
Setelah lama di jalan, akhirnya mereka sampai di parkiran apartemen Chris. Mereka turun dan Alexa didudukkan di kursi roda yang dibawa dari rumah sakit dan Chris mendorong Alexa dari belakang. Untuk tas bawaan Alexa diletakkan di atas pangkuannya karena Chris tidak bisa membawa barang dan mendorong kursi roda.
Mereka naik lift ke lantai paling atas dan Chris mempersilakan Alexa masuk ke apartemennya untuk pertama kali. Mereka meletakkan barang yang dibawa di ruang tamu karena Chris akan mengajak Alexa untuk tur keliling rumah. Mengenalkan ruang agar Alexa tidak bingung selama tinggal di sini. Alasan lain Alexa memilih tinggal bersama Chris adalah ingin melihat bagaimana kehidupan Chris setelah dia hilang ingatan. Sebenarnya Alexa juga ingin jujur kepada Chris tetapi dia takut akan menyebabkan sakit kepala Chris sakit kembali karena berusaha mengingat. Maka dari itu, Alexa lebih baik berada di samping Chris seperti ini.
Setelah mengajak Alexa berkeliling mengenalkan rumahnya, Alexa diantarkan ke kamar tamu karena Chris menjaga privasinya untuk tidak sembarang orang masuk ke dalam kamarnya kecuali dia yang mengajaknya. Jadi, nanti selama Alexa berada di sini, Chris akan mengunci kamarnya. Chris juga sudah memberitahu Alexa untuk tidak menghiraukan kamarnya.
“Lex, satu lagi, seminggu sekali biasanya ada ibu pembersih rumah datang jadi nanti tidak perlu kaget ya. Kamu hanya membukakan pintu karena aku akan memberitahu beliau bahwa ada kamu di sini.”
“OK. Bolehkah aku di kamarku sebelum mereka datang?”
“Silakan. Perlu bantuan untuk naik ke tempat tidur?”
“Tidak, akan kucoba dulu. Baru nanti jika tidak bisa kamu akan kupanggil.”
“Ok. Aku akan di dapur menyiapkan makan siang ya.”
Alexa kemudian mendorong kursi rodanya sendiri ke kamarnya yang sudah ditunjukkan tadi. Dia menutup pintu kamarnya untuk menjaga privasinya. Dia malu sebenarnya berada di dekat Chris seperti ini padahal dari kemarin ketika Chris menjaganya di rumah sakit tetapi entah kenapa beda rasanya. Sedangkan, Chris akan masak untuk makan siang berempat karena Jerry tadi memberi kabar bahwa mereka sudah dekat. Untungnya, Chris selalu belanja rutin jadi tidak pernah kehabisan makanan apalagi Jerry selalu menumpang makan di apartnya.
Sekitar setengah jam kemudian Jerry dan Bianca datang dan Chris sudah selesai memasak satu hidangan. Masih kurang 1 hidangan lagi untuk dimasak. Bianca langsung pergi ke kamarnya Alexa sekaligus memberikan barangnya. Bianca mengetuk pintu kamar terlebih dahulu agar Alexa tidak kaget.
“Masuk, Bi,” sahut Alexa dari dalam setelah Bianca mengetuk pintu.
Bianca masuk dan menggoda Alexa, “ciyee … yang sedang tinggal di rumah pujaan hati. Hahaha ….”
“Apaan sih!” Alexa melempar bantal ke arah Bianca.
“Tinggal bareng nih?”
“Gaklah, gila kali. Dia akan tinggal dengan Jerry. Aku di sini sendirian. Dia mungkin akan menemaniku seharian lalu pulang ke apart Jerry untuk tidur.”
__ADS_1
“Asiik, sukanya diperlakukan seperti itu. Hati aman?” goda Bianca lagi.
“Hatiku gak aman, Bi,” aku Alexa jujur. “Aku bisa saja semakin mencintai Chris dengan perilakunya yang perhatian padaku. Aku ingin jujur tapi aku takut jika dia akan menderita jika dipaksa mengingat.”
“Bagaimana jika kamu menceritakan kamu pernah bertemu dengannya saat kamu remaja. Jika seperti itu kan tidak terlihat memaksakan.”
“Apakah dia nanti jika ingat akan marah kepadaku karena tidak memberitahu dia bahwa aku mengenalnya.”
“Nah, itu juga bisa menjadi masalah. Lebih baik pelan-pelan saja ya. Mencobalah jujur bahwa kamu mengenalnya ketika umur berapa gt.”
“Baiklah akan kucoba selama tinggal di sini. Bagaimana kalo kamu beberapa hari ke depan menginap di sini menemaniku?”
“Kukira kamu tidak akan menawariku, besti.” Bianca tertawa dan ternyata sudah mempersiapkan baju untuk menginap. “Tetapi aku hanya bisa menemanimu malam ini saja. Besok malam tidak bisa.”
“It’s ok. Aku hanya butuh sesuatu yang sama di ruangan yang asing ini.”
“Tentu saja, Chris itu memasak dari sejak kuliah sudah bisa. Entah ilmu dari mana.”
“Sepertinya aku memang jenius. Meski amnesia tetapi tidak melupakan kebiasaanku yang pintar memasak dan pintar dalam belajar.”
“Iya, ya. Tidak perlu dibahas sekarang.” jawab Jerry tiba-tiba kesal Chris besar kepala setelah dipuji.
“Amnesia?” tanya Alexa pura-pura tidak tahu.
“Iya, aku dulu mengalami kecelakaan yang membuatku amnesia. Hingga saat ini aku tidak ingat siapa dan bagaimana aku di masa lalu,” terang Chris menjelaskan.
“Lalu, bagaimana jika kamu tiba-tiba mengetahui masa lalumu?”
“Kata dokter, tidak boleh dipaksa mengingat,” sela Jerry agar menghentikan bahasan masalah masa lalu Chris.
__ADS_1
“Tidak begitu. Jika memang ada orang yang mengenalku dan dia memberitahuku aku dulu bagaimana, aku akan sangat senang tetapi aku tidak akan memaksa diriku untuk mengingat.” Chris sengaja berkata seperti itu untuk melihat reaksi Alexa.
Terlihat perubahan raut wajah Alexa yang tampak bersalah meski hanya bersalah.
“Sudah ah, jadi serius suasananya. Ayo lanjut makan lagi,” ajak Jerry agar suasana tidak terlalu tegang.
“Maaf, ya. Karena membahas topik yang suram. Ayo, Jer, ganti topik. Haha….”
“Dih, giliran cari topik suruh aku. Lanjutkan makan saja. Setelah itu kita main games atau nonton TV kabel saja.”
“Ok,” sahut mereka bertiga bersamaan yang membuat suasana cair kembali.
Setelah menikmati makan siang mereka bercanda hingga tak terasa malam berlalu dan saat ini Bianca diijinkan untuk menginap menemani Alexa. Chris mengambil bajunya untuk menginap di apart Jerry dan kelengkapan lainnya. Tidak lupa dia mengunci pintu kamarnya selama ditinggal.
Chris dan Jerry berpamitan untuk pergi ke apart Jerry. Mereka sudah memberi tahu nomor berapa apart Jerry agar nanti tidak tertukar bila butuh bantuan apabila respon melalui ponsel lama. Setelah mereka sampai di apartemen Jerry, Chris meminta hasil pemeriksaan Jerry pada data yang ditemukan padahal Jerry sudah capek tetapi Chris tidak ingin ditolak.
Akhirnya Jerry menahan kantuknya demi memberikan penjelasan dari penemuannya itu. Jadi, ternyata memang terdapat banyak transaksi yang terjadi antara rekening Perusahaan ke rekening pribadi tiga orang tersebut. Tetapi itu tidak ada keterangan itu untuk transaksi apa.
“Jer, apakah kamu bisa mencari orang yang memasukkan data tersebut. Tidak mungkin bukan bila pak Herman yang input data tersebut sendiri.”
“Wah, harus mencari sampai sedetail itu ya.”
“Iya, bagaimana menurutmu apabila aku membuat janji dengan William Avan. Karena berhubungan dengan Jacob, aku tidak mendapatkan informasi apapun. Jika William tidak bisa memberi informasi maka aku akan meninggalkan FutureCorp.”
“Harus sampai seperti itu?”
“Ya, Jer. Karena aku tidak ingin terpengaruh dengan sistem yang sudah rusak dari akar. Sulit untuk diperbaiki apabila memang telah berlangsung lama praktik seperti ini.”
Dengan mendengar kalimat itu membuat Jerry berpikir lagi tentang masa depan apa yang ingin dia ciptakan.
__ADS_1