Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Pesta Di Mulai


__ADS_3

Malam harinya dua orang menggunakan pakaian serba hitam bergerak mendekati ke arah istana megah yang di kelilingi danau yang sangat indah, keduanya terus bergerak dalam kesunyian tanpa ada yang menyadarinya


setelah sampai di tempat yang cukup gelap , kedua orang berpakaian hitam itupun berhenti


"Zhu'er , kamu bunuh wanita yang ada di dalam istana ini, untuk sisanya biar Gege yang melakukan nya"ucap bayangan hitam satunya yang merupakan Xhuhan


"aku mengerti Gege, apakah kita akan mulai sekarang.?"tanya Qingzhu


"Tunggu sebentar lagi, Gege akan membuat Aray dulu, supaya apapaun yang terjadi di sini tidak terdengar ke luar, dan juga untuk mencegah seseorang keluar dari sini"ucap Xhuhan kemudian mengerakkan tangannya ke udara dan muncul banyak sajak kuno melayang di udara kemudian membentuk kubah hitam yang mengurung seluruh kerajaan tersebut


"Baiklah selesai, ayo mulai"setelah itu Xhuhan berpencar membagi tugas agar bisa terselesaikan dengan cepat


kedua bayangan itu terus bergerak membunuh setiap orang yang berpapasan dengan mereka, dalam kegelapan malam tersebut menjadi malam paling mengerikan bagi penghuni istana tersebut, pasalnya mereka mati tanpa tau siapa yang telah membunuh mereka,


kini bayangan itu bergerak masuk ke dalam kamar kamar mewah yang ada di istana itu, dimana itu adalah Xhuhan yang kini telah berada di salah satu kamar milik menteri istana


"Tidurlah dengan damai, sampaikan salamku pada Yama di neraka"setelah itu Xhuhan menebas jatuh kepala Mentri yang sedang tertidur tersebut, kejadian itu terus berulang hingga Xhuhan dan Qingzhu sama sama berada di depan kamar yang sangat besar dan mewah , yang merupakan tempat Dewa Air Guang Yu dan Permaisuri Xi Yang tinggal ,


kemudian xhuhan dan Qingzhu bergerak masuk ke dalam dan mendapati dua orang yang tengah tidur dengan lelap di sana , dua orang tersebut adalah Dewa air dan istrinya ,


kemudian xhuhan memukul belakang kepala permaisuri xi yang dan membuatnya pingsan, kemudian meminta Qingzhu untuk mengeksekusi nya di tempat lain,


karena xhuhan akan menyiksa terlebih dahulu Dewa sialan ini sebelum membunuhnya,


setelah Qingzhu membawa permaisuri Xi Yang , barulah Xhuhan memasang aray di sana , dan membangunkan Dewa air dari tidurnya dengan cara mengeluarkan aura kematian yang pekat dari tubuhnya


dan benar saja tak berselang lama, Dewa air Guang Yu membuka matanya dan melihat ke arah xhuhan yang kini tengah tersenyum menatap nya


"Siapa kau.?"tanya Dewa air dengan waspada


"haruskah aku menjawab nya , bukankah kau sudah mengutus prajuritmu untuk menangkap ku, mengapa sekarang kamu tiba tiba pikun begini.?"ucap Xhuhan dengan senyum mengejek


"Kurang ajar , Rupanya kau bajingan yang telah melenyapkan klan istriku, tapi tunggu tunggu, dimana istriku , bajing*n kau bawa kemana istriku.?"tanya Dewa Air dengan murka dan hawa membunuh serta kekuatan Dewa abadi 🌟 1 meledak dari tubuhnya


"kau tidak perlu mencarinya , karena mungkin istriku sudah mengirimnya bertemeu dengan keluarganya"ucap Xhuhan santai mengabaikan tatapan tajam dan hawa membunuh yang di arahkan padanya

__ADS_1


"Kau...., aku akan membunuh mu sialan, "umpat dewa Air dengan suara yang sangat menakutkan yang melesat ke arah xhuhan untuk menghujamkan pukulan ke arah dada nya


tapi dengan santainya xhunan menangkis serangan itu dengan jarinya, yang membuat Dewa air kaget dengan itu, bagiamana mungkin serangan yang dia keluarkan barusan telah di aliri 50% kekuatan nya , tapi dengan mudah orang didepan nya menangkis nya,


"Bagiamana mungkin, siapa kau sebenarnya, kenapa di alam dewa ini ada seseorang yang sangat kuat seperti mu.?"mau tak mau Dewa air harus menanyakan siapa identitas musuhnya ini karena dia tidak pernah mendengar seseorang yang sekuat ini sebelum nya kecuali Dewa elemen


"oh, kau menanyakan identitas ku ya, baiklah saya akan memberi tahumu siapa aku sebenarnya, toh juga sebentar lagi kamu akan mati di tanganku"ucap Xhuhan kemudian dia membuka topengnya,


dan nampaklah wajah pemuda tampan yang mempunyai kemiripan dengan seseorang di masa lalu dimana Dewa air dan para dewa lainnya dulu hampir saja membunuh orang tersebut , orang itu di masa lalu di juluki Dewa Kekacauan , karena setiap tempat yang dia datangi akan selalu kacau dan terjadi perampokan , meskipun tujuan nya mulia , tetap membuat para dewa dewa itu geram, karena mereka takut jika dewa Kekacauan tersebut akan membahayakan posisi Meraka kedepan nya, akhirnya Meraka memutuskan untuk bekerja sama untuk membunuhnya nya, itu bisa dilakukan setelah mereka berhasil membuat target keracunan terlebih dahulu, jika tidak mana bisa mereka menyudutkan nya.


Dewa air bisa merasakan aura yang sangat familiar dengan seseorang di masa lalu itu dikarenakan Xhuhan sengaja mengeluarkan kekuatan darah sang ayah, yang dulu pernah di berikan kepada nya , saat pertama kali berlatih Kuktivasi


"Tidak mungkin, siapa kau sebenarnya kenapa aura mu sama dengan dia.?"tanya dewa air dengan kaget


"hahahaha, siapa yang kau maksud dewa sialan, apakah Dewa Kekacauan yang telah kalian racun dan hendak kalian bunuh waktu itu"ucap Xhuhan dingin


kemudian melanjutkan


"Tentu saja auraku sama dengan orang itu, karena aku adalah Zen Xhuhan , putra dari dewa Kekacauan Zentian, yang akan menggantikan ayahku untuk menagih hutang yang dulu kalian lakukan padanya"


dimana itu adalah jurus yang pernah Xhuhan keluarkan sewaktu membantai jutaan monster di lembah Kematian sebelumnya, yang mana itu adalah transformasi dari ketiga elemen yang dimiliki nya, Api ,petir dan kegelapan, karena memang Xhuhan hanya mengunakan tiga elemen ini saja, meskipun dia memiliki seluruh elemen di tubuhnya,


Dewa air yang melihat sosok besar yang kini tengah menatapnya pun langsung mundur beberapa langkah dan jatuh tersungkur dengan keringat dingin bercucuran dari tubuhnya


"Apa yang akan kau lakukan, jika kau membunuhku, maka kau akan di kejar oleh dewa Elemen, karena aku adalah anak buahnya "ucap Dewa air masih sempat mengancam Xhuhan


"apakah kamu pikir si bodoh itu bisa menyentuh ku, jangan berharap terlalu tinggi pada junjungan mu itu"ucap Xhuhan dengan senyum merendahkan


kemudian mendekati tubuh Dewa air yang kini seperti orang gila , yang nampak dari wajahnya ,saat ini dia telah mengalami teror yang sangat buruk


kemudian xhuhan mengangkat tubuh Dewa air menggunakan tangan tranformasi iblis petir neraka nya, dan mengahadap kan wajah Dewa air pada mata sosok yang sangat mengerikan tersebut, lalu dengan tatapan mata dari sosok tersebut keluar lah api yang sangat panas membakar tubuh dewa air, sedikit demi sedikit , hingga semuanya benar benar hancur tanpa sisa ,


"Satu selesai tunggu saja para dewa sialan, giliran kalian pasti akan tiba"


kemudian Xhuhan kembali Manarik tranformasi nya dan bergerak keluar dari kamar tersebut

__ADS_1


disana dia melihat istri kecilnya tengah menunggu nya,


"apakah sudah selesai .?"tanya Qingzhu


"Sudah, bagiamana dengan mu.?"tanya Xhuhan


"semua sudah selsai , lalu kemana kita setelah ini.?"tanya Qingzhu


"kita akan mengunjungi dewa petir lagi , dan kali ini aku tidak akan main main lagi, langsung kita bunuh agar cepat selesai urusan di sini , dan juga mari kuras harta yang ada di tampat ini dulu, kamu bisa melakukannya bukan, karena Gege ada sesuatu yang harus di urus."ucap xhuhan menatap istri kecilnya


"serahkan padaku,"setalah itu Qingzhu bergerak menuju ruang penyimpan harta yang ada di kerajaan tersebut'


sementara xhuhan kini tengah membakar semua mayat yang ada disana agar tidak menjadi penyakit ,


setelah itu Xhuhan menulis sesuatu di kain putih yang sangat besar , yang di tempatkan di depan singgasana istana itu,


Dimana tulisan itu berbunyi,


"Aku Dewa Kehancuran akan mendatangi kalian cepat atau lambat, bersiap lah, karena kalian telah mengusik dewa ini, maka tunggulah Giliran kalian"


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2