Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
Ikrar Pengikat Jiwa


__ADS_3


Prolog


Beribu-ribu tahun yang lalu.


Sekelebat bayang hitam memasuki ruangan kamar selir melalui celah pintu yang terbuka sekitar 5 cm. Dia tertarik dengan aura dendam yang menguar sangat tajam dari dalam ruangan itu dan menghasilkan aroma yang disukai oleh golongan gaib. Membuat bayang-bayang hitam itu tertarik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Mengapa aroma dendam yang sangat tajam keluar dari kamar dalam sebuah istana raja.


Pikirnya, tidak mungkin ada orang yang bisa sedendam itu terhadap raja. Karena apabila sampai diketahui bahwa ada orang yang bisa membahayakan raja dan keluarga Kerajaan maka raja segera mempekerjakan pembunuh bayaran. Orang-orang tersebut keesokan hari sudah berubah menjadi mayat yang tidak akan bisa diketahui penyebab kematiannya. Rakyat yang mengenal orang-orang itu tidak akan pernah berpikir bahwa mereka


meninggal melainkan hanya bahwa mereka meninggalkan daerah Kerajaan itu.

__ADS_1


Terjadi adegan menyedihkan di dalam ruangan itu yang disaksikan oleh bayang-bayang hitam. Bagaimana tidak menyedihkan, terlihat seorang ibu yang sedang meregang nyawa setelah melahirkan bayinya. Lebih baik jika meninggal setelah melahirkan. Ini tidak, melainkan dia dibunuh oleh sang ratu. Dia dipaksa minum racun setelah selesai beberapa jam yang lalu melahirkan anak lelakinya untuk sang raja.


Kasihan, dia saja mungkin belum sempat melihat sang anak. Ada kemungkinan dari situ terciptalah aroma dendam yang kuat ini. Selir itu tidak menerima kematiannya. Namun, ini sangat menguntungkan baginya, dendam yang sangat kuat bisa jadi sumber kekuatan untuknya setelah terkalahkan dan dibuang oleh pemiliknya.


Didekatinya tubuh sang selir itu dan ternyata dia masih bernapas dan bisa melihat dirinya yang sedang melayang.


“To-tolong, tun-tuntas-kan den-damku,” kata yang terucap dari mulut si selir.


“Kamu bisa hidup di cincin ini serta balaskan dendamku untuk keturunan si ratu itu apabila memiliki anak lelaki. Tidak akan pernah hidup lama. Kamu bisa mengambil energi kehidupan mereka untuk memperpanjang hidupmu.” Selir itu mengucapkan permintaan yang sangat menggoda untuk si bayangan.


“Aku minta tolong padamu, Kliwo~,” ucap Selir itu untuk yang terakhir kali sebelum benar-benar meninggalkan raga itu.

__ADS_1


Dia tertarik dengan penawaran si selir. Karena akan selamanya terjamin untuk mendapatkan asupan energi dengan mengambil dari keturunan musuhnya. Tanpa harus meminta-minta ketika saat ini dia tidak memiliki tuan.


Akhirnya, dia mencoba mengambil cincin yang digenggamnya itu dan menghirup aura dendam itu untuk dimasukkan ke dalam cincin itu. Dia juga harus meletakkan cincin ini agar diambil salah satu anak Perempuan


ratu agar dendam si selir pun terbalaskan. Dia terbang mengelilingi istana dengan membawa cincin dalam genggamannya.


Tak lama setelah berkeliling, dia melihat ada anak ratu yang paling bungsu, sedang di luar kamar untuk pergi menuju dapur karena terlihat masih lapar. Dia pun menghampiri dan menjatuhkan cincin itu dan tidak lupa dia mengucapkan mantra untuk memasukkan dirinya ke dalam tubuh cincin itu.


Klinting! Cincin itu terjatuh di samping pintu kamar si bungsu dan bunyinya membuat si bungsu menoleh dan melihat cincin itu. Dia tertarik karena kilauan emasnya sangat indah di bawah cahaya yang temaram. Diambilnya dan dimasukkan ke dalam lengannya agar tidak ketahuan sang ibu ratu.


Di dalam cincin itu, dia terikat janji dengan dendam selir untuk membasmi setiap keturunan laki-laki dari ratu. Bayangan hitam itu menyeringai tajam dan jika ada yang melihat hal itu pastinya akan bergidik ngeri. Senyuman itu memperlihatkan gigi kuning kehitaman yang membentuk runcing dan berderet tidak rata semakin membuatnya terlihat menyeramkan. Dia menamai dirinya KLIWON!!

__ADS_1


__ADS_2