
setelah membantai ratusan prajurit beserta penatua yang dikirim Dewa air untuk membunuh mereka berdua,
kini ke duanya sedang berbincang bincang di dalam goa yang ada di hutan tempat mereka sebelumnya tinggal setelah keluar dari kota Ombak,
"Gege, setelah ini kita akan kemana.?"tanya Qingzhu pada Xhuhan
"karena Dewa air sudah berbaik hati mengirim pasukan untuk menangkap kita , maka kita akan mendatangi kerajaan nya malam ini, kita mulai pembersihan pada dewa sialan itu di mulai dari wilayah timur ini, setelah itu kita langsung bergerak ke wilayah dewa lainnya, karena aku sudah Rindu sekali dengan ayah, sebaiknya kita cepat cepat selesaikan ini semua , agar kita segera pergi ke alam agung"ucap Xhuhan menjelaskan Rencananya
"Baiklah Gege, tapi apakah ayah Gege akan menerima Zhu'er, aku takut aku tidak di terima saat kita bertemu dengannya "Ucap Qingzhu dengan cemas dan takut
"itu tidak akan pernah terjadi Zhu'er, Karena ayahku sudah memberitahu ku sebelum aku bertemu Dengan mu, jika pasangan yang cocok dengan tubuh kekosongan milikku hanya Lah dirimu , yang memiliki Tubuh Dewi Alam, dan yang lebih membuatku cukup beruntung adalah, aku bisa menemukan gadis secantik dan sebaik kamu di sana waktu itu, dengan itu semua , maka kamu jangan khawatir lagi, "ucap Xhuhan mengusap kepala Qingzhu
"Apakah Gege benar benar mencintai Zhu'er , bukan karena kasihan padaku.?"tanya nya lagi dengan masih menunduk kan kepalanya
Xhuhan tidak langusng menjawab pertanyaan itu tapi langsung memeluk istri kecilnya itu ,
"Apakah kamu tidak mempercayai Gege mi ini , kalau boleh jujur, sebelum Gege ketemu kamu, Gege Tidak pernah tertarik pada wanita manapun , karena dulu Gege hanya fokus untuk menambah kekuatan saja tanpa memikirkan hal hal seperti ini, tapi setelah gege bertemu kamu, Gege merasa gege menemukan sosok ibu dan sosok keluarga di dirimu, karena cara kamu memperlakukan Gege sangatlah membuat Gege nyaman, dan sejak saat itu , Gege sudah memutuskan untuk menjagamu, meskipun saat itu Gege belum mengetahui jika kamu adalah pemilik tubuh Dewi alam, Di tambah fakta itu, semakin membuat Gege bertekad untuk terus bertambah kuat , agar bisa menjagamu dari segala bahaya"ucap Xhuhan panjang lebar pada Qingzhu yang kini sudah terlelap di dalam pelukannya , mungkin karena dia merasa nyaman dan tenang saat berada di dalam pelukan Xhuhan
Xhuhan tidak membangun kan istri kecilnya , justru dia menyenderkan punggungnya pada dinding gua yang ada di goa tersebut dan memejamkan matanya , dengan Qingzhu yang masih terlelap di dalam pelukan nya
Hingga menjelang sore Qingzhu perlahan membuka matanya dan menemukan dirinya tengah berada di pelukan suami yang di cintai nya, Qingzhu Tidka bergerak takut membangunkan suaminya yang masih memejamkan matanya,
Qingzhu masih menunggu Xhuhan Bangun dari tidurnya dengan posisi yang masih sama , tetap berada di dalam pelukan nya
setengah jam kemudian, Xhuhan membuka matanya dan melihat dua bola mata indah tengah menatapnya ,
Xhuhan yang tidak tahan dengan ke cantikan istri kecilnya langsung mencium keningnya dan mengusap kepalanya dengan lembut
"kenapa Tidak membangunkan Gege dari awal, jika kamu sudah bangun dari tadi.?"ucap Xhuhan pada Qingzhu
__ADS_1
"Tidak apa apa Gege, Zhu'er masih Nayaman begini"ucap Qingzhu yang masih memeluk Xhuhan
"jika begitu , bagaimana kalau kita ke dalam dunia jiwa saja, siapa tau Zhu'er ingin yang lain"ucap Xhuhan dengan senyum menggoda menatap Qingzhu yang sudah tersipu akibat ucapan nya
"Terserah Gege saja,"ucap Qingzhu malu malu,
kemudian Xhuhan membawa Qingzhu ke kamar nya yang ada di dunia jiwanya, dan meletakkan Qingzhu dengan lembut di tempat tidur nya,
karena semenjak menjadi buronan mereka sudah seperti suami istri dan juga mereka telah melakukan ritual penyatuan darah sebelumnya saat memberikan darah emasnya pada Qingzhu, yang otomatis mereka sudah terikat satu sama lain,
akhirnya kedua muda mudi itu menghabiskan waktunya di dunia jiwa selama hampir seminggu karena xhuhan sudah mengatur waktu disana 1:7 yang artinya, 1 hari di dunia luar Sama dengan 7 hari di dunia jiwa
Di hari ketujuh mereka akhirnya keluar dari dunia jiwa dan sudah kembali lagi ke goa dimana dia tinggal sebelum nya, dimana di sana sudah pagi
"Bagaimana Zhu'er , kita berangkat sekarang atau kita melakukan itu sekali lagi"ucap Xhuhan menggoda istri kecilnya itu
"maaf maaf, mari berangkat istri ku, jangan terus menunduk begitu, Gege tidak bisa melihat wajah cantikmu nanti"ucap Xhuhan kemudian membawa Qingzhu keluar dari hutan tersebut dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju arah istana dewa Air, untuk memulai pembasmian nya , dan Xhuhan sudah menargetkan rencana nya akan di mulai dari sini , kemudian akan berlanjut ke wilayah Dewa lainnya terakhir adalah , Dewa Elemen
menjelang siang kini Xhuhan dan Qingzhu sudah dekat dengan wilayah istana Dewa air, yang merupakan bangunan mewah di kelilingi danau si sekeliling nya, sangat cocok dengan Dewa Air
kemudian xhuhan mengajak Qingzhu untuk menjaga jarak terlebih dahulu , agar nanti malam tidak ada yang mencurigai aksinya jika mereka tengah beraksi
Semntara di dalam istana
kini Dewa petir telah memanggil seluruh petingginya untuk membahas hilangnya pasukan yang di tugaskan untuk menangkap seseorang ke kota ombak sehari sebelumnya
"Bagaimana apakah kalian mendapatkan petunjuk kemana hilangnya pasukan tersebut.?"Tanya dewa Air pada salah satu mentri nya
"Maaf yang mulia, kamu belum menemukan kemana hilangnya mereka, tapi tak jauh dari kota ombak tepat ya di hutan , terdapat bekas pertarungan di sana , tapi anehnya tidak ada jejak tertinggal di sana , baik mayat ataupun yang lainnya , hanya menyisakan kerusakan di tempat itu"ucap Mentri tersebut'
__ADS_1
"bagaimana mungkin bisa begitu, mungkin orang yang memenangkan pertempuran tersebut memusnahkan semua sisa perempuan termasuk mayat mayat musuh mereka, dan kemungkinan besar jika pertempuran tersebut adalah sisa pertarungan antara pasukan yang di kirimnya dengan target yang mereka buru"ucap Dewa Air menyatakan pendapat nya,
"Kemungkinan benar adanya Yang mulia, karena aura pasukan hanya berhenti di sana, dan kami sudah memeriksa ke kota ombak, dan kami menemukan fakta bahwa pasukan itu Tidka pernah sampai di sana , yang kemungkinan memnag itu adalah pertempuran terkahir mereka sebelum mereka menghilang"ucap mentri yang tadi berbicara sebelumnya
"Baiklah , kalian perketat penjagaan ke amanan kerajaan ini dan juga periksa setiap orang yang akan mendekati wilayah istana ini"perintah dewa Air
"siap yang mulia".
kemudian mereka langsung bubar dan menjalankan perintah dari dewa air
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1