Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 31


__ADS_3

Chris yang ditinggalkan Alexa hanya bisa memandang pintu yang tertutup itu dengan perasaan campur aduk karena dia berbicara seperti itu karena refleks menjawab perkataan Alexa. Dia sebenarnya masih belum yakin untuk menikah, bukan tidak ingin menikahi Alexa. Dia ingin mengetahui masa lalunya terlebih dulu meski dia sudah tidak terlalu memikirkan hal itu, tetapi paling tidak sebelum menikah, dia memiliki dasar seperti apa masa kecilnya.


Sepeninggal Alexa, Chris masuk kamarnya dan berganti baju untuk pergi menemui seseorang. Alexa yang keluar dari kamar karena merasa haus dan berpapasan dengan Chris yang sudah berpakaian rapi.


“Maafkan aku. Aku keluar sebentar ya.” Chris pamit meninggalkan Alexa di apartemennya tanpa kecupan di kening seperti biasa.


Hal itu membuat Alexa merasa aneh, hanya karena pembahasan menikah sehingga tidak ada kecupan seperti biasa. Alexa hanya melihat Chris pergi dan akhirnya dia ke dapur sesuai niatnya tadi. Di dalam hati Alexa agak kecewa karena Chris tidak menjelaskan tentang perkataannya tadi.


Saat ini Chris sedang pergi menemui Jerry di taman karena tadi Jerry sedang menemui seseorang di dekat sini. Setelah mereka bertemu, Chris bercerita pada Jerry.


“Jer, bagaimana cara melamar Alexa?”


“Lha kok tanya aku. Tinggal lamar apa susahnya.”


“Bukan itu maksudku. Cara melamar yang romantis seperti apa?” Jerry tertawa melihat sahabatnya mulai memikirkan untuk masa depannya.


“Cie, sudah ingin menikah. Gak betah ya cuma ciuman aja?”


“Duh, bukan itu. Aku tadi keceplosan masalah pernikahan sama dia. Jadi aku ingin segera melamar dia dan menikah. Biar dia tidak pergi dari hidupku.”


“Bagaimana jika kamu melamar saat kamu membawa dia ke panti. Sekaligus kamu ijin kepada ibu panti untuk menikahi Alexa.”


“Wah, ide bagus, Jer. Terima kasih ya.” Chris sudah berdiri dari duduknya dan akan pergi meninggalkan Jerry.


“Jangan lupa beli cincin dulu sana dan persiapkan semuanya serba romantis.”


Chris mengacungkan jempolnya dan pergi kembali ke apartemennya untuk menemui Alexa.


***


Di apartemen Chris, Alexa sedang menonton layanan streaming untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruknya tentang Chris. Pintu apartemen terbuka dan Chris muncul dan melihat Alexa sedang duduk menonton. Dia segera memeluk Alexa tiba-tiba membuat Alexa berpura-pura terganggu atas perilakunya karena Alexa sedang kesal dengan dirinya.

__ADS_1


“Maafkan aku,” Chris menempelkan kepalanya pada bahu Alexa karena tiba-tiba dia menjadi rindu dengan wanita ini.


“Ada apa? Kamu habis selingkuh?”


“Duh, kok jelek banget pikirannya,” protes Chris.


“Lha tadi rapi banget mau keluar. Sekarang balik ke rumah, main peluk-peluk. Bertemu siapa tadi?” cecar Alexa.


“Bertemu Jerry tadi, Sayang. Aku bertanya masalah kantor karena tadi klien yang ditemui Jerry masih ada yang kurang dokumen.” Alexa masih menatap tajam Chris dengan lirikan yang mematikan baginya.


“Benar?”


“Sungguh,” Chris berucap manja dengan Alexa.


Keesokan harinya, Chris pamit ke Alexa untuk pergi ke persidangan pak Anggara. Alexa tidak ingin ikut karena dia ada janji dengan Bianca untuk rapat dengan klien penting.


Di dalam ruang sidang, Hakim sudah mengetuk palu untuk putusan hukuman pak Anggara. Beliau dihukum enam tahun penjara dengan denda 230 juta rupiah. Sedangkan asetnya saat ini masih dibekukan karena akan dipergunakan untuk mengganti beberapa orang yang menjadi korban penipuan.


Pulang dari sidang, Chris mampir ke toko perhiasan untuk memesan cincin pertunangan dan pernikahan untuknya dan Alexa. Dia mengingat mimpinya tentang cincin dengan aksara jawa. Akhirnya dia bertanya apakah bisa kustom atau tidak. Pegawai itu kemudian meminta contoh desain yang dimaksud oleh Chris.


“Desainnya untuk ukiran di bagian dalam dengan tulisan aksara jawa seperti ini.” Chris menunjukkan contoh desain tulisan aksara jawa yang dibawanya. “Dan untuk pilihan cincin tunangan yang ini dan cincin pernikahan yang itu.” Chris menunjuk contoh cincin dalam display.


Dia meminta untuk cincin pernikahan dibuat sepasang. Untungnya Chris sudah memiliki ukuran jari Alexa sehingga bisa diproses hari itu. Pembuatannya sekitar selesai seminggu jadi dia mengajak Alexa ke panti sepuluh hari lagi saja. Dia memberikan jeda waktu karena ditakutkan pembuatan bisa mundur. Setelah melakukan pembayaran dan menerima nota pemesanan, dia berencana untuk pulang. Dia mampir dulu ke toko kue favoritnya Alexa untuk membawakan Alexa sesuatu.


Apartemen Chris.


Alexa sedang mencoba untuk berjalan tanpa kruk tetapi ketika kakinya coba dipijakkan ke lantai dan dibuat menahan beban tubuhnya, dia terjatuh. Untuk sekarang kakinya masih belum kuat sehingga dia menghentikan mencoba berdiri tanpa kruk. Masih lebih baik sudah bisa berdiri dan leluasa bergerak daripada di kursi roda. Sebenarnya dia sudah ingin masuk ke kantor, tetapi dia ingin menagih janji Chris untuk berkunjung ke panti asuhannya dulu.


Pintu apartemen terbuka, Alexa yang sudah mengetahui itu Chris hanya menoleh dan membiarkan dia masuk dan bebersih diri baru Alexa akan menawarinya makan. Chris yang masuk dan melihat Alexa sedang berkutat dengan komputernya memutuskan tidak mengganggu sehingga dia memilih untuk mandi saja.


Chris keluar dari kamar selesai mandi dan menuju kulkas untuk mengambil jus. Jus tersebut dituang ke gelas dan dia menghampiri Alexa. Dia memilih duduk di samping Alexa dan melihat apa yang dikerjakan.

__ADS_1


“Sibuk?” Dia meletakkan jus dan kantong berisi cake favorit Alexa tersebut di dekat laptop.


Alexa menoleh kepada Chris dan menatap sebentar lalu kembali lagi menatap laptopnya. Ternyata dia mematikan laptopnya agar dia lebih fokus untuk membicarakan apa yang akan dibahas oleh Chris.


“Ada apa?” Alexa bertanya kembali setelah dia menutup laptopnya dan membuka kantong itu.


“Itu buat kamu, cheese cake kan favoritmu?”


“Ahh, terima kasih. Lalu tadi mau bahas apa?”


“Berhubung kamu sudah bisa berdiri dan menggunakan kruk. Bagaimana jika kita pergi mengunjungi panti?”


“Sungguh?”


“Iya, aku ingin lebih mengetahui masa kecilku di sana. Karena aku juga harus memberikan kepastian kepada pak Arya. Beliau menanyakan terus jawabanku.”


“Lalu kapan kita berangkat?” tanya Alexa tidak sabar.


“Seminggu atau sepuluh hari lagi tidak apa-apa kan? Karena aku harus menyelesaikan pekerjaanku agar bisa cuti lama.”


“Oke. Di sana kita berapa hari?”


“Mungkin sekitar dua minggu. Bagaimana?”


“Aku ikut kamu sih tapi aku juga harus berkabar dulu ke Bianca ya.”


“Ya sudah, mau makan apa hari ini?”


“Nasi goreng daging saja ya. Karena tadi aku sudah masak nasi sih.”


“Siap, Nona!” Alexa tertawa mendengar hal itu dari Chris.

__ADS_1


Chris meninggalkan Alexa untuk memasak di dapur yang ternyata Alexa mengikutinya untuk menemani di dapur. Entah membantu potong-potong atau hanya akan menonton Chris beratraksi.


__ADS_2