Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Ke kacauan Di Mulai


__ADS_3

Kini dua orang dengan pakaian hitam dengan topeng putih dengan tanda petir di dahinya tengah berada di depan pintu gerbang kediaman yang yang sangat Besar , Di atas gerbang Tersebut tertulis nama Bangsawan Xi


Ya , kedua orang tersebut adalah Xhuhan dan Qingzhu yang kini tengah bersiap siap untuk menghilangkan penyakit masyarakat yang ada di kota ombak ini,


"Zhu'er, kamu lumpuhkan penjaga yang ada di sini, sementara Gege akan masuk kedalam untuk membantai penghuninya, lakukan dengan cepat dan jangan buat keributan , agar masyarakat tidak heboh ,"ucap Xhuhan pada Qingzhu


"Baik Gege, ayo mulai"ucap Qingzhu langsung menghilang dan langsung membunuh penjaga yang ada di gerbang tersrbut,


sementara xhuhan kini telah berada di samping Rumah besar tersebut dan kini dia tengah menyelinap untuk memasuki rumah tersebut dari pintu belakang,


'Xhuhan melakukan aksinya dengan memasuki satu persatu kamar yang ada disana dan langsung membunuh mereka tanpa membuat suara'


kejadian tersebut terus berulang Sampai pada kamar yang sangat besar di bandingkan kamar kamar yang lainnya, dimana itu adalah kamar Patriak Xi Tong, yang digunakan untuk istrirahat bersama wanita wanita muda yang ia ambil paksa dari keluarga kecil yang ada di kota tersebut, hal itu di karenakan istri dari patriak Xi Tong sudah lama meninggal , dan sejak saat itu kebiasaan menjijikkan nya itu terus berlanjut hingga tak terhitung berapa banyak wanita muda yang sudah dia dan anaknya rusak, karena keduanya memiliki kelakuan bejad yang sama,


untuk kekutan setiap penghuni rumah besar tersebut berada di ranah dewa agung 🌟 3-7 dan yang paling tinggi adalah patriak Xi Tong yang memiliki Kultivasi Dewa agung 🌟 9 yang sebentar lagi menerobos ke ranah abadi,


tapi bagi Xhuhan membunuh mereka semudah mematahkan lidi, dimana para tetua yang ada di sana dengan mudah Xhuhan habisi tanpa mereka sadari,


lalu Xhuhan perlahan membuka pintu kamar Patriak Xi Tong , dan mendapati otriak Xi Tong tengah melakukan meditasi , di tempat tidur nya , mungkin sebantar lagi akan melakukan terobosan, itu sebabnya di sana tidak ada gadis gadis muda yang biasa dia permainkan ,


kemudian xhuhan menciptakan Aray di kamar tersebut, karena xhuhan ingin membuat patriak Xi Tong putus asa sebelum kematiannya dengan menyiksanya


setelah selesai kemudian Xhuhan membuka sedikit auranya agar patriak Xi menyadari keberadaan nya


benar saja , tak lama setelah Xhuhan membocorkan auranya , patriak Xi langusng membuka matanya dan langsung melihat ke arah xhuhan yang tengah tersenyum ke arahnya , yang kini telah membuka topengnya menampilkan tampilan wajah yang di kenal semua orang sebagai pembunuh anaknya ,


yang membuat patriak Xi langusng murka melihat pembunuh anaknya di kamarnya

__ADS_1


"Berani sekali bocah kecil sepertimu memasuki kediaman keluarga Xi ku ini, apakah kau tau jika aku sudah lama menantikan saat ini, saat dimana aku bisa membunuh mu seperti sekarang ini"ucap patriak Xi dengan aura Dewa Agung 🌟 9 meledak dari tubuhnya, untung Xhuhan sudah memasang aray di kamar itu, jika tidak sudah hancur kamar tersebut tidak kuat menahan aura sekuat itu


"Paktua, jangan terlalu percaya diri dengan kekuatan semut mu itu, apakah kau pikir aku bodoh, jika aku lemah mana mungkin aku datang kesini, justru kau harus nya mikir, apakah aku dengan kekuatan kecil seperti yang kamu maksud itu berani datang ke sini sendiri, benar benar bodoh"ucap Xhuhan yang masih tetap tenang duduk di meja uang ada di kamar itu, mengabaikan tekanan yang di keluarkan Xi Tong padanya


Xi Tong yang melihat Xhuhan masih saja tenang meski ia sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya itu, di buat heran dengan pemuda di depannya ini, tidak mungkin kan jika pemuda yang memilih usia seperti anaknya ini lebih kuat darinya,


tapi karena dendam sudah menguasai dirinya, dia tidak lagi bisa berfikir dengan rasional , yang ada di pikirannya hanya balas dendam dan bunuh


"Aku tidak peduli dengan itu semua bocah bangs*t, karena saat ini aku akan membunuhmu, karena kau sudah kurang ajar dengan membunuh putra kesayanganku"ucap Patriak Xi langusng bergerak kedepan untuk menyerang Xhuhan yang tengah bersantai di meja


'Xhuhan yang melihat itu hanya berdiri dan dengan mudah menghindari setiap serangan yang di kirimkan oleh patriak Xi padannya


'kurang ajar, kenapa setiap serangan yang aku lancarkan selalu saja bisa bocah ini hindari, Tidak mungkin, aku tidak percaya jika aku tidak bocah membunuh bocah sialan ini' umpat nya dalam hati kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penginapannya dan menyerang xhuhan sekali lagi,


namun tetap saja semua serangan nya bisa di hindari dengan mudah oleh Xhuhan ,


"Bagaimana paktua, apakah kamu sudah puas menyerangku, jika sudah, biarkan aku mengajarimu bagaimana caranya menyerang dengan benar"ucap Xhuhan kemudian Tubuhnya menghilang dari pandangan patriak xi dan muncul di belakangnya karena Xhuhan mengunakan langkah bayangan pembunuh, yang memungkinkan nya bergerak cepat dan bisa dengan mudah berpindah ke bayangan musuhnya tanpa terdeteksi


Xhuhan memukul punggung patriak Xi dengan keras, dan membuatnya menabrak tembok kamar tersebut , Tidak berhenti disana , kemudian Xhuhan bergerak dengan cepat menghampiri nya lagi dan langsung memukul ke arah dantian patriak Xi , dan mengahncurkan nya,


Patriak Xi kini melihat Xhuhan di depannya, bagaikan melihat iblis yang sangat menakutkan , dengan kondisi tubuhnya yang cacat tanpa kultivasi dia hanya bisa meratapi dirinya Karena sudah menyinggung orang ini,


"Siapa kau sebenarnya, kenapa kau berniat membunuh ku dan juga membunuh anakku.?"tanya otriak Xi


"siapa aku tidak penting, tapi yang jelas , aku adalah musuh bagi penguasa yang menjijikkan seperti klan mu ini, dan perlu kau tau, semua penghuni rumah ini sudah aku penggal satu persatu, kini hanya tersisa dirimu, bagaimana, menyenangkan bukan, bila bisa menindas seseorang tanpa bisa di lawan oleh orang yang kita tindas" ucap Xhuhan yang mana membuat patraik Xi menyadari kemana arah pembicaraan pemuda di depannya ini, dia sekarang paham kenapa pemuda ini ingin menghancurkan klannya, karena dia tau apa saja yang di lakukan anggota klannya pada rakyat kecil di kota ini , terutama dirinya dan juga putranya yang suka menindas dan juga sering mengambil paksa anak wanita orang lain untuk dijadikan pemuas nafsunya, semntara keluarga korban hanya bisa menangis tanpa bisa melawan, Persis seperti apa yang di katakan Xhuhan padanya


kemudian langsung memenggal kepala patriak Xi dan mengambil cincin penyimpan nya sama dengan para tetua yang telah di bunuh sebelumnya

__ADS_1


kemudian xhuhan bergerak ke arah gudang penyimpanan klan tersebut dan menemukan banyak sekali batu roh disana dan juga ada berbagai senjata kelas dewa disana , mungkin di Berikan oleh Dewa Air, tanpa basa basi lagi Xhuhanuan langsung menguras semua harta tersebut dan pergi meninggalkan ruangan itu menuju istrinya yang kini sudah selesai juga membantai para penjaga yang ada di kediaman itu,


"apa Rencana Gege selanjutnya.?"tanya Qingzhu stelah selesai membunuh mereka semua


"kita bakar tempat ini beserta mayat mayat ini agar tidak membusuk, dan setelah ini Gege akan membagikan harta yang Gege dapat dari penyimpanan harta klan Xi tadi untuk para warga miskin yang sering mereka tindas"ucap Xhuhan pada istrinya


"baiklah Gege," setelah itu Xhuhan membakar Kediaman mewah tersebut beserta mayat mayat yang ada di sana menggunakan elemen apinya dan langsung menghilang dari sana untuk membagikan harta yang dia dapat pada warga yang menjadi korban kekejaman klan Sialan ini


malam itu Xhuhan dan Qingzhu berkeliling semalaman dan meletakkan tumpukan batu roh dan bebagai herbal langka di depan rumah setiap penduduk yang miskin di kota itu,


hingga menjalang pagi, barulah Qingzhu dan Xhuhan kembali ke penginapan Tempat mereka menginap...


.


.


..


...


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2