Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 40


__ADS_3

Alexa yang mendengar suara Chris yang keras segera menoleh, takut terjadi apa-apa. Dia terkejut melihat posisi Chris dan lagi melihat kotak bludru yang membuat pikirannya ke satu benda. Akan tetapi, dia tidak mau harapannya naik sehingga dia menghampiri Chris. Mengajak Chris untuk berdiri dan mengambil kotak itu.


“I will!” Alexa membuka kotak bludru hitam itu dan terlihatlah batu ruby yang bercahaya dan menempel pada lingkaran cincin emas putih. “Pakaikan untukku!”


Chris mengambil cincin itu dan dipakaikan di jari manis kanannya dan itu sangat pas tidak besar juga tidak kecil.


“Bagaimana kamu bisa tau ukuran jari manisku?” tanya Alexa penasaran.


“Aku mengukurnya ketika kamu tidur. Hehehe….”


“Terima kasih.” Alexa membawa Chris ke dalam pelukannya.


Dia terharu dengan perlakuan special Chris. Dia merasa sangat sangat berharga dan diratukan oleh Chris. Dia jarang merasa seperti ini, tidak menyesal dia mengenal Chris hingga saat ini.


“Ya, sudah lanjut makan lagi,” ajak Chris membawa Alexa ke dalam duduk lagi.


Mereka menikmati kembali steak yang masih hangat untungnya. Kemudian pelayan kembali setelah steaknya habis dan membawakan dessert coklat mousse.


“Akkh!” Alexa berteriak kesenangan melihat dessert dihidangkan.


Hari ini benar-benar makanan kesukaannya semua, dari bunga mawar, hingga dessert mousse. Dia akan lebih baik dalam memperlakukan Chris sebagai kekasih, eh, sekarang sudah berubah status tunangan. Dia akan menikah, dengan Chris, lelaki yang dicintai dari dia kecil. Menjadi istri dari seorang Christopher James. Dia akan berjanji jika sudah menikah akan melayani Chris dengan sebaik-sebaiknya.


Setelah menyantap hidangan terakhir, mereka memilih untuk memesan white wine untuk merayakan malam ini. Dua jam kemudian, mereka keluar dari ruangan dengan wajah yang berseri karena malam ini malam yang bersejarah bagi mereka.

__ADS_1


Chris sangat puas dengan rencana yang dia buat dan Alexa juga sangat bahagia dengan kejutan ini. Mereka terlalu bahagia dengan keputusan mereka saat ini, menyambut masa depan yang akan direncanakan berdua. Saling mencintai dalam suka maupun duka.


***


Pagi ini Chris masih tersenyum senang tentang lamarannya yang lancar hingga mereka pulang ke apartemen. Chris saat ini masih berada di apartemen Jerry, rencananya akhir minggu ini, Alexa kembali ke rumah. Karena kontrak rumah Alexa dua bulan ini berakhir sehingga dia ingin menghabiskan waktu di sana sebentar.


Chris setuju-setuju saja, asal mereka tetap bisa bertemu setiap hari. Dia memutuskan untuk mengantar Alexa ke kantornya kemudian dia akan ke kantor pak Arya karena sudah berjanji hari ini mampir. Dia juga tidak lupa membawa kalung locket untuk ditunjukkan kepada Hector.


Kantor Pak Arya.


Di ruangan pak Arya sudah hadir Chris yang baru saja mendudukkan pantatnya di sofa ruangan itu. Tidak lama, terdengar ketukan pintu dari luar. Pak Arya membuka dari dalam dan mempersilakan masuk dan duduk berhadapan dengan Chris.


Chris mengamati Hector, berbeda rasanya ketika bertemu secara nyata dan hanya dari foto. Hector yang dipandang intens itu menjadi canggung dan tidak senang.


“Oh, maafkan saya. Saya ada perlu dengan pak Arya,” jawab Chris dengan tegang.


Pak Arya yang melihat interaksi mereka sangat kaku sekali dan berusaha mencairkan dengan membawa amplop hasil tes dna ke hadapan mereka. Dia menyerahkan hasilnya kepada Hector dan meminta dia membaca sendiri hasilnya.


