
saat ini di langit sakte gunung petir terdapat 5 orang yang saling berhadapan , mereka tak lain adalah Xhuhan dan Qingzhu , sementara Yang lainnya adalah leluhur sakte dan orang orangnya
Susana disana nampak mencekam akibat ucapan Xhuhan sebelumnya yang mengatakan ingin menghancurkan sakte tersebut yang membuat kebocoran aura dari leluhur sakte tidak bisa di tahan lagi , alhasil atmosfer di tempat itu kini semakin mencekam
"kau tidak menjawab pertanyaan ku pak tua, tapi kau malah memberikan pertanyaan kembali, apakah kau mengerti ucapan manusia hah.?"ucap Xhuhan dengan tenang meski leluhur Tersebut mengarahkan semua tekanan auranya pada nya
"Kurang ajar, rupanya kau belum tau reputasi pak tua ini, baiklah biar aku tunjukkan apa itu keputus asaan "
"Naga petir" ucap leluhur itu
kemudian dari langit muncul naga yang menyerupai petir menatap ke arah xhuhan,
"bodoh, apakah kau tau apa yang sekarang akan kau terima bocah"ucap patriak sakte yang dari tadi diam
"oh apakah itu.?"tanya Xhuhan dengan acuh tak acuh melihat ke arah patriak sakte
"aku ingin melihat sejauh apa kesombongan mu itu akan bertahan"ucap patriak dengan geram seteleh mendengar jawaban Xhuhan tadi
"oi paktua, apakah naga petir itu kau yang memanggil nya.?"tanya Xhuhan pada leluhur sakte
"benar, apakah sekarang kamu sudah tau perbedaan di antara kita"ucap sang leluhur dengan sombong , karena melihat Xhuhan tadi sempat kaget setelah kemunculan naga tersebut
tapi jika dia tau Xhuhan tadi kaget bukan karena takut, sebelumnya Xhuhan bingung karena naga petir yang muncul lebih mirip ular dari pada naga , sangat beda dengan naga petir pembunuh yang biasa dirinya keluarkan,
"apakah cacing mu itu bisa mengalahkan ini"
"Naga petir pembunuh" ucap Xhuhan seraya menggerakkan tangannya ke langit
tiba tiba gemuruh angin dan awan menderu di atas sakte tersebut , awan awan berkumpul di atas sakte tersebut membuat keadaan disana lebih menakutkan lagi tak lama setelah itu
muncul kepala naga putih yang sangat perkasa dengan kumis hitam dengan tubuh di sekitar nya mengeluarkan aura kematian yang sangat mencekam yang membuat udara di sana nampak sesak dan mengerikan , bahkan naga petir yang di panggil oleh leluhur akte sebelum nya kini telah musnah setelah kemunculan kepala naga tersebut
"A a- pa itu, kenapa naga petir tersebut sangat menyeramkan"ucap sang leluhur dengan gugup dan ada perasaan takut setelah melihat ke arah langit
"bagiamana, apakah sekarang kamu sadar akan perbedaan diantara kita"ucap Xhuhan mengembalikan kata kata yang tadi di lontarkan oleh leluhur padanya
"si - aapa kamu sebenarnya.?"ucap leluhur dengan gagap
"Bukan siapa siapa , tapi dulu aku di juluki sebagai iblis petir PembantaiŲ tapi sekarang sudah berbeda, Karena aku saat ini sudah menggunakan nama lain, yang kemungkinan kalian sudah tau"ucap Xhuhan yang semakin membuat ke-tiga nya penasaran
"Dewa Kehancuran"
__ADS_1
Whusss.....
"Transformasi"
Muncul sosok hitam dengan mata menyala dengan api, membawa sabit di tangan kirinya dan pedang hitam di tangan kanannya, semntara seluruh tubuhnya di aliri petir
Bukan hanya mereka yang kaget dengan kemunculan sosok itu, Qingzhu pun si buat takut dengan kehadiran sosok besar di atas tubuh Xhuhan, tapi di diam saja di posisi nya , karena dia tau kalau itu merupakan jurus yang dimiliki suaminya
kini suasana disana sangat sangat Mengerikan, dengan aura kematian yang sangat pekat menerjang ke segala arah, yang membuat semua murid yang ada di sakte tersebut menggigil ketakutan , belum hilang kengerian yang di timbulkan oleh kemunculan kepala naga sebelum nya, kini di langit sakte mereka , terdapat sosok menyeramkan lainnya yang jauh lebih mengerikan dari naga petir sebelum nya
bahkan ketiga orang yang tadi terbang didepan Xhuhan bikini sudah terjatuh ke tanah kerena Tidak kuat dengan aura kematian yang di keluarkan oleh sosok tersebut
"Gege"ucap Qingzhu dengan bibir bergetar karena khawatir dan cukup syok dengan kejadian mendadak ini
Xhuhan yang mendengar ada yang yang memanggil Mamanya langsung menoleh ke samping dan menemuakn istrinya dalam ke adaan pucat, karena ini baru pertama kalinya baginya memperlihatkan transformasi ini pada Qingzhu
kemudian xhuhan menarik Qingzhu kedalam pelukannya dan mengalirkan energi semesta untuk menenangkan istri kecilnya
"Tenanglah Gege tidak apa apa"ucap Xhuhan mengelus punggung Qingzhu
kemudian xhuhan menatap ke arah ketiga orang yang kini telah berlutut di tanah
"Bagaimana, apakah kalian mengenal ku sekarang.?"tanya
"pertanyaan bodoh macam apa itu, bukankah kalian dan para dewa sialan itu sebelum nya memburu kami, dan juga aku memang mempunyai dendam dengan kalian"ucap Xhuhan dengan aura yang lebih kuat meluap dari tubuhnya
"Naga petir pembunuh, hancurkan semua nya" setelah kata itu keluar , naga petir yang ada di langit langusng meluncur ke arah sakte dengan ganas dan
booommm....
dentuman dan sapuan gelombang angin berhembus di tempat itu setelah naga petir pembunuh menghantam sakte bukit petir dan memporak porandakan tempat itu hingga menciptakan kawah besar disana tanpa ada lagi bangunan megah seperti sebelumnya, karena tempat itu kini telah lenyap bersama ledakan sbelumnya
"Tidaaaaaaak.....
leluhur sakte dan dua orang yang kini berlutut di tanah hanya bisa menyesali karena sudah menyinggung iblis di atasnya saat ini
"Bunuh kami, bunuh kami ,bunuh kami"ucap ketiganya dengan suara serak tanpa ada semangat hidup lagi,
kemudian xhuhan menghentikan tranformasi nya dan menampilkan wajah aslinya begitupun dengan Qingzhu
kemudian mereka melayang turun mendekati ketiganya
__ADS_1
Xhuhan sengaja melepaskan kekuatan darah ayahnya untuk melihat respon dari mereka bertiga
dan benar saja
"Zentian......., tidak mungkin ,
kau lebih muda dari dirinya , tapi kenapa kau memiliki wajah dan aura sepeti dewa itu"ucap leluhur tersebut dengan kaget
"apakah kau tau dengan wajah dan aura ini"ucap Xhuhan tersenyum ke arah leluhur tersebut'
"Apa hubunganmu dengan dewa kekacaun Zentian.?"tanya leluhur itu dengan penasaran
"Dia ayahku, sekarang setelah kau mengetahui ini , apakah kau sudah sadar kesalahan mu dimana"ucap Xhuhan dingin
mereka hanya menundukkan kepalanya saat ditanya seperti itu, pasalnya dulu Mereka juga terlibat dalam rencana pembunuhan yang di tujukan untuk Zentian,
"jika kalian tidak mau bicara, matilah"
kemudian sebilah cahaya melesat ke arah leher mereka bertiga dan langsung membunuh mereka bertiga di tempat
"Huft,...sedikit lagi , tunggu aku ayah"seteleh itu Xhuhan menghilangkan Aray yang menutupi tempat itu, dan membawa Qingzhu berpindah dari sana karena xhuhan merasakan banyak sekali aura yang mendekati tempat nya...
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung