Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 29


__ADS_3

Permintaan dari pak Arya membuat Chris berpikir ulang tentang masa lalunya, dia harus segera ke panti untuk mengetahui tentang masa kecilnya. Mungkin saja ibu panti mengetahui, memang tidak ada salahnya dia memberikan sampel DNA untuk diperiksa. Toh, itu juga belum tentu orang tuanya. Karena selama ini, Chris selalu berpikir bahwa dia sebatang kara, orang tuanya dianggap sudah meninggal.


Dia butuh bertemu Alexa untuk meminta pendapat, karena jujur dia sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini. Alasan pertama adalah karena dia ingin fokus membentuk masa depan bersama Alexa, yang kedua, dia memutuskan untuk tidak mengingat masa lalu. Apalagi jika masa lalu itu menyakitkan baginya.


Dia segera mengendarai mobilnya menuju apartemen dan setelah sampai, dia membuka pintu dengan tergesa-gesa. Alexa yang sedang di dapur jadi ikut panik melihat Chris yang sepertinya dikejar sesuatu.


“Kamu kenapa? Kok tergesa-gesa ada yang ketinggalan?”


Chris yang melihat wajah Alexa dan dia segera memeluk Alexa agar kekhawatirannya hilang, “maafkan aku. Tidak ada yang ketinggalan.”


“Lalu, ada apa?”


“Kamu mengetahui tidak bagaimana aku bisa berada di panti asuhan?”


“Tidak, kan kamu sudah ada sebelum aku.”


“Jadi, aku harus bertanya kepada ibu panti?”


“Mau telepon sekarang? Biar kamu tidak penasaran,” Alexa kembali menawarkan.


“Tidak perlu, aku ingin bertanya secara langsung dan meminta maaf terlebih dulu pada ibu panti.”

__ADS_1


“Sayang, kamu tidak perlu meminta maaf. Kamu tidak bersalah, oke jika memang belum mau untuk bicara dengan ibu.” Chris mendorong kursi Alexa ke ruang tengah untuk meminta pendapatnya.


“Jadi, aku buru-buru pulang tadi karena pak Arya tiba-tiba memintaku bertemu. Kukira akan membahas masalah persidangan saja ternyata bukan hanya itu.”


“Membahas apalagi?”


“Dia memintaku untuk memberikan sampel DNA untuk dia tes dengan seseorang karena menurut insting beliau ada kemiripan yang beliau lihat. Sedangkan pria tua itu sedang mencari anaknya dan meminta tolong pak Arya.”


“Wah, pak Arya bisa membantu orang yang kehilangan anak?”


“Iya, karena pak Arya juga menangani urusan warisan. Orang tersebut mencari anaknya untuk memberikan warisan. Mungkin jika aku anaknya aku akan marah karena sudah dibuang begitu saja. Sekarang meminta kembali hanya untuk mengurus warisan mereka.”


“Tapi kamu gak boleh begitu dong. Pasti ada alasan mereka memilih untuk membuang anaknya. Bisa jadi tidak ada pilihan saat itu selain membuang anak mereka.”


“Apa, sih. Mandi sana, penuh kuman.” Alexa segera menggerakkan kursi rodanya untuk melarikan diri dari Chris. Karena jantungnya saat ini tidak aman.


Sambil menunggu Chris selesai mandi, dia pergi ke kamarnya dan memeriksa jadwal kerjanya. Ternyata besok adalah jadwal Alexa untuk kontrol lagi untuk mengetahui keadaan tulang kakinya. Dia berharap untuk bisa melepas gips pada kakinya itu, Paling tidak agar dia bisa memakai celana panjang. Karena selama ini dia menggunakan rok sebab celananya tidak ada yang bisa digunakan. Dia juga sudah bosan hanya duduk di kursi roda. Gara-gara kecelakaan itu, dia tidak bisa berjalan sudah sekitar dua bulan terakhir tetapi karena itu juga dia bisa berpacaran dengan Chris.


Chris yang sudah selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Dia melihat kekasihnya sedang tersenyum malu-malu yang membuatnya semakin cantik di matanya. Dia berniat untuk menggoda kekasihnya lagi agar semakin marah. Yang menurutnya, jika Alexa semakin marah maka terlihat semakin cantik.


“Sedang memikirkan aku ya sampai kamu senyum-senyum sendiri begitu.”

__ADS_1


Alexa yang mendengar itu cepat-cepat menoleh ke arah Chris dan mencibir, “gak ada. Aku bayangin orang lain.”


“Siapa?” Chris dengan mode cemburu adalah hal baru untuk Alexa karena dia berekspresi marah dan posesif.


“Eh….” Alexa malah terlihat salah tingkah karena sudah salah menjawab karena jika Chris dibuat marah maka akan membuatnya ketakutan melihat sikap itu.


