Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 27


__ADS_3

Chris meminta ijin kepada Alexa untuk berpikir sebentar, dia pergi ke kamarnya dan mengunci pintu kamar. Dia ingin sendiri dulu dan memikirkan apa saja yang diceritakan oleh Alexa. Dia tidak ingin tergesa-gesa memutuskan dan pada akhirnya menyakiti perasaan mereka berdua. Maka dari itu, Chris merasa nyaman bersama Alexa selama ini karena ternyata di alam bawah sadarnya, dia mengenali gadis itu hingga sekarang dia malah mencintai gadis itu. Tentunya dia tidak ingin berpisah dengan Alexa lagi tetapi masih shock dengan semua yang tadi dijelaskan. Dia mengerti alasan Alexa tidak segera memberitahunya. Saat ini pun dia tidak sakit kepala dan tidak merasa terpaksa untuk mengingat masa lalunya. Ingin rasanya segera memberitahu Alexa jawabannya tetapi dia tahan hingga nanti sore agar menunjukkan bahwa dia berhak marah. Padahal kenyataan berbalik, dia sama sekali tidak marah, malah bahagia karena Alexa gadisnya di masa lalu. Gadisnya, dia suka dengan sebutan itu.


Sudah satu jam Alexa berada di ruang tengah, duduk di kursi rodanya setelah Chris masuk kamarnya. Dia hanya menatap pintu kamar Chris yang tertutup dengan tatapan yang sedih. Dia sudah tidak terisak tetapi melihat Chris yang pergi setelah dia menceritakan semuanya, dia takut jika Chris akan membencinya. Duh, sekarang Alexa merasa menyesal sudah jujur tentang masa lalunya pada Chris.


Alexa pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya sendiri dan pergi beristirahat. Mungkin nanti sore Chris akan bicara lagi dengannya. Jika memang Chris tidak bicara lagi dia akan pergi dari apartemen ini. Dia tidak ingin menambah kekesalan Chris padanya. Selama satu bulan setelah bertemu dengan Chris, dia sangat bahagia. Ini saja sudah cukup untuknya mengenang Chris di sisa hidupnya.


Beberapa jam kemudian, Chris yang baru bangun karena ketiduran dan keluar kamar. Dia melihat Alexa sudah tidak berada di ruang tengah, pikiran buruk langsung menyapanya. Apa Alexa pergi meninggalkannya karena dia masuk ke dalam kamar dan lama tidak keluar. Tetapi dengan kondisi seperti itu Alexa tidak keluar jauh-jauh. Setelah melirik jam dan dia terkejut karena begitu lama dia di kamar, dia segera keluar dari apartemen dan mencari Alexa.


Sedangkan Alexa di dalam kamar mendengar suara pintu depan terbuka. Dia menduga Chris yang masih marah dengannya pergi dari apartemen karena tidak ingin bertemu dengannya. Alexa menangis dengan menutup wajahnya dengan bantal agar tidak terdengar bahwa dia menangis. Dia tidak ingin lemah di hadapan Chris.


Chris yang terburu-buru keluar apartemen segera menghampiri sekuriti untuk menanyakan apakah melihat wanita dengan kursi roda keluar sebelum ini. Sekuriti itu menjawab tidak melihat sama sekali karena memang dia baru saja bertugas sehingga membuat Chris melihat cctv apartemen. Ternyata tidak ada Alexa keluar dari apartemen. Dia bernapas lega melihat Alexa yang masih berada di apartemen.


Dia kembali dengan berlari ke apartemennya dan membuka pintu depan dan menuju ke kamar Alexa. Kenapa dari tadi tidak teringat bahwa Alexa masuk kamarnya sih. Dasar Chris bodoh, ejek dirinya sendiri. Dia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar itu dan Alexa berteriak dari dalam jika akan segera keluar.


Alexa yang berpikir bahwa itu mungkin saja Bianca karena Chris sudah meninggalkan apartemen. Dia pun segera pindah ke kursi roda dan membuka pintu. Dia terkejut melihat Chris yang berada di depan pintu itu. Chris tiba-tiba memeluknya dengan berlutut dan hal itu membuat Alexa menangis lagi.


Chris mengusap air mata di pipi Alexa, “maafkan aku. Aku tidak marah pada kamu. Aku hanya memproses semua informasi yang kamu berikan.”

__ADS_1


“Lalu kenapa lama di kamar? Kukira tidak ingin berbicara denganku lagi.” Alexa malah menangis kencang.


“Hehe, aku ketiduran setelah berpikir keras.”


Alexa yang mendengar alasan itu tidak terima, “Apa?! Jadi aku khawatir padamu untuk hal sia-sia. Malah ditinggal tidur sedangkan aku di sini menangis terus jika kamu benci aku.”


Chris yang bingung menenangkan Alexa kemudian mengusap kepala Alexa dan berkata, “Bagaimana aku bisa membenci kamu, lha yang kurasakan itu adalah cinta.”


“Hah…!” Alexa belum paham apa yang Chris katakan.


Alexa mencerna sekali lagi apa yang dikatakan Chris dan yang ada malah dia menangis lagi padahal tadi sudah berhenti.


“Beneran?”


“Iya, aku mencintai kamu,” ungkap Chris lagi.


“Aku juga, aku mencintai kamu.” Alexa mengulurkan tangannya untuk memeluk Chris dan menangis kembali.

__ADS_1


Di pintu apartemen yang terbuka, terlihat Jerry yang baru saja pulang dan ingin mampir sebentar ke apartemen Chris tetapi melihat momen itu, dia tidak ingin mengganggu mereka. Akan tetapi, di hatinya muncul rasa iri terhadap Chris. Kapan dia akan mengalami proses itu, menemukan seseorang untuk dicintai dan mencintai dirinya.


***


Beberapa hari kemudian, proses hukum untuk pak Herman dan pak Helmi sudah masuk ke persidangan. Jadwal pastinya masih akan dikabarkan minggu depan. Sedangkan, nasib pak Anggara tak jauh beda, beliau juga sudah dipanggil dengan status tersangka untuk dugaan pemilik Perusahaan fiktif yang sudah merugikan FutureCorp sekitar ratusan juta. Ada juga tambahan laporan dari Perusahaan lain selain FutureCorp dengan nilai puluhan juta sehingga dia akan mendapat hukuman maksimal enam tahun penjara.


Saat diinterogasi itu, pak Anggara sempat berkelit dengan menyangkal bahwa bukan dia yang merupakan pemilik Perusahaan fiktif itu. Pengacara pak Anggara datang sebelum beliau menyetujui pernyataan yang dikeluarkan petugas. Pengacaranya meminta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan kliennya sendiri. Petugas itu keluar dari ruang interogasi dan akan kembali setelah diskusi mereka selesai.


Petugas itu juga tidak lupa membawa bukti-bukti yang didapat agar pak Anggara tidak menyangkal lagi. Dengan ditemani dengan pengacaranya, pak Anggara menjawab pertanyaan. Petugas menunjukkan bukti-bukti kepada pak Anggara dan pengacaranya. Mereka terdiam sebentar dan pengacara itu berbisik dan pak Anggara pun mengangguk pasrah dan menjawab bahwa dia memang pemilik sesuai bukti.


Proses pak Anggara juga cepat karena dia mengakui perbuatannya dan hari itu juga beliau dilarang untuk melakukan perjalanan keluar kota maupun luar negeri. Pengacaranya menjanjikan bahwa mereka bisa mengajukan banding setelah sidang dimulai.


Berbeda nasib dengan pak Herman dan pak Helmi yang sudah dipindahkan ke dalam rutan karena sudah masuk ke dalam tahap persidangan. Pak Herman dan pak Helmi diletakkan berbeda ruang tahanannya karena ditakutkan pak Helmi akan dianiaya oleh pak Herman. Hal itu membuat pak Herman semakin marah, namun dia bisa apa. Membayar orang pun tidak bisa dilakukan karena untuk sementara semua asset mereka dibekukan selama proses hukum berlangsung.


***


Saat ini, di ruangan Pak Arya kedatangan seorang pria tua yang sebelumnya datang untuk meminta bantuan untuk mencari anaknya terkait warisan yang dimilikinya. Mereka saling mengenal karena sama-sama mengenal William Avan. Pak Arya menatap wajah pria itu dengan seksama dan merasa wajahnya familiar dengan seseorang. Dia pun menjanjikan untuk membantu menemukan anaknya. Pencarian ini harus dilakukan secara diam-diam agar keluarga pria itu tidak ikut campur lagi.

__ADS_1


__ADS_2