Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 45


__ADS_3

Alexa tidur dengan tenang malam itu, karena dia telah mengungkapkan apa saja yang mengganjal di dalam pikirannya. Ternyata menikah dengan orang yang bisa berkomunikasi dengan kita akan sangat memudahkan dalam menjalani pernikahan itu sendiri. Meski ada beda pendapat, tetapi jika kita mengesampingkan ego maka kita akan mendapatkan hasil diskusi yang baik.


Paginya, dia mulai memasak untuk menyediakan sarapan untuk mereka makan. Dia sudah mengirim pesan kepada Chris agar sarapan bersama pagi ini. Dia meninggalkan sarapan yang sudah dia buat untuk mandi pagi sebelum Chris datang.


15 menit kemudian, Chris dan Jerry datang ke apartemen itu dan mereka menikmati sarapan bersama karena Alexa sudah bisa leluasa menggerakkan kakinya. Setelahnya mereka berangkat berbeda kendaraan dengan Jerry karena nanti siang Chris dan Alexa akan makan siang bersama. Sebenarnya yang dirasakan Alexa adalah gugup karena dia tidak tahu akan bertemu dengan siapa.


Setelah mengantarkan kekasihnya ke kantor, Chris pun segera meluncur untuk ke kantornya sendiri. Sesampainya di kantor, dia langsung menuju ke ruangan Jerry untuk mempersiapkan bahan presentasi mereka. Dibuat sedemikian menarik agar calon investor yakin untuk menanam modal mereka di FutureCorp.


Pukul 10 pagi, meeting dimulai dipimpin oleh Jerry yang membahas Sejarah FutureCorp hingga skandal terakhir. Selanjutnya, Chris memulai presentasinya tentang Internet of Things (IoT) kembali dibahas. Dijelaskan di depan para calon investor yang terlihat sebagian besar tertarik dengan adanya IoT ini.


Setelah presentasi selesai, sesi pertanyaan bagi calon investor dibuka agar mereka tidak lagi penasaran dengan konsep IoT ini. Pertanyaan yang timbul pun beragam karena latar belakang mereka juga beragam dan itu menimbulkan insight bagi Chris dalam mematangkan konsep IoT ini. Jerry mengakhiri sesi tanya jawab ini setelah tidak ada lagi calon bertanya.


Setelah mereka puas, akhirnya meeting pun diakhiri dengan hasilnya 90% menjadi investor di Future Corp. Mereka pun pergi meninggalkan dari Future Hall dan yang masih tertinggal adalah Hector. Karena dia ingin melihat ruangan kantor putranya. Hal tersebut membuat tanda tanya di hati Jerry karena Chris belum bercerita apa yang dialami minggu ini.


Jerry mengikuti ayah dan anak itu ke ruangan sahabatnya karena penasaran apa hubungan mereka. Sepertinya Jerry lupa bahwa wajah Hector adalah foto yang dikirim kepadanya. Chris mempersilakan mereka berdua masuk dan tidak lupa juga sudah meminta Melissa untuk menghidangkan makanan kecil dan kopi untuk mereka.


Sambil menunggu pesanannya datang, Chris pun memperkenalkan sahabatnya ke ayahnya.


“Jer, ini perkenalkan Hector James, ayahku!” tegas Chris sambil tertawa.


“Apa?! Ayah! Bagaimana bisa aku tidak tahu!” Jerry berteriak karena dia tidak menyangka bawah ayah Chris masih hidup.


“Tidak bisa pelan? Ini ada ayahku, kenapa kamu teriak-teriak sih!” protes Chris sedangkan Hector tersenyum mendengar Chris mengatakan bahwa dia ayahnya meski belum memanggilnya dengan sebutan ayah.


“Maaf, maaf ya, Om. Aku lupa dengan foto yang kamu kasih kemarin dan lagi kamu gak cerita kalo hasilnya sudah keluar,” Jerry protes dengan kelakuan sahabatnya itu.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, Jerry, ya?” Jerry hanya mengangguk melihat ayah Chris begitu sopan. Membuatnya agak malu dengan kelakuannya tadi.


“Iya, Om. Aku Jerry, sahabat Chris sejak muda umur 20 tahun.”


“Wah, lama sekali dengan pertemanan kalian. Tetapi masih kalah dengan pertemanan Om dan Arya.”


“Hahaha ….” Mereka tertawa bersama.


Jerry dan Hector malah yang lebih sering berbicara dan yang menjadi topik tentunya adalah yang mempunyai ruangan. Mereka membicarakan dia seolah-olah dia tidak ada di sana membuat dia lebih baik bekerja daripada mendengarkan mereka. Memang tidak terdapat hal yang buruk sih tetapi kan tetap saja tidak nyaman mendengar hal itu.


“Jer, nanti ikut makan siang apa tidak?” tawar Chris.


“Siapa aja?”


“Alexa saja sih. Mau kukenalin ke ayahku.”


“Oke kalau begitu.”


Chris menelepon kekasihnya untuk mengingatkan agar bahwa Chris akan berangkat menjemputnya bersama seseorang. Alexa di seberang telepon hanya menyetujui dan menunggu Chris tiba.


“Ayo, Ayah. Kita berangkat.” Chris berdiri dan mengajak ayahnya pergi dari ruangan dan menyusul kekasihnya.


“Kita akan bertemu siapa? Kamu belum memberitahuku.”


“Ah iya, nanti saja saat bertemu.”

__ADS_1


Mereka pun segera berangkat menuju ke kantor tunangan Chris untuk makan siang di sekitar kantor Alexa. Sekitar 30 menit mereka sampai dan Alexa sudah menunggu di bawah sehingga mereka langsung pergi setelah Alexa naik ke mobil di kursi belakang. Karena kursi depan sudah diduduki oleh Hector.


Alexa hanya diam melihat pria asing yang duduk di samping tunangannya itu dan tersenyum. Kemudian Chris melajukan mobilnya meninggalkan kantor Alexa dan menuju restoran yang Alexa pilih. Mereka turun dari mobil dan segera memesan ruangan untuk menu makan siang mereka.


Mereka duduk di kursi dengan posisi Chris dan Hector bersebelahan, membuat Alexa berada di depan mereka. Chris pun segera mengenalkan mereka berdua.


“Lex, kenalkan, ini ayah kandungku, Hector.” Chris memanggil Alexa, “Ayah, ini adalah tunanganku, Alexa.”


“Tunangan? Sejak kapan?” Hector bertanya karena informasi yang didapat dari Arya, Chris masih lajang. “Bagaimana kabarnya, Lex?”


“Sejak seminggu lalu mungkin. Setelah pulang dari panti karena meminta ijin dari bu Wina untuk melamar Lexa.” Chris menjawab jujur.


Sedangkan Alexa yang terlihat terkejut, “Baik, Om, kabarku. Maaf ya, Om, baru tahu tentang Om.”


“Ah, tidak apa-apa. Tenang saja, Om memang baru mencari Chris lima tahun terakhir.”


“Pasti senang sekali ya Om akhirnya bertemu dengan Chris.”


“Tidak, Om tidak hanya senang tetapi bahagia banget dan Om sangat terharu dengan penerimaan Chris yang sangat-sangat terbuka dan memaafkan.”


“Boleh aku memeluk Om?”


“Boleh, silakan. Panggil Ayah juga boleh karena ketika kamu nanti menikah dengan Chris kan juga memanggil Ayah.”


Alexa terharu dan berdiri memeluk ke Hector yