
Di dalam penginapan kini tengah terjadi ketegangan antara Rombongan Patriak Ye gang dengan Qingzhu dan Xhuhan yang tengah bersantai di sofa mengabaikan tatapan kebencian dari sekitarnya
"Ayah tolong lepaskan aku dari akar akar ini, aku sudah tidak kuat karena akar akar ini menyerap kekuatan ku ayah"ucap Ye Duan pada Patraik Ye gang yang kini telah datang ke tempat itu
"Kamu tenang saja Duan'er karena ayah akan membebaskan mu dulu,"ucap patraik Ye
Kemudian pandangan nya terarah pada Kedua muda mudi yang tengah santai di dekat putranya yang tengah tersiksa, tapi kedua muda mudi tersebut malah bersantai di sofa seakan tidak terjadi apa apa di sana,
Tapi yang membuat patriak Ye bingung, kedua orang tersebut tidak mempunyai aura sama sekali dari tubuhnya, malah terlihat seperti manusia fana , itu karena xhuhan sudah tidak memiliki Qi melainkan Enegi semesta, sedangkan Qingzhu sudah memakai jubah kamuflase nya,
"Siapa yang telah Bernai menyakiti anakku , dan membuatnya dalam keadaan menyedihkan seperti itu"ucap patriak Ye sambil mengarahkan aura membunuh disertai aura Dewa agung 🌟 5 pada Xhunan dan Qingzhu , yang sesuai dengan petunjuk yang di sampaikan oleh pengawal nya tadi
Xhuhan dan Qingzhu malah terlihat tengah mengobrol di tempat nya tanpa menghiraukan aura yang di arahkan ke padanya, bagaimana mungkin aura kecil seperti itu bisa melukai mereka yang telah melewati ranah abadi ,
"Hai tariklah auramu, jika kau memang berniat menantang istriku dengan datang kemari, maka kau tinggal ajak istriku bertarung tanpa melibatkan mereka yang tidak bersalah,"ucap Xhuhan dengan aura kematian yang meledak dari tubuhnya yang memang di khususkan untuk patriak Ye, Karena ulahnya banyak pengunjung penginapan tersebut mengalami sesak nafas tadi,
Seketika patriak Ye gang menarik kembali auranya, Karena dia melihat kedua orang tersebut tenang tenang saja , bahkan dengan mudahnya pemuda tersebut menekan kembali aura membunuhnya walau hanya sesaat
"Untuk kalian para tetua sekalian, sebaiknya kalian jangan ikut campur dalam masalah ini agar orang bodoh itu menyelesaikan masalahnya dengan istriku, dan jadikan pelajaran ini buat kalian nanti kedepannya agar tidak terulang kembali kejadian bodoh anggota klan kalian, dan kau patriak bodoh bersujud lah pada istriku , agar kau dan anak bodohmu itu tidak mati di tangan istriku"ucap Xhuhan seraya mengarahkan aura membunuh pada para tetua tersebut agar menyingkir
Sontak pernyataan yang di ucapkan oleh Xhuhan langusng membuat darah Patriak Ye mendidih karena marah, pasalnya bukan hanya mengatakan dirinya bodoh, tapi menyuruhnya untuk bersujud pada istrinya, penghina an apalagi ini
Tiba tiba patriak Ye mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan nya, dan bersiap menyerang ke arah Qingzhu yang kini telah berdiri berhadapan dengan nya
__ADS_1
Tapi tiba tiba udara disana mendadak berat bagi patriak Ye , dan muncul berbagai serangan dari kayu yang membentuk jarum kecil kecil meyerang ke arahnya
Patriak Ye langsung mengeluarkan Qi dari tubuhnya dan menciptakan tameng untuk menangkis serangan jarum kayu tersebut
Tapi naas nya perisai tersebut langsung hancur setelah berbenturan dengan jarum kayu tersebut , kemudia jarum jarum tersebut bergerak menembus tubuh patriak Ye dimana jarum jarum tersebut bersarang di tangan dan kakinya , yang membuat tangannya tidak bisa memegang pedangnya lagi dan menjatuhkan pedangnya
Arrkkkkk......
