para penduduk nya merupakan ras dewa ya meskipun sudah berlalu jutaan tahun lalu dan mereka juga sudah banyak Yeng memiliki keturunan dari berbagai ras Yeng berbeda yang menempati benua terjatuh itu"lalu Xin Dilang mengusap kepala anak itu kemudian Xhuhan menghilang dari pandangannya ...


Swuunghhh .....


"Selamat berjuang cucuku, yaah meski aksi hanya sementara bersamanya itu sudah cukup mengobati ke sepian ku yang selama ini di disini selaku sendiri, "lalu tubuh Xin Dilang berkedip dan memancarkan cahaya kemudian memudar mulai dari kakinya kemudian terus berjalan ke bagian tubuh yang lain hingga akhirnya sampai pada pangkal lehernya,


"Akhirnya aku bisa pergi dengan tenang, yaah memiliki anak & cucu yang sangat berbakat tidak buruk juga,"kemudian seutuhnya tubuh itu menghilang untuk selamanya dan akan memasuki roda reinkarnasi

__ADS_1


Sementara itu di Alam agung Zentian sudah berada di hutan dekat gua yang sudah di beritahukan kepadanya oleh Xin Dilang, tidak butuh waktu lama bagi Zentian untuk menemukan tempat itu dimana di tempat itu terdapat susunan Aray yang berisikan Tuang dan waktu, untung Zentian juga menguasai dua elemen itu, ya meski tidak se sempurna Xin Dilang dalam menguasai kedua elemen tersebut,


Setelah memeriksa aray tersebut dengan seksama Zentian cukup kagum dengan susunan Aray tersebut , dimana hanya pengguna kedua elemen tersebut yang bisa masuk kedalam nya tanpa terluka sedikitpun,


Setelah cukup yakin dengan apa yang dia lihat tadi , tanpa pikir panjang Zentian langsung masuk untuk memulai latihannya menembus ke tahap yang selelu dulu ia impi impikan, lalu latihannya pun di mulai...


Sementara di tempat lain kini Xhuhan muncul di daratan yang nampak asing baginya dimana sepanjang mata memandang yang dilihat Xhuhan hanya lah Padang rumput yang luas dengan kepadatan Qi yang sangat melimpah berbeda dengan Alam rendah tempat nya sebelumnya, karena kini Xhuhan sesudah berpindah ke benua terjatuh atau benua langit yang memang akan dia tuju, untuk membiasakan dulu tubuhnya dengan kondisi nya saat ini dia langsung mencari tempat duduk yang nyaman kebetulan di dekat nya ada pohon besar yang bisa ia gunakan untuk tempat bermeditasi,


Wusshh... Wusshh....wushh... Energi Yang sangat muruni dan juga banyak berkumpul pada satu tempat yaitu mengarah pada tempat Xhuhan saat ini , tapi energi itu lebih murni dan lebih padat dari pada Qi, karena itu merupakan Energi semesta yang xhuhan miliki sekarang, dengan tenang Xhuhan mulai menyerap energi itu kedalam tubuhnya agar tubuhnya bisa beradaptasi dengan lingkungan baru ini,setelah 3 jam barulah Xhuhan membuka matanya


"Energi di sini benar benar sangat pekat berkali kali lipat dari pada daratan rendah, lantas saja banyak dewa dan para ras lain berbondong bondong untuk pindah kesini, aku harus kemana yaa, kakek hanya memberiku ingatan tentang kekuatan mereka yang ada di benua langit ini , semntara letak kita atau yang lainnya kakek tidak memberikannya, sial kenapa aku bisa lupa untuk meminta kakek mengirim tentang itu sekalian, ah sudahlah aku akan terbang ke Utara siapa tau ada kota atau desa yang bisa aku temui"lalu Xhuhan berdiri tak lupa dia memakai topeng favorit nya karena tidak mau ada urusan yang merepotkan jika sampai wajahnya di lihat orang terutama gadis gadis...


Dua jam pun berlalu tapi Xhuhan masih belum bisa melihat kota atau desa, meski dia sudah menggunakan mata dewanya, malahan dia menemukan hutan yang sangat luas di depannya, tak butuh waktu lama buat Xhuhan untuk sampai di hutan itu, lalu dia dengan santai turun di pinggir hutan itu untuk masuk kedalam hutan tersebut ...


Sementara di kedalaman hutan terdapat sesosok wanita cantik yang kini sedang bertarung dengan para kawanan monster banteng api yang memiliki Kultivasi di atasnya di tambah jumlah mereka sangat banyak, yang mengakibatkan dia terpojok dan banyak sekali luka luka di tubuh wanita itu,


"Benar benar sial Hari ini, biasanya aku tidak pernah bertemu monster monster kuat ini sejak aku tinggal di sini, kenapa sekarang malah muncul sih, bukannya satu tapi ini segerombolan banteng api"ucap gadis cantik itu sambil terus bertahan karena banteng banteng itu terus menggempurnya dari segala arah,.


.


.


.


.


Bersambung,


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2