“Kenapa? Gak bisa jawab! Sudah mulai iseng juga, Ha!” Chris semakin menggoda Alexa agar semakin salah tingkah membuat timbul rona merah muda di pipi Alexa.


Alexa memilih untuk menundukkan kepalanya agar Chris tidak lagi menggodanya meski dia menikmati momen itu. Chris yang melihat Alexa diam tidak mengatakan apa-apa lagi membuatnya beranggapan mungkin Alexa sedang kesal dengannya. Chris pun pergi menuju dapur karena dia haus dan dia membutuhkan minuman dingin. Semakin dia menggoda Alexa semakin dia merasa panas di dalam hatinya.


Setelah kembali dari dapur, dia memperhatikan Alexa yang saat ini fokus ke ponselnya. Dia menikmati keberadaan Alexa di apartemennya saat ini. Jika Alexa tidak di sini, apakah dia akan kesepian? Tiba-tiba dia tidak ingin Alexa pergi dari apartemennya. Apalagi pergi dari hidupnya. Dia membayangkan hidupnya dulu sebelum bertemu Alexa, begitu kesepian dan hampa sekali hidupnya saat itu. Dia ingin membuat Alexa agar tidak pergi dari sisinya. Dia akan meminta pendapat Jerry saja dan untuk saat ini dia ingin menikmati momen ini.


Karena malam sudah datang, Chris pamit untuk kembali ke apartemen Jerry dan meninggalkan Alexa sendirian tetapi Alexa ditinggalkan setelah dia tertidur. Bianca tidak bisa menemaninya hari ini karena dia mempunyai janji dengan teman lelakinya. Sampai di apartemen Jerry, dia menghampiri temannya itu di kamar tetapi kamarnya kosong. Chris pun pergi ke kamar tamu sambil menunggu Jerry pulang entah dari mana.


Chris menunggu Jerry cukup lama karena sekitar dua jam berikutnya, dia melihat Jerry baru pulang. Untungnya meski tidak mabuk berat tetapi Jerry sudah tidak sadar. Chris mengurungkan untuk bercerita pada Jerry jika kondisi sahabatnya seperti ini. Tidak biasanya Jerry bersikap seperti ini. Pasti ada yang terjadi dengan Jerry. Sayang, meski Jerry menganggap Chris adalah sahabat, orang yang paling dekat, tidak membuat Chris mengenal Jerry lebih dalam. Chris tidak mengetahui sejarah hidup Jerry sebelum mereka bertemu. Jerry yang dikenal Chris adalah seseorang yang selalu ceria dan sahabat yang selalu ada untuknya.


Jerry diletakkan di ranjang kamarnya karena sepertinya benar-benar sudah tidak akan sadar hingga besok pagi. Dia pergi meninggalkan kamar Jerry untuk mengambilkan obat dan air putih untuk besok pagi jika Jerry bangun pasti akan pusing. Setelah itu dia menanggalkan sepatu dan kaos kaki yang masing terpasang dan menaikkan Jerry ke tengah lalu menyelimutinya. Chris memilih pergi untuk tidur di kamarnya karena memang sudah malam sekali.


***


Hari ini sudah jadwal periksa Alexa yang diantarkan oleh Chris ke rumah sakit sehingga Jerry yang mewakilkan mereka berdua di persidangan. Tadi pagi Jerry yang bangun dengan pusing kepala yang diakibatkan dari minum semalam, meminum obat yang sudah disediakan Chris di samping tempat tidurnya. Dia keluar kamar hanya melihat Chris yang sudah rapi dengan baju kasual karena akan menemani Alexa periksa. Dia juga memakan sarapan yang sudah disiapkan Chris. Apabila Chris menikah dengan Alexa, dia akan jarang memakan sarapan buatan Chris. Sedih juga ya ternyata melihat sahabat kita nantinya akan menikah.

__ADS_1


Setelah dirasa pusingnya sudah berkurang, dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera bersiap untuk ke melihat hasil persidangan untuk hukuman pak Herman dan pak Helmi. Sidang dimulai pukul 11 siang, saat ini sedang dilakukan pemutusan sidang untuk pak Helmi. Karena selama sidang pak Helmi bersikap kooperatif dan sebagian perbuatan dilakukan dalam ancaman dari pak Herman dan juga memberikan beberapa bukti sehingga hukuman pak Helmi hanya sekitar satu tahun lima bulan penjara.


Setelah makan siang baru putusan sidang untuk pak Herman. Jerry saat ini sendirian karena pak Arya baru saja meninggalkannya karena ada urusan. Sedangkan dia harus tinggal untuk mendengar sendiri keputusan hakim atas hukuman pak Herman. Akhirnya tiba juga pukul 1 siang, Jerry masuk ke ruang sidang dan mendengar keputusan hakim bahwa hukuman pak Herman diputuskan sekitar 5 tahun penjara.


__ADS_2