Dewa Kehancuran Yang Baik

Dewa Kehancuran Yang Baik
Latih tanding & Berlatih elemen Ruang & Waktu


__ADS_3

"Istirahat lah Han'er karena tidak baik memaksakan dirimu, bekerja keras memang baik tapi jangan terlalu membebani tubuhmu itu lanjutkan besok saja sekarang kamu istirahatlah"ucap Xin Dilang pada Xhuhan yang dimana mampunya kebiasaan maniak latihan tanpa memikirkan kondisi tubuhnya


"Sebentar lagi guru, bagaiman jika kita berlatih sebentar guru, karena Han'er mau mencoba jurus jurus yang sudah Han'er kuasai dan guru bisa menilai apa yang masih kurang dari serangan yang akan Han'er keluarkan nanti."ucap Xhuhan dengan semangat entah apa alasannya Xhuhan kini memanggil Xin Dilang sebagai gurunya, karena buat dirinya Xin Dilang sudah seperti ayahnya yang melatihnya dulu itulah alasan Xhuhan menyebutnya sebagai guru


"Baiklah kaluarkan seluruh kekuatanmu han'er, agar guru bisa melihat sejauh mana perkembangan mu "ucap Xin Dilang dengan senyum karena anak muda di depannya ini memanggil nya sebagai guru


Lalu sepasang guru dan murid itu bersiap siap untuk memulai latihan nya


Xhuhan langusng mengeluarkan pedang petir Pembantai nya karena dia akan serius kali ini agar tidak mengecewakan gurunya,


"Terimalah serangan ku guru"lalu Xhuhan menggunakan langkah petir bayangan untuk mendekat kearah gurunya,


Xin Dilang yang melihat kecepatan bergerak xhuan hanya tersenyum karena muridnya itu menggabungkan elemen petir dan kegelapan nya itu, tapi baginya kecepatan seperti itu tidak ada apa apanya,


Booommmzz......


Booommmmmzz ...


Ledakan demi ledakan terjadi di tempat itu saat serang pedang yang di lapisi petir China berbenturan dengan setang Xin Dilang yang juga menggunakan elemen petir, dalam beberapa saat saja kedua guru dan murid itu sudah bertukar ratusan jurus


Booommmmm...


Booommmmm....

__ADS_1


Booommmmmm....


Ledakan terus terjadi di tempat itu dan menghancurkan apa saja yang ada di sana, Xhuhan dan Xin Dilang tetap asik dengan latihannya meski di sekitarnya sudah hancur berantakan serangan demi serangan telah mereka keluarkan meski terkadang xhuhan sering terpental menyusur terkena serangan di Dilang tapi tidak berpengaruh karena dengan kekuatan fisiknya saat ini sudah hampir mencapai fisik yang sempurna,


"Kecepatan seranganmu sudah bertambah kuat Han'er dan juga pertahananmu sudah jauh meningkat dari sebelumnya"ucap xindiaknf yang masih terus menyerang anak itu


"Terimakasih kasih guru ini semua berkat bimbingan dari guru"ucap xhuan yang kini sedang fokus bertahan karena Xin Dilang tengah gencar menyerangnya,


6 jam kemudian mereka menghentikan latih tandingnya dan keduanya kembali menuju goa untuk beristirahat, sesampainya di dalam gua Xin Dilang langsung berkata


"Sekarang kekuatanmu sudah berada di Dewa langit 🌟 9, kamu sekarang sudah bisa jika mau berpetualang di benua langit dengan kekuatan mu saat ini,tapi jangan berpuas diri teruslah berlatih dan jangan bersikap sombong dengan apa yang kamu punya saat ini karena kamu tidak akan tau sekuat apa musuhmu di luar sana, karena guru sudah lama tidak mengunjungi benua langit takutnya sudah ada Dewa surgawi di sana atau bahkan Dewa Agung, jadi kamu harus hati hati nanti jika mau berpetualang di sana"ucap xin Dilang Menasehati murid nya itu


"Biak guru Han'er akan selalu mengingat nasehat guru"ucap Xhuhan dengan hormat


Pagi harinya saat Xhuhan sudah bangun dari tidurnya Xin Dilang memanggilnya untuk menemuinya, setelah sampai di tempat Xin Dilang berada Xhuhan duduk di dekat gurunya itu, sementara Xin Dilang mengeluarkan 2 kitab dimana kitab itu merupakan kitab Ruang & waktu, yang dia kuasai dan yang mengantarkan namanya dulu bergema di alam dewa dan alam agung,


Dengan kedua kitab yang kini ada di tangannya Xhuhan mulai membaca halaman demi halaman dari kitab itu untuk memudahkannya mempelajari kitab itu,


Hari demi hari berlalu Xhuhan masih tetap fokus memahami isi kedua kitab itu , setalah 2 bulan dia sudah memahaminya dan mulai mempraktekkan seperti apa yang dia pelajari dari kedua kitab itu, dimulai dari dia bisa berpindah 10 meter dengan berteleportasi, sampai dia juga bisa berpindah puluhan kilo meter


"Akhirnya aku sudah bisa menguasai elemen ruang ini, tinggal satu lagi,"kemudian China mempraktekkan elemen waktunya dengan menghentikan waktu yang awalnya 1 detik berlanjut terus sampai dia bisa menghentikan waktu sebanyak 1 menit,


"Ini sudah cukup dengan mengahentikan waktu 1 menit di pertarunganku sudah cukup untuk mebunuh musuhku dengan mudah"lalu Xhuhan menghampiri gurunya yang kini sedang duduk di depan gua ...

__ADS_1


"Guru Han'er sudah menyelesaikan latihan, apa selanjutnya yang harus Han'er kerajaan guru"Xhuhan kini tengah duduk di dekat gurunya itu


Lalu gurunya mengajak nya kembali ke dalam goa itu


"Ambillah semua harta yang ada di dalam gua ini karena ini sudah tidak berguna lagi buat guru, kamu bisa memasukka ke dunia jiwamu itu karena dengan banyaknya harta ini kamu tidak perlua lagi memikirkan akan kekurangan usng di perjalanmu nantinya"ucap Xin Dilang pada Xhuhan


Dengan patuh xhuhan memasukkan semua itu kedalam dunia jiwanya karena di cincin penyimoanannya masih menggunung harta dari ayahnya, dalam sekejap harta harus itu sudah mengulang dari pandangan dan sudah berpindah ke duni jiwanya ,


"Tadi saat kamu membuka dunia jiwamu guru bisa merasakan energi yang kuat di dalam sana, apakah ada seseorang di sana Han'er "tanya Xin Dilang yang tadi merasakan ada kekuatan yang sedang berdiam diri di dalam dunia jiwa muri dnya itu


"Benar guru, disana ada ayahku yang sedang berkultivasi untuk naik ke ranah abadi 🌟 9, "ucap Xhuhan pada gurunya,


"Apakah kamu bisa memanggil nya kesini karena guru punya sesuatu yang bagus yang bis ambangi dia mencapai ranah itu bahkan naik lagi ke ranah yang lebih tinggi"ucap Xin Dilang yang membuat xhuhan kaget da juga bahagia karena ayahnya bisa cepat selesai dalam kultivasi tertutup nya,


"Baim guru Han'er akan memanggol ayah untuk keluar dan menemui guru , mohon guru untuk menunggu Han'er "lalu Xhuhan menghilang dari sana dan muncul di depan bangunan tempat ayahnya berkultivasi di dalam dunia jiwanya,


dengan pelan Xhuhan memasuki tempat itu dan di sambut oleh senyuman ayahnya yang tadi merasakan kehadiran anaknya jadi Zentian memutuskan untuk menghentikan sejenak Kultivasinya karena sudah merindukan anaknya itu,


"ayah"dengan perasan senang China yang melihat ayahnya tersenyum langsung menerjang masuk kedalam pelukan ayahnya itu karena sudah lama mereka tidak bertemu,.......


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2