Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 42


__ADS_3

Chris heran mengapa ada orang di depan pintu apartemen Jerry dan seorang kurir. Apa Jerry dari tadi di rumah ya, tetapi kenapa tidak menjawab teleponnya, batinnya. Ketika dia bertanya kepada kurir tersebut, dia mendapat jawaban bahwa hanya mengantar obat atas nama Annette. Dia pikir kurir ini salah alamat, tetapi setelah dilihat resepnya memang benar nomor apartemen sahabat. Apa dia membawa wanita ke dalam?


Pertanyaan dalam hati Chris terjawab ketika dia membuka pintu dan membawa kantong obat dari si kurir. Dia melihat sosok wanita asing di apartemen dan sedang duduk di samping Jerry yang sedang tertidur dan bergelung dengan selimut.


“Siapa ya?” tanya Chris sopan.


“Oh, saya temannya Jerry. Saya ke sini karena dihubungi oleh dia sebelum dia tidur lagi. Kalo begitu saya permisi karena anda sudah datang.” Annette berdiri dan membereskan barangnya dan menuju pintu, “tolong suapi Jerry dengan bubur yang saya buat dan jangan lupa diminumkan obatnya juga. Terima kasih.” Annette pun pergi padahal belum sempat Chris bertanya siapa namanya.


Chris yang hanya bisa melongo melihat kecepatan wanita itu pergi dari hadapannya. Dia menjadi curiga apakah benar Jerry yang memintanya bertamu karena sangat jarang melihat Jerry dengan teman wanitanya. Dia ke dapur untuk melihat bubur apa yang dibuat wanita itu dan setelah Chris rasakan, ternyata enak juga. Wah, pasti Jerry jatuh cinta dengan masakannya.


Dia pun melakukan apa yang diminta Annette, membangunkan Jerry untuk makan dan minum obat. Selanjutnya dia membawa Jerry kembali ke kamar untuk istirahat karena setelah minum obat, panasnya sudah lumayan turun. Yah, apakah nanti dia sanggup meninggalkan Chris untuk makan malam? Atau diganti saja makan malamnya pindah ke sini. Dia pun menghubungi Alexa terlebih dahulu.


Alexa : Halo, Sayang?


Chris : Halo, sayang. Sedang di mana?


Alexa : Mau pulang sih ini. Kenapa?


Chris : Jerry sedang sakit di apartemen jadi bagaimana enaknya nanti malam?


Alexa : Ditunda saja tidak apa-apa. Tetapi apa sudah kamu pesan?


Chris : Sudah pesan sih. Atau kalian bertiga saja? Melissa, Bianca dan kamu? Aku akan menemani Jerry di sini


Alexa : Emang gak papa?


Chris : Iya gak papa, tagihannya nanti masuk ke aku kok. Jerry sudah minum obat kok, cuma aku khawatir nanti dia butuh apa-apa

__ADS_1


Alexa : Iya sudah. Aku akan merayakan bersama para gadis saja


Chris : Hati-hati ya. Bye sayang


Alexa : Iya, sayang


Chris menutup panggilannya dan melihat keadaan Jerry lagi. Sudah tidak panas badannya, tetapi bisa saja nanti malam panasnya naik lagi. Selanjutnya, Chris meninggalkan Jerry untuk dia membereskan diri karena sedari tadi tiba belum melakukan apa-apa. Setelah berganti pakaian yang nyaman dia pun memasak untuk dirinya sendiri karena bubur untuk Jerry masih ada.


Chris penasaran dengan identitas wanita itu, sepertinya seumuran dengan Alexa, tetapi dia tidak pernah melihat wanita itu bersama Jerry. Pastinya nanti jika Jerry sudah sehat, dia akan mengintegorasi sahabatnya itu. Chris menghabiskan makanan dan segera mencuci piring dan gelasnya. Setelah itu dia menyiapkan buah untuk disiapkan di kamar Jerry. Siapa tahu nanti malam dia terbangun dan merasa lapar.


***


Restoran Jepang.


Terlihat tiga wanita sedang bertemu di depan restoran Jepang diantarkan seorang pelayan menuju ruangan yang sudah dipesan. Ruangan dengan model terbuka dan di tiap meja tersedia tempat memasak untuk chef menyajikan menu sesuai keinginan chef. Mereka hanya menikmati semua yang dimasak chef nantinya.


“Makasih, Lex, udah ngajakin kita nyobain ke sini.” Bianca memulai pembicaraan.


“Sama-sama. Ni kan calon aku yang mau nraktir sebenernya.”


“Cie, udah calon aja jawabnya,” goda Melissa.


“Hahaha…,” Alexa hanya tertawa.


Mereka bertiga membicarakan hal-hal tentang pria dan berbagi masalah wanita. Apalagi tentang curahan hati Bianca dengan pacarnya saat ini. Kebetulan pacarnya saat ini tidak jadi ikut karena mengetahui para pria tidak hadir, takutnya nanti akan canggung.


***

__ADS_1


Keesokan harinya, Jerry terbangun pukul 6 pagi dengan perasaan segar meski sudah tidak pusing. Dia tidak ingat apa yang terjadi kemarin. Seingatnya yang terakhir masuk ke pintu adalah siapa? Pikirannya memaksa untuk mengingat. Dia kemarin membukakan pintu seseorang, apa itu Chris ya?


Dia melihat ada buah di nakasnya membuat dia ingin mencoba memakannya. Meski tidak segar karena buahnya disediakan oleh Chris dari semalem dan dia juga lapar ternyata. Jerry pun keluar kamar untuk mencari di mana Chris.


Di dapur dia melihat ada sisa bubur di kulkas ketika dia membuka pintu dua pintu itu. Dia menghangatkan bubur itu untuk dimakannya karena tidak ada makanan lain yang tersedia.


“Ehmm, enak tetapi seperti bukan tipe masakan Chris,” gumam Jerry.


Chris muncul dari belakang Jerry, “emang bukan aku yang memasak untukmu. Masak kamu tidak ingat kemarin bagaimana?”


Jerry hanya mengerutkan dahinya, “iya, aku sama sekali tidak ingat. Memang siapa? Alexa?”


“Gak, aku datang pas wanita itu mau mengambil obatmu dari kurir. Siapa dia?”


“Wanita siapa sih? Jangan bikin penasaran deh.” Protes Jerry dengan penjelasan Chris bertele-tele.


“Lha emang aku gak tau kok. Orang dia kutanya cuma jawab temannya Jerry.” Ucapan Chris membuat Jerry penasaran tentang wanita itu.


“Kamu sudah baikan?” Chris bertanya lagi karena melihat Jerry melamun.


“Sudah lumayan, mungkin pukul 9 pagi nanti aku akan ke kantor.”


“Jangan dipaksa kalo emang kamu belum sembuh.” Chris memberikan pengertian kepada Jerry.


“Siap, Bos!” Jerry membalas perlakuannya.


Pukul 9 tepat, Jerry dan Chris berangkat bersama ke kantor dengan posisi Chris yang saat ini menyetir. Jerry sudah lebih baik setelah meminum obat, dia pun bertanya kepada sekuriti tentang wanita yang datang sore ketika dia sakit. Akan tetapi, sekuriti tidak menjelaskan siapa nama wanita itu karena sudah berkata bahwa sudah memiliki janji dengan Jerry dan menyuruhnya masuk. Sekuriti lupa menanyakan namanya karena cara berbicara wanita itu sangat menyenangkan.

__ADS_1


Hal itu membuat Jerry mengingat siapa wanita itu karena tidak ada nama wanita pun yang muncul di pikirannya. Karena terakhir dekat dengan wanita sekitar 2 tahun lalu dan itupun bukan hubungan pacarana. Siapakah wanita itu?


__ADS_2