“Tetapi, dia siapa? Mengapa ada di sini? Apabila kamu memang masih sibuk, aku masih bisa menunggu di luar.” Hector ingin privasi dengan pak Arya untuk masalahnya.


“Oh, maaf, aku lupa. Dia adalah seorang yang kuminta untuk tes dna. Jadi, sekarang kamu buka agar kamu mengetahui yang ingin kamu cari,” jawab pak Arya tegas.


Hector pun buru-buru membuka amplop dan mengambil surat tes itu. Dibacanya perlahan dan tertera 99,98% adalah ayah dan anak. Lalu dia melihat ke arah anaknya dan menangis. Bagaimana dia tidak menyadari bahwa wajah anaknya adalah wajahnya di saat dia muda. Beberapa fitur seperti alis dan mulut mirip dengan ibunya.

__ADS_1


“Boleh aku memelukmu?” Hector mendekat kepada Chris dan ijin untuk memeluknya.


“Iya …,” Hector langsung memeluk Chris setelah diijinkan, dia menangis dan meminta maaf kepada anaknya karena kesalahannya, anaknya yang menderita.


Chris menjadi tegang dalam pelukan Hector karena masih merasa asing tetapi di satu sisi ada yang familiar dengan wangi tubuh Hector. Dia membalas pelukan itu dengan merangkulkan tangannya ke punggung ayahnya, tetapi tidak seerat pelukan Hector. Hector pun melepaskan pelukan itu karena masih sungkan apakah anaknya nyaman atau tidak. Saat ini dia harus menuruti apa permintaan sang anak untuk menebus semua kesalahan yang dilakukan di masa lalu.


“Maafkan aku ya, Nak. Menelantarkanmu terlalu lama dan tidak mencarimu dari lama,” Hector mengucap maaf lagi.


“Iya, tidak apa-apa, Pak. Maafkan saya yang mungkin masih belum bisa memanggil anda dengan sebutan yang mungkin anda harapkan. Tetapi, saya akan tetap berusaha untuk menerima.” Chris mengatakan hal itu dengan sangat hati-hati pastinya. Takut akan membuat suasana malah menjadi semakin tidak nyaman.


“Iya, Chris. Aku paham dan aku justru senang kamu mau menemuiku dan tidak membenciku. Aku tidak akan meminta melebihi ini. Senyamanmu saja, tetapi aku masih boleh untuk menemuimu di lain hari?” tanya Hector lagi.


“Bisa, nanti akan kuberikan nomorku agar tidak merepotkan pak Arya lagi.” Pak Arya yang melihat itu hanya tersenyum bahagia karena ternyata Chris bisa menerima hal ini dengan lapang.


Sejam berlalu ketika Hector bertanya tentang apa yang sudah terjadi dengan Chris dan tidak ada di panti asuhan mulai dari kapan. Pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan Chris, hingga ketika makan siang, ponsel Chris berbunyi dan tertera nama Alexa. Membuat Chris keluar untuk menerima telepon dari Alexa.


Sementara Chris masih di luar menerima telepon. Hector mengucap banyak terima kasih untuk Arya dan berencana untuk menjadi investor di kantor Arya ini.


“Ayolah, Arya. Untuk apa yang sudah kamu lakukan dan untuk pegawaimu. Terimalah pemberianku,” Hector sedikit memaksa, tidak mau menerima penolakan dari temannya itu.


“Baiklah, nanti urusanmu dengan keuangan saja. Sekarang aku ingin bertanya, apa yang akan kamu lakukan dengan Chris dan ke depannya?”


“Aku tidak akan memaksa Chris untuk apapun, dengan bertemu dengan dia dan dia menerimaku dengan segala kekuranganku. Aku bersyukur aku bisa bertemu dia sebelum aku pergi. Jadi, aku bisa melaporkan kepada Isha bahwa anakku mengenalku.” Hector kembali meneteskan air mata mengingat Isha.

__ADS_1


Chris yang sebenarnya sudah selesai telepon tadi tidak sengaja mendengar kata-kata Hector bahwa beliau senang dengan penerimaan Chris. Dia sebenarnya juga bahagia bertemu salah satu orang tuanya, tetapi entah kenapa ego yang dimilikinya maish tidak terima dia dibuang.


__ADS_2