Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Perpisahan


__ADS_3

Didalam dunia jiwa saat ini terdapat dua manusia yang sedang melepas kerinduan sama lalin antara ayah dan anak yang telah lama tidak berjumpa setelah sang ayah memilih berkultivasi tertutup, mereka adalah Zentian & Zen Xhuhan yang kini tengah berpelukan, setelah cukup lama mereka melakukan itu barulah mereka keluar,


"Ayah ada seseorang yang mau menemui ayah di luar،beliau berkata bisa membantu ayah dalam kultivasi,"ucap Xhuhan menjelaskan alasan dia mengehentikan kultivasi ayahnya,


"Seseorang,,? Siapa itu Han'er apa ayah mengenal nya"tanya Zentian penasaran


"Sebaiknya kita keluar saja dulu ayah,aku takut beliau terlalu lama menungggu kita"ucap ucap Xhuhan yang di angguki oleh Zentian


Whusss.....


Dalam sekejap mata mereka sudah ada di goa di dalam hutan mati lagi, yang di sambut oleh senyuman kakek Tua yang sudah menunggu mereka berdua


"Oh abadi 🌟 7 , lumayan"ucap Xin Dilang setelah melihat karang yang bersama Xhuhan


Sementara Zentian yang melihat orang di depannya cukup kaget pasalnya orang di depannya ini sekali lihat bisa tahu kultivasi Zentian,


"Maaf senior, apakah anda yang di maksud Han'er yang ingin bertemu denganku.?"tanya Zentian pada kakek itu


"Bisa di katakan begitu, tapi sebelum itu bisakah kita duduk dulu dan berkenalan"ucap Xin Dilang dengan senyum


Sementara Zentian yang mendengar ucapan orang di depannya langsung canggung karena dia lupa memperkenalkan namanya dulu pada senior itu,


"Baik senior"lalu Zentian dan Xhuhan duduk di dekat lelaki tua itu duduk


"Sebelumnya maafkan kelancangan junior ini senior karena tidak memperkenalkan diri, nama junior ini Zen Tian, kalau boleh tahu dengan siapa junior ini bicara"ucap Zentian dengan sopan


"Tidak usah seformal itu, panggil saja aku xin Dilang, kalau mau kamu bisa memanggil ku paman"ucap Xin Dilang dengan senyum


Zentian yang mendengarnya ucapan ramah dari orang di depannya langsung tersenyum dan tidak merasa canggung lagi

__ADS_1


"Tadi aky mendengar cerita Han'er bahwa kamu sedang melakukan latihan tertutup untuk menerobos abadi 🌟 9 kan.?"ucap Xin Dilang pada Zentian


"Benar paman, karena saya punya musuh di alam dewa yang mengharuskan saya untuk kuat secepatnya karena saya takut mereka akan menemukan ku dan itu bisa membahayakan Han'er " ucap Zentian menjelaskan alasannya melakukan kultivasi tertutupnya,


"Musuh, orang sekuat dirimu punya musuh yang tidak bisa di atasi, menarik"karena xin Dilang dapat melihat bahwa Zentian bukanlah dewa biasa dia memiliki kekuatan elemen ruang & waktu dan berbagai keistimewaan lainnya di tubuhnya, itulah yang membuat dia cukup tertarik dengan cerita Zentian


Sementara Zentian yang mendengar ucapann Xin Dilang langsung tersenyum kecut, pasalnya dia bisa begini karena para dewa sialan itu bekerja sama untuk membunuhnya karena ulahnya dulu membuat kekacauan di alam dewa,


Karena tidak mau membuat Xin Dilang penasaran dia lalu menceritakan kisahnya pada nya, setelah cukup lama mendengarkan kisahnya Zentian hanya mengaruk kepalanya yang tidak gatal karena melihat Xin Dilang justru tertawa mendengar kisah nya


"Hahahaha menarik, aku cukup suka dengan mu, ya meski suka membuat Kekacauan setidaknya kamu bisa membantu mereka yang membutuhkan bantuanmu, meski para dewa itu memusuhimu"ucap Xin Dilang yang masih tertawa


Znetin dan Xhuhan hanya diam menyaksikan orang tua itu tertawa, setelah cukup lama menunggu akhirnya Orang tua itu buka suara


"Baiklah, saat nya Serius"ucap Xin Dilang lalu menendang ke arah Zentian dan Xhuhan


Sementara Zentian yang mendengar itu langusng terkejut pasalnya dia mengira abadi adalah puncak nya tapi di salah, semntara Xhuhan yang melihat ayahnya kaget langsung tertawa, karena reaksi yang di tampilkan ayahnya sama dengan saat dia mendengar om tu dari Xin Dilang


"Bagaiman apakah kamu mau aku bantu , bukan hanya bisa menembus abadi kamu juga bisa menempa tulang mu menjadi tulang dewa naga , karena aku mempunyai tempat buat melatihmu, tapi ada hal yang harus kamu putuskan sebelum itu"ucap Xin Dilang seraya melihat kedua orang didepannya itu


"Apa itu paman, selagi saya bisa melakukan nya maka akan saya lakukan, agar saya bisa melindungi anakku dari dewa sialan itu"ucap Zentian dengan sungging sungguh,


"Baguslah jika begitu, karena tempat itu ada di suatu tempat di alam agung، dimana itu adalah tempat pribadiku untuk berlatih dulu, disana juga ada kolam darah Naga, yang bisa kamu serao untuk menempa tulangmu, itulah masalahnya , kamu harus siap berpisah dengan anakmu untuk semntara karena aku akan mengirim mu kesana jika ingin berlatih"ucap Xin Dilang yang sukses membuat ayah dan anak itu kaget dan merasa enggan


"Kakek apakah tidak bisa aku ikut dengan ayah kesana, Han'er tidak mau kalau harus berpisah dengan ayah"ucap Xhuhan yang kini bersuara karena mendengar harus berpisah dengan ayahnya


"Kamu tenanglah Han'er, buaknkah kamu mau berpetualang ke benua langit , dan kamu juga sudah dewasa sekarang mulailah mandiri dan biarkan ayahmu bertambah kuat suapaya nanti bisa melindungimu"ucap Xin Dilang Menasehati Xhuhan


"Benar itu anakku kamu jangan khawatir , nanti jika kamu sudah kuat kamu bisa menyusul ayah kesana, ayah tidak akan meninggalkan mu selama kok'"ucap Zen Tian mengelus kepala anaknya itu

__ADS_1


"Baik ayah , Han'er akan bertambah kuat agar bisa menyusul ayah kesana"ucap Xhuhan dengan senyum yg agak di paksakan


"Baguslah kalau begitu aku akan mengirim ingatanku tentang alam agung padamu, agar kamu tidak kaget dan tersesat di sana"lalu Xin Dilang meletakkan telunjuknya di dahi Zentian diikuti cahaya masuk ke kening Zentian dari jari Xin Dilang yang berisikan ingatan nya


Lalu Zentian langsung duduk meditasi untuk menyerap pengetahuan yang ia peroleh dari Xin Dilang


"Luar Biasa, jadi seperti itu alam yang lebih tinggi dari alam dewa, dan juga ada alam lain lagi, aku jadi merasa terlalu sombong dulu membayangkan bagaimana aku menantang seluruh dewa itu dengan kekuatan ku , jika di bandingkan bedengan orang orang di alam itu aku bagikan semut"ucap Zentian dengan perasan campur aduk antara dan dan kecewa karena merasa dia masih lemah


"Sudahlah ambil lencana ini agar kamu tidak mendapatkan Maslah di sana," Xin Dilang meyerahkan lencana klan nya di alam agung pada Zentian, karena dulunya dia merupakan patriak dari klan besar tersebut sebelum pergi dari kaln itu untuk berperang


Lalu Zentian mengambil lencana itu dan di simpan di cincin penyimpanan nya,


Baiklah kalian mengobrollah dulu, karena besok pagi aku akan memindahkan mu kesana, setalah mengucapkan itu Xin Dilang menghilang dari temoat itu untuk memberikan waktu pada ayah dan anak itu untuk melepas rindu sebelum mereka berpisah


Keesokan harinya kini mereka bertiga sudah ada di depan gua itu lalu di depan mereka muncul pusaran yang merupakan retakan ruang yang di buat Xin Dilang untuk mengirim Zentian ke tempat latihan yang ia maksud,


"Baiklah Han'er ayah pergi dulu , jangan gegabah jika nanti kamu berpetualang , lihat dulu kemampuan lawanmu sebelum kamu memutuskan untuk melawan mereka , dan jangan lupa bawakan ayah nanti seorang menantu saat kau menyusul ayah mati hahaha"ucap Zentian menggoda anaknya agar tidak bersedih karena perpisahan nya kali ini


"Baik ayah Han'er akan mengingat itu, tapi untuk pesan ayah pang lain Han'er masih belum memikirkannya ayah"ucap anak itu sambil menunduk karena malu dengan kakeknya yang kini melihat mereka ngobrol membahas menantu


"Hahaha baiklah , paman aku pamit dulu, tolong jaga anakku ini karena dia masih cukup awam dalam dunia kultivator, karena baru beberapa tahun di kaluar dari pelatihannya,"setalah mengucapkan itu zentian menghilang dari tempatnya karena sudah masuk ke dalam pusaran ruang yang di buat Xin Dilang,


.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2