Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 51


__ADS_3

Mereka keluar dari ruangan ganti dan menuju lokasi outdoor di lantai rooftop. Mereka beriringan dengan dibantu salah satu pegawai untuk membantu mengangkat bagian belakang jubah dan gaun Alexa.


Begitu mereka keluar dari lift, mereka disambut meriah oleh para tamu yang tadi mengikuti dari gedung pemberkatan. Didukung cuaca yang cerah dan tempat yang didekorasi sedemikian rupa sehingga membuat kebahagiaan semakin berlipat.


Alexa sangat bahagia, merayakan pernikahan sesuai dengan mimpinya selama ini. Digenggam tangan suaminya untuk memberikan aliran kebahagiaan yang dialaminya.


“Terima kasih,” ucap Alexa kepada suaminya yang tersenyum ke arahnya.


“Untuk?” Chris bertanya karena dia tidak tahu istrinya tiba-tiba berkata seperti itu.


“Terima kasih untuk mewujudkan semua permintaanku dalam pernikahan ini,” puji Alexa.


“Semoga kita selalu seperti ini ya.” Chris mengecup kening istrinya.


Mereka sudah sah secara hukum dan agama sebagai suami istri. Chris masih belum mempercayai semua hal yang terjadi belakangan ini dalam hidupnya. Mulai dari bertemu dengan Alexa, cinta masa kecil hingga kehidupan masa lalunya, serta ayahnya yang mencari dirinya. Lengkap sudah sepertinya kebahagiaan dalam hidupnya. Sepertinya di masa lalu dia pernah berbuat baik sehingga mendapatkan keberuntungan di kehidupannya saat ini.


Dia melihat para tamu yang datang di hari bahagianya ini sedang menikmati makanan dan minuman yang sudah dihidangkan. Jerry mendekatinya dan sekali lagi mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Setelahnya mereka mengobrol sebentar karena kebanyakan tamu sedang makan siang.


Dari jauh dia melihat Annette dengan gaun terusan pink pucat yang membentuk lekukan badannya sehingga membuat dia terlihat seksi. Jerry terpana melihat Anne menjadi cantik sehingga membuatnya hampir jatuh karena bertabrakan dengan tamu lain. Chris yang melihat itu malah menggoda sahabatnya.


“Cepet ambil sana. Daripada direbut orang lain lho!” Chris menggoda Jerry yang merona karena ketahuan memperhatikan Anne. “Dan kamu tahu, yang kemarin merawatmu saat kamu sakit adalah dia. Yang membuatkan bubur untukmu. Aku datang saat dia sudah selesai memasak dan memesan obat untukmu.”


Kata-kata Chris yang didengar Jerry masuk ke telinga kanannya dan perlu waktu untuk otaknya mencerna apa maksud dari perkataan itu. Jadi, selama ini yang dia kira mimpi itu ternyata nyata. Dia hanya mengingat jika dia mempersilakan masuk seorang wanita, tetapi semua itu dianggapnya mimpi.

__ADS_1


“Beneran yang kamu katakan?” Jerry bertanya memastikan lagi.


“Iya, aku juga kaget bagaimana dia masuk. Waktu itu kupikir dia masuk karena bersama denganmu.”


“Tidak, aku sudah dari pagi di apartemen. Dia datang waktu siang mungkin, aku tidak sadar sudah membukakan pintu. Kupikir itu kamu karena selanjutnya aku tidak kuat bangun lagi,” aku Jerry.


“Iya, kulihat kamu terbaring di sofa, mungkin dia tidak kuat memindahkanmu ke kamar.”


“Oke. Terima kasih informasinya, nanti aku akan berterima kasih sama dia.”


“Lebih sopan dan perbaiki sikapmu terhadapnya. Perjuangkan jika memang hatimu ingin.” Chris mengedipkan mata kepada Jerry.


Jerry yang melihat arti kedipan itu kemudian menoleh ke belakang, karena posisinya saat ini membelakangi Annette. Manajer keuangan itu mendekat kepada atasannya untuk memberikan selamat.


“Selamat menyambut hidup baru ya Pak Chris dan Bu Alexa.” Annette menyalami mereka berdua.


“Terima kasih, Anne.” Anne terlihat salah tingkah karena Alexa mengetahui namanya.


Dia melirik Jerry dengan tatapan tajam yang menunjukkan hawa permusuhan sehingga membuat Jerry merinding. Dia menebak Jerry pasti bercerita macam-macam tentangnya kepada istri atasannya. Anne mengembalikan air mukanya agar tidak terlihat salah tingkah lagi dan memutuskan untuk meninggalkan mereka.


Setelah para tamu selesai makan siang, mereka menghampiri kedua mempelai untuk memberikan ucapan langsung dan berfoto bersama secara bergantian. Jerry segera menyingkir dari kumpulan orang-orang yang sedang antri dan dia pergi menyusul Annette.


Chris dan Alexa kewalahan dengan semua antrian tamu yang sedang berebut untuk bersalaman dan berfoto dengan mereka. Untungnya para tamu bisa diatur untuk lebih rapi dan teratur sehingga mempercepat proses foto dan bersalaman.

__ADS_1


Akhirnya setelah tiga jam acara berlangsung, para tamu sudah berkurang banyak dan tinggal para pegawai hotel yang membereskan piring-piring kotor. Para pekerja WO juga masih berada di sana untuk koordinasi dengan pihak hotel untuk menyelesaikan sisa-sisa acara.


Kedua mempelai pun memutuskan untuk beristirahat di kamar hotel yang memang disediakan dari WO. Mereka mendapat fasilitas di hotel selama 3 hari 2 malam untuk paket yang dipilih. Jadi, mereka untuk sementara tidak ada rencana untuk berbulan madu. Lagipula mereka hanya mengambil cuti seminggu saja karena sebelumnya sudah banyak mengambil libur. Apalagi Alexa yang setelah kecelakaan banyak hari tidak aktifnya.


Akhirnya mereka meninggalkan ruang pesta dan menuju kamar hotel. Chris meminta Alexa untuk tidak langsung memasuki kamar mereka, tetapi meminta untuk melakukan ritual. Alexa tidak mengerti apa maksud Chris, tetapi tiba-tiba Chris menggendongnya dengan gaya bridal style. Alexa terkejut dengan perlakuan itu, meski disertai dengan jeritan kecil. Dia segera mengalungkan tangan ke leher suaminya agar tidak jatuh.


Chris pun membawanya masuk melalui pintu yang sudah dibuka oleh istrinya dan meletakkan istrinya di ranjang. Dia mencium bibir wanitanya, yang saat ini sudah sah menjadi istrinya. Pertama hanya berupa kecupan kecil, lama-lama dia ******* bibir istrinya dan membuat sang istri membuka bibirnya. Dengan begitu lidahnya pun menerobos masuk setelah istrinya membuka sedikit bibirnya. Dilumatnya tanpa henti membuat Alexa kehabisan napas dan meremas jas milik suaminya.


Chris melepaskan ciuman itu dengan napas terengah-engah karena dia mulai dipenuhi nafsu, sedangkan istrinya terlihat seksi dengan bibirnya yang merekah tebal setelah ciuman tadi. Untuk sementara dia harus menahan nafsunya sendiri.


“Ambil napas perlahan, Sayang.” Chris mengusap pelan pipi istrinya yang merona itu. Dia gemas sendiri melihatnya.


“Ehm….”


“Kamu mau kubantu ganti baju? Atau perlu dipanggilkan orang untuk membantu membuka gaunmu.” Chris menawarkan karena di tahu saat ini mereka sama-sama lelah.


“Kamu aja yang bantuin aku. Bentar, koper pakaian ganti kita di mana?” Chris bergerak menuju lemari yang berada di sana dan mengambil beberapa baju yang sudah digantung di situ.


“Ini,” memberikan jubah mandi ke Alexa.


Untuk baju ganti biar diambil sendiri oleh istrinya karena takutnya nanti tidak cocok dengan selera. Alexa pun mengambil jubah dan mulai melepas pelan gaunnya. Chris hanya membantu melepaskan bagian jubah gaunnya saja dan meletakkan di sofa sebelah ranjang. Dia meninggalkan Alexa berganti pakaian sedangkan dia memilih untuk membersihkan diri terlebih dulu agar lebih segar setelah beraktifitas seharian ini.


Dia masih saja tersenyum mengingat nanti malam dia tidur sudah tidak sendiri, ada istrinya yang menemani. Dia segera menyelesaikan mandinya dan berganti dengan kaos oblong dan celana pendek. Dia keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sedang membersihkan makeup sisa riasan hari ini. Dikecupnya lagi kepalanya karena dia masih belum puas mengecup dan menyentuh istrinya.

__ADS_1


Setelah dirasa wajahnya sudah bersih, Alexa pun segera masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berendam agar badannya lebih rileks setelah banyak berdiri seharian. Setelah 30 menit lamanya dia berendam, dia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan memakai baju ganti. Akan tetapi, dia lupa membawa baju ke dalam kamar mandi dan mengharuskan dia keluar dulu dari sana.


Dia bergerak dengan pelan ketika keluar dari kamar mandi, tetapi begitu membuka pintu, dia melihat Chris tidak ada di sana. Dia segera menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti. Begitu dia berbalik, Chris langsung menabraknya sehingga mereka berdua jatuh di sofa dengan suaminya mulai kembali ******* bibirnya. Dia pun pasrah di bawah kendali suaminya sendiri.


__ADS_2