
Setelah Berhari Hari melakukan perjalanan kini Xhuhan dapat melihat menggunakan mata dewanya kita yang megah di depannya, meski masih berjarak puluhan kilo meter dengan kemampuan matanya itu bukan hal sulit untuk dia lakukan,Dimana kota itu adalah kota di perbatasan antara hutan yang misahkan benua tengah dengan benua lainnya, yang bernama kota Putih, karena baik dari pintu masuk dan juga sana bangunan di kota itu semuanya hampir di dominasi warna putih,
10 menit kemudian Xhuhan sudah di depan gerbang masuk kota tersebut saat ini dirinya tengah di periksa oleh penjaga gerbang
"Bisa tunjukkan identitasnya tuan"ucap penjaga tersebut dengan profesional
Xhuhan yang tidak memiliki identitas sempat bingung untuk mencari alasan, tapi setelah dia ingat kalau paviliun Merpati Emas merupakan Paviliun yang Yeng berpusat di Benua tengah, dia memutuskan mengeluarkan lencana yang di berikan oleh pemilik paviliun di benua Utara,
Penjaga gerbang yang melihat lencana itu langusng berubah sikap dari yang tadinya datar kini menjadi hormat kepada Xhuhan karena dia tau arti dari lencana itu, yang merupakan bagian penting dari paviliun Merpati emas,
"Silahkan masuk tuan,"ucap penjaga tersebut dengan senyum seraya membungkukkan badannya pada Xhuhan,
"Baiklah terimakasih, ngomong ngomong dari sini apakah masih jauh ke penginapan.?" Tanya Xhuhan karena dia masih baru di tempat ini , otomatis dia masih belum tau tempat tempat di sini
"Tuan bisa lurus saja kedepan, nanti tuan akan melihat bangunan besar yang bertuliskan penginapan & Restoran Melati putih, "ucap penjaga tersebut,
"Biaklah terimakasih informasinya,"lalu Xhuhan melangkah menjauh dan tak lupa memberikan sekantung koin emas pada penjaga tersebut
Sepanjang perjalanan Xhuhan di buat kagum dengan suasana kota itu, dengan keramai dan juga para penjual yang berjejer rapi di pinggir jalan dengan aneka ragam jualan yang mereka tawarkan, dan juga dengan model bangunan yang sangat megah dan berwarna putih, yang indentik dengan nama kota ini, Xhuhan jadi berfikir ini baru kota perbatasan, gimana kalau di ibu kota, tapi Xhuhan tidak memusingkan itu dia fokus mencari penginapan untuk membersihkan badannya karena sudah lama tidak mandi karena melakukan perjalanan jauh ,
Akhirat Xhuhan melihat bangunan besar bertuliskan Melati Putih, lalu Xhuhan melangkah masuk dimana di lantai pertama merupakan restoran, tak ayal disana banyak orang yang sedang berbincang bincang sambil makan, tiba tiba mereka semua berhenti bicara saat ada seseorang masuk dengan pakaian serba hitam dan memakai topeng, karena itu para pengunjung tempat itu melihat ke arah orang itu، sementara orang itu hanya melangkah dengan santai seolah tidak memperhatikan mereka yang menatap nya, lalu dia menghampiri resepsionis untuk memesan kamar untuk dirinya,setelah dapat kamar yang diinginkan China langsung bergegas masuk karena sudah tidak sabar untuk membersihkan tubuhnya,
Stelah 10 menit akhirnya Xhuhan selesai membersihkan tubuhnya dan kini sudah memakai pakaian bung baru, yaitu warna putih dengan corak petir lengkap dengan topengnya, saat ini dia sedang menuju lantai pertama untuk mengisi perut dan mencari informasi,
Lalu dia melihat ada satu orang yang duduk sendiri an, Xhuhan memutuskan bergabung dengan nya,
"Bolehkan aku duduk disini"ucap Xhuhan setelah sampai di tempat duduk itu
"Silahkan, ini tempat umum tidak perlu minta izin "ucap orang itu dengan ramah
"Terimakasih"lalu Xhuhan duduk berhadapan dengan orang tersebut,
"Apakah kamu orang baru disini.?"tanya orang tersebut pada Xhuhan.
__ADS_1
"Bisa di bilang begitu,"ucap Xhuhan dengan singkat
Lalu tidak ada lagi obrolan diantara mereka,
Sampai membuka obrolan lagi
"Apakah di kota iniada cabang paviliun Merpati emas.?"tanya Xhuhan
"Tentunya, untuk organisasi sebesar itu tidak mungkin tidak ada, karena organisasi itu merupakan yang terbesar di benua ini bahkan di seluruh benua rendah ini, tidak mungkin tidak ada"ucap orang itu menjelaskan
"Bisakah kau menunjukkan dimana letak Paviliun itu berada.?"karena xhuhan berencana mengunjungi paviliun itu makanya dia menanyakan hal tersebut
"Anda cukup mengikuti jalan utama di kota ini, nanti anda akan menemukan satu satunya bangunan yang berwarna emas ,yang membedakan dari bangunan lainnya yang di fomiy warna putih,"ucap orang tersebut
"Baiklah nanti saja aku kesana"ucap Xhuhan sambil melanjutkan makan nya
setalah selesai makan Xhuhan langsung menuju tempat dimana pavilun itu berada , sesuai petunjuk dari orang yang ia temui di tempat makan tadi, karena warnanya yang berbeda dari bangunan yang lain tidak butuh waktu yang lama bagi Xhuhan untuk menemukan oavilun tersebut,
Tapi saat dia mau masuk kedalam di hentikan oleh panjaga, karena xhuhan memakai topeng di wajahnya,
karena tidak ingin berlama lama Xhuhan langsung menunjukkan lencana emas bergambar merpati di tangannya,
penjaga yang melihat lancang itu langusng merubah sikapnya 180° karena dia tau pemilik lencana tersebut merupakan orang penting pavilun ini,
"maaf atas kelancangan saya tadi tuan muda, silahkan masuk"ucap penjaga tersebut Dengan sopan dan menundukkan badannya
Xhuhan hanya acuh tak acuh dan masuk kedalam, untuk menemui manajer pavilun ini, lalu dia mendatangi meja resepsionis untuk menanyakan ruangan menejer berada,
"ada yang bisa saya bantu tuan"ucap resepsionis tersebut karena di melihat pakai an yang di pakai Xhuhan merupakan pakaian yang mempunyai bahan mahal
"apakah saya bisa bertemu dengan menejer disini"tanya Xhuhan pada wanita itu
"sebentar tuan, saya akan menyampaikan maksud tuan dulu kepada menejer di dalam"kata resepsionis itu seraya meninggal kan Xhuhan untuk menunggu dirinya yang kini keruangan menejer untuk menyampaikan kedatangan Xhuhan
__ADS_1
Tok ,,,tok,,,tok,,,
"masuk"
terlihat di dalam seoarang wanita cantik kira kira berumur 25 tahun yang manjadi menejer di paviliun kita putih ini,
"apa ada hal penting hingga kamu kesini?" tanya wanita itu pada resepsionis yang kini sedang berdiri di depan meja kerjanya
"maaf Nona, diluar ada seseorang memakai pakaian putih dengan topeng ingin bertemu dengan nona".ucap resepsionis itu
"orang bertopeng, siapa itu, ah sudahlah lebih baik kamu suruh dia masuk, toh disini banyak penjaga yang menjaga tempat ini jika dia berniat macam macam,"lalu dia memerintahkan resepsionis tersebut untuk memanggil Xhuhan untuk menemui nya
smentara Xhuhan di luar mengangkat kepalanya melihat resepsionis tadi sudah kembali dari ruangan menejer
"Baiklah tuan, nona sudah memberikan izin untuk tuan bisa bertu dengannya, silahkan ikuti saya tuan"ucap resepsionis itu dengan sopan
..
.
.
.
Bersambung
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung