Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Peringatan untuk keluarga Chun


__ADS_3

Karena matahari sudah mulai tenggelam Xhuhan memutuskan untuk mencari penginapan untuk nya beristirahat


Setelah berkeliling cukup lama akhir Xhuhan menentukan penginapan yang cukup mewa di depannya, tanpa pikir panjang Xhuhan langsung masuk melangkah kan kakinya ke penginapan tetsebut,dan langsung menghampiri pelayan yang kebetulan tak jauh dari pintu masuk


"Selamat datang tuan, apa anda ingin memesan kamar?"tanya pelayan tersebut


"Ya, aku ingin memesan kamar khusus untuk satu minggu"jawab Xhuhan


"Baik tuan, tapi harganya agak sedikit lebih mahal dari kamar biasanya, apakah tuan masih menginginkan kamar khusus tersebut"? Ucap pelayan itu memberitahu Xhuhan


"Ya, tidak masalah"ucap xhuhan menyerahkan biaya yang di sebutkan pelayanan tersebut


"Baik, mari saya antar tuan,"ucap pelayan tersebut kemudian mengajak Xhuhan ke lantai dimana tempat kamar yang di pesan Xhuhan berada


Setelah berada di lantai tiga pelayanan itu menunjukkan kepad Xhuhan bahwa kamarnya ada area paling pojok, dan pelayan tersebut tak lupa meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan sampai ke kamarnya,


Xhuhan tentunya memaklumi hal tersebut dan itu lebih baik baginya karena dia lebih menyukai kesendirian dari pada di ikuti oleh orang , tak lupa juga ia berpesan agar tidak mengganggunya selama dia menginap di sana,


"Baiklah tuan, kalau ada yang tuan butuhkan anda bisa memanggilku"lalu pelayan tersebut melangkah pergi


Setelah itu menuju ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur karena sudah merasa leleh,agar bisa tertidur, tapi belum sempat ia terlelap ia sudah merasakan kehadiran seseorang mendekati tempat dia dia menginap dan ia juga merasakan aura membunuh yang di arahkan ke padanya,


"Hah, padahal aku hanya ingin istirahat, tapi malah ada yang menggangu waktu tenangku cih,"sambil berdecak malas Xhuhan melihat ke keliling nya


Karena merasa tidak nyaman dengan aura yang di tujukan padanya dia beranjak dari tempat tidurnya dan mengganti baju nya menjadi baju kesukaan nya yaitu pakaian serba hitam dengan topeng hitam dengan corak merah darah di sertai Lemabang petir di kening nya, setelah itu dia menghilang dan muncul di atas atap penginapan nya, meskipun tidak ada siapa siapa disana Xhuhan bisa merasakan ada beberapa orang yang tengah mengintainya


"Sudahlah tidak perlu bersembunyi, pembunuh amatir seperti kalian takkan bisa berbunyi dari iblis petir Pembantai ini,"stelah mengucapkan kata kata itu tiba tiba tubuh Xhuhan di selimuti oleh aura hitam pekat di sertai petir di sekeliling nya,


Sayang sekali bagi mereka yang di hadapi kali ini adalah Xhuhan ,yang merupakan iblis yang nyata bagi setiap musuhnya,

__ADS_1


"Masih tidak mau keluar, sepertinya memang harus di beri pelajaran dulu ya, Baiklah" stelah kalimat itu berakhir, tubuh Xhuhan perlahan menghilang dan hanya sekelebat bayangan hitam yang melintas dengan kecepatan yang tidak bisa mereka lihat, tanpa mereka sadari Xhuhan sudah berada di belakang salah satu dari mereka, dengan santai Xhuhan membuat pria itu pingsan dan langsung membawanya kembali ke tempat pertama kali dia muncul , yaitu di atap penginapan


"Apakah masih tidak mau muncul, Baiklah aku akan langsung membunuh orang ini,"ucapnya dengan mengangkat tubuh orang yang tadi ia bawa


Teman orang yang sedang di angkat Xhuhan itu langsung kaget saat mngetahui salah satu dari mereka ada di tangan targetnya,


Setelah itu dengan segera mereka menyerang Xhuhan dengan kompak,


Tak mau menunggu untuk di serang Xhuhan dengan tennag melemparkan tubuh seseorang yang ada di tangannya pada salah satu dari mereka, kemudian tubuh Xhuhan langsung bergerak menggunakan langkah bayangan pembunuh untuk mengeksekusi mereka dengan cepat,


Tidak butuh waktu lama bagi Xhuhan untuk membunuh mereka hanya dalam hitungan detik Xhuhan sudah bisa menyelesaikan itu tapi Xhuhan menyisahkan satu orang untuk di interogasi untuk mengetahui siapa yang berniat menyerang nya,


"Katakan padaku siapa yang menyuruh kalian menyerangku,"ucap Xhuhan dengan tenang tapi dengan Aura membunuh yang Masih sama seperti sebelumnya


"A-aku tidak akan pernah mengatakannya kepadamu,"ucap orang yang kini tengah bersimbah darah di hadapan xhuhan


"Apakah kau yakin.?"tanya Xhuhan dengan senyum menyeramkan di balik topengnya


Xhuhan yang mendengar ucapan orang itu langsung tersenyum sini dan tanpa aba aba langsung mematahkan jari jari tangan orang itu, kemudian tangan lalu berpindah ke kakinya, tapi saat pria tersebut akan berteriak Xhuhan menutup mulutnya dengan energi agar tidak ada orang yang mendengar penyiksaan itu


Sekarang kondisi pria tersebut benar benar menyedihkan dimana semua tangan dan kakinya patah dan hangat bisa menangis،


Menyesali kebodohannya itu karena tidak mengatakan nya lebih awal


Pria tersebut terus berusaha berteriak sekuat tenaga nya namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, seandainya bersuara pun tidak akan ada orang yang aka. Datang kesini karena kemungkinan orang orang sudah pada tidur,


"Jika kau masih ingin bermain dan tidak mau bicara, aku akan memberikan permainan yang cukup menghibur sekali lagi"ucap Xhuhan lalu dia melangkah mendekati laki laki itu


Lalu Xhuhan mengeluarkan belati dan memegangnya pada tangan kanannya dan berjongkok di depan orang itu

__ADS_1


"Aku masih bisa kalau kau mau bensin beberapa ronde lagi, atau....


Ucapannya terhenti saat melihat orang di depannya mengangkat kepalanya pertanda dia akan bicara, tanpa basa basi Xhuhan membuka enegi yang menutup mulut pria tersebut dan tak lupa juga Xhuhan mengancam agar tidak macam macam kalau tidak yaah tau sendiri apa yang akan terjadi


"Jadi siapa yang menyuruh para pembunuh amatir seperti kalian untuk membunuhku.?"tanya Xhuhan


"Feng,,, patriak Chun Feng yang menyuruh kami"ucapnya dengan takut, karena masih Taruma dengan siksaan yang dia terima


"Ternyata ulah klan bodoh itu, rupanya tuan muda bodohnya itu mengadu pada ayahnya, baiklah sepertinya ini akan menarik


Lalu Xhuhan membunuh orang tadi dan juga membersihkan tampar itu dengan membakar pembunuh tersebut dengan elemen apinya,


Bukannya Xhuhan tak mau melepaskan orang yang tadi memberi informasi padanya, tapi Xhuhan lebih memilih tau hati karena tak mau karena kecerobohan nya melepaskan satu orang malah menimbulkan masalah di kemudian hari, ya meski hanya para semut tapi Xhuhan tak mau kerepotan hanya karena masalah kecil itu,


Tapi ada


tiga tubuh yang masih utuh yang tidak Xhuhan hancurkan, karena tubuh itu akan Xhuhan kirim ke keluarga Chun sebagai peringatan, agar mereka tidak macam macam lagi dengannya, karena dia sedang males berusrusan dengan orang bodoh seperti mereka,


Setelah melemparkan tiga mayat itu ke dalam gerbang penginapan dimana patriak dan tuan muda chunli menginap, kemudian langsung kembali ke penginapan karena tak mau ada orang yang melihatnya


"Aku Harap peringatan ini cukup untuk membuat orang bodoh seperti kalian mengerti, tapi jika masih berani mengganggu ku lagi, jangan salahkan aku jika sampai Klan kebanggan kalian hanya tinggal sejarah"setelah mengatakan itu Xhuhan menghilang dari tempatnya dan langsung berpindah ke dalam kamar penginapan.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2