
Dengan segala teka teki ini Chris harus hati-hati dalam meletakkan kecurigaannya terhadap orang-orang di Perusahaan. Chris meminta Jerry memberitahukan nomor rekening pak Herman, pak Helmi, dan pak Anggara. Chris membuat informasi data dari email tersebut bisa didownload untuk selanjutnya lebih mudah diolah dalam spreadsheet. Setelah mengerjakan email dari pak Helmi dilanjutkan dengan data email pak Herman.
Tidak terasa sudah waktunya dia pulang tetapi ketika dia ingat jika dia mencurigai Melissa, dia akan pulang terlambat hari ini. Karena dia akan memeriksa komputer Melissa untuk menghilangkan kecurigaannya terhadap Melissa. Semoga saja Melissa tidak berkhianat. Dia menunggu untuk keluar pukul 5 karena biasanya Melissa bekerja hingga pukul 5.
Chris yang sedang tidak ada pekerjaan, dia duduk kembali di sofa dan pikirannya kembali ke bekas luka di kaki Alexa. Mengapa seperti gadis remaja yang sering mengunjunginya dalam mimpi? Apakah gadis remaja itu adalah Alexa? Banyak pikiran yang memenuhi kepala Chris dan membuatnya semakin pusing. Dia harus memeriksakan ke psikolog untuk masalah amnesianya ini. Semakin munculnya mimpi-mimpi itu kepalanya semakin sakit.
Jam sudah menunjukkan pukul 5.30, sehingga Chris beranjak untuk keluar ruangannya dan memeriksa komputer Melissa. Di sana tidak ada aktifitas yang mencurigakan, yang ada hanya data-data penjualan range hingga lima tahun sebelumnya? Dan dia melihat ke aktifitas email Perusahaan yang dikelola oleh Melissa dan terdapat email ke Alexa. Untuk apa Alexa membutuhkan data-data itu?
Akhirnya dia memutuskan untuk langsung menuju rumah sakit. Hari ini dia berganti jaga dengan Bianca sehingga dia bisa pulang ke apart. Di kamar rumah sakit, Alexa sendirian karena Bianca akan kembali malam hari sehingga Chris bisa berbicara lebih personal dengannya.
Chris langsung masuk ke kamar Alexa dan menghampirinya.
“Lex, ada yang ingin kutanyakan?”
“Silakan,” fokus Alexa masih pada komputernya.
“Tujuanmu apa meminta data penjualan selama lima tahun terakhir ke Melissa?”
Raut wajah Alexa langsung berubah seperti orang yang ketahuan mencuri, “Oh, kamu sudah tahu? Melissa yang bercerita?”
“Bukan. Aku tahu ada yang mencurigakan dari perilakunya beberapa hari terakhir. Bisa dijelaskan?”
“Yang pertama, maaf. Bukan aku mau mencuri data dari perusahaanmu. Aku butuh untuk mencocokkan dengan database penjualan yang ada jadi bukan sekedar laporan dan invoice. Untuk lebih memastikan itu saja.”
“Ok, itu saja?”
“Iya, maafkan sekali lagi.”
“Iya, kumaafkan. Kenapa tidak langsung meminta ke aku?”
__ADS_1
“Aku sungkan merepotimu lagi. Dan kamu selalu sibuk akhir-akhir ini.”
“Iya, sih. Tapi lain kali bilang dulu padaku baru akan kusuruh Melissa membantumu.” Hanya dijawab dengan anggukan Alexa.
“Baiklah. Hari ini bagaimana harimu? Masih mengerjakan yang sama?”
“Hariku membosankan, tahu sendiri deh di kamar saja. Laporannya belum ada yang baru, masih mencari yang sama tetapi periode yang berbeda.”
“Semangat. Lalu besok sudah boleh pulang?”
“Iya, besok pagi setelah dokter datang akan diijinkan pulang.”
“Baiklah besok aku akan datang pagi ke sini.”
“Tidak merepotkan?”
“Iya, sih. Oke besok kamu saja kalo begitu.”
Selanjutnya dilanjutkan mereka berbincang hingga Bianca datang.
Hari ini Jerry tidak datang ke rumah sakit, dia memilih lembur bersama Dena untuk mencari data keuangan di rekening pak Herman, pak Helmi dan pak Anggara dari rekening Perusahaan. Chris berharap semoga data bukti transfer itu ada dan bisa dijadikan bahan bukti untuk laporan ke polisi.
***
Di tempat lain, pak Herman yang sedang mendapat rangkaian penjelasan dari orang suruhannya tentang pak Helmi. Untuk masalah pak Helmi yang menghilang seharian kemarin tidak dilaporkan karena pak Helmi masih kembali ke rumah. Lagipula orang suruhan itu berpikir apabila dilaporkan malah menjadi masalah untuknya. Bisa jadi dia tidak mendapatkan bayaran sehingga dia memilih aman untuk tidak bercerita.
Saat ini pak Herman sedang menagih janji pak Anggara yang sempat menjanjikan posisi di salah Perusahaan yang dimiliki olehnya. Karena apabila tidak bekerja, pak Herman tidak bisa memenuhi kebutuhan pengeluaran istri dan anaknya.
Di lain pihak pak Anggara masalahnya tidak ingin lagi berurusan dengan pak Herman tetapi dari kemarin dia ditagih untuk memberikan jabatan. Dia merencanakan akan memberikan jabatan setara manajer di Perusahaannya yang sudah berjalan dua tahun dan kebetulan saat ini posisi itu yang kosong. Paling tidak hanya untuk menutup mulut pak Herman saja. Karena pak Herman sudah mengetahui terlalu banyak urusan pak Anggara. Jadi, lebih aman untuk membiarkan pak Herman ada di sisinya.
__ADS_1
***
Keesokan paginya, Chris sudah berada lagi di rumah sakit untuk menjemput dan mengantar Alexa pulang ke rumahnya. Sekaligus juga modus Chris untuk mengetahui di mana Alexa tinggal. Setelah kedatangan dokter jaga pagi itu, Alexa diijinkan pulang dan rawat jalan dengan pemeriksaan dua minggu sekali kecuali ada hal yang dirasa tidak mengenakkan baginya boleh langsung kembali ke rumah sakit. Karena Alexa belum bisa berdiri maka Chris yang membantu memasukkan baju Alexa ke dalam tas. Mereka bersiap pulang setelah memeriksa sekali lagi di ruangan tidak ada barang yang tertinggal.
Dalam mobil Chris, Alexa duduk di belakang karena jika di depan dia masih belum bisa duduk. Mereka mengendarai mobil dalam keadaan hening karena Alexa melanjutkan tidur setelah tadi minum obat siang. Alexa sudah memberikan alamatnya kepada Chris sehingga seharusnya tidak akan tersesat.
Karena Alexa yang tidur, membuat Chris bertanya karena sempat di jalan dia terlalu jauh jadi harus memutar. Setelah berjalan sekitar 30 menit kemudian, mereka sampai di rumah Alexa. Chris yang membangunkan Alexa terlebih dahulu agar dia bangun. Karena setelah melihat kondisi rumah Alexa yang menggunakan tangga di bagian masuk sepertinya akan membuat Alexa kesulitan.
“Lex, kamu yakin akan tinggal di rumahmu?”
“Memang kenapa?”
“Rumahmu ada tangganya jadi akan membuatmu kesulitan.”
“Lalu aku harus ke mana. Bianca di apartemen tetapi dia berbagi dengan temannya.”
“Maukah kamu jika tinggal di apartemenku untuk sementara. Aku akan tinggal bersama Jerry. Jadi cukup memudahkan apabila kamu butuh apa-apa.”
“Memang Jerry tinggal dekat denganmu?”
“Lho, kamu belum tahu? Aku dan Jerry tinggal apartemen yang sama hanya beda lantai saja.”
“Baiklah, aku akan tinggal di apartemenmu tetapi beneran ya, kamu tinggal dengan Jerry.”
“Begitu menakutkan kah tinggal bersamaku?” Chris terkekeh melihat reaksi Alexa yang tergambar di pipinya yang merona merah.
Chris yang masih tertawa renyah itu kemudian memutar mobilnya untuk keluar dari area rumah Alexa dan menuju apartemennya. Sambil dia menyetir, dia menelepon Jerry untuk membantu membereskan kamar tamu di apartemennya tetapi ternyata Jerry masih berada di kantor. Jadi, dia meminta tolong Jerry untuk menjemput Bianca dan mengambilkan barang-barang di rumah Alexa untuk dibawa ke apartemen Chris. Sebenarnya di apartemen Chris itu terdapat dua buah kamar tetapi Alexa pastinya tidak akan nyaman tinggal berdua dengan lelaki yang mungkin masih asing bagi Alexa. Padahal sebenarnya Alexa tidak keberatan dia tinggal bersama tetapi pastinya dia akan canggung sekali. Apalagi Chris adalah orang yang masih dicintai olehnya.
Eh.
__ADS_1