Raungan kesakitan terdengar dari mulut patriak Ye saat jarum jarum tersebut bergerak tanpa henti menembus tubuhnya ,
Meski dia menggunakan elemen apinya untuk menakar jarum jarum tersebut , usahanya hanya sia karena kayu tersebut tidak bisa terbakar oleh elemen apinya ,
Para tetua yang menyaksikin ini di buat kagum serta bergidik ngeri melihat tubuh patriak nya sekarang bagikan landak yang banyak terdapat duri di setiap tubuhnya,
"Aku sudah memberikan kesempatan untuk mminta maaf pada istriku, tapi kau malah memilih mati, dan untuk kau tuan muda bodoh, karena kau terlalu banyak berbuat dosa aku akan membuat kau menyusul ke tempat ayahmu berada"stelah mengatakan itu Xhuhan menjentikkan jarinya dan memasukkan elemen kegelapan pada tubuh Ye Duan , yang langsung menggerogoti tubuhnya bagaikan ulat yang memakan daun , hingga menyisakan tulang tulangnya saja
Kemudian xhuhan mengarahkan pandangan nya pada Para tetua yang masih syok atas pembantai an song terjadi di depan matanya
"Aku mau klan Ye memberikan kompensasi pada korban yang telah di rugikan oleh tuan muda bodoh kalian, Jiak tidak , biar aku bantu untuk mengambilnya dari kalian, apakah kalian paham.?"tanya xhuhan pada mereka
"Ba baik tuan"ucap mereka dengan takut
"Kalian sudah mendengar kan, jadi bagi siapa saja yang merasa di rugikan oleh klan sialan tersebut, silahkan menagih bayaran yang setimpal pada tetua itu, jika dia tidak mau laporkan pada saya disini"ucap Rein melihat ke arah kerumunan yang telah menyaksikan adegan itu dari tadi
__ADS_1
Hidup Tuan muda.....
Hidup noda muda...
Banyak sorak Sorai yang ditujukan pada Xhuhan dan Qingzhu setkeh itu, karena mereka memnag banyak di rugikan oleh klan tersebut
Kemudian xhuhan mengambil cincin penyimpanan milik patriak Ye dan Ye Duan, dan memberikan cincin penyimpan milik Ye Duan pada penginapan tersebut sebagai kompensasi, sementara milik patriak Ye gang dia kantongi untuk dirinya sendiri,
Setelah itu dia mengajak Qingzhu untuk beristirahat , karena besok akan melanjutkan lagi ke Kota selanjutnya , untuk membuat keributan lagi seperti sekarang,
sepeninggal nya xhunan dan Qingzhu dari tempat itu, para tetua yang tadi di lepaskan oleh Xhuhan. kini tengah di kepung oleh banyak kultivator yang telah banyak dirugikan oleh klan tersebut dan juga oleh kelakuan bejad tuan mudanya yang suka memaksa putri mereka untuk memuaskan nafsu menjijikan nya, oleh karena itu banyak dari mereka yang meminta kompensasi berupa. batu roh yang tak tanggung tanggung , hingga membuat para tetua tersebut hampir menangis, bagaimana tidak , jika dia menuruti permintaan orang orang ini maka dapat di pastikan jika klan nya akan miskin mendadak, tapi jika dia mengabaikan permintaan mereka, klan nya akan hancur oleh pasangan pembunuh tersebut, dan mungkin mereka juga akan ikut terbunuh jila sampai itu terjadi, jadi terpaksa mereka mengeluarkan harta klan ya untuk membayar kompensasi pada mereka, bahkan mereka sampai mengambil harta pribadi masing masing yang membuat mereka miskin dan juga menangis dalam diam, seperti pepatah yang kita sama sama ketahui, seperti terjatuh tertimpa Timba hahahaaa.......😁
apakah ini betul pepatah nya🤣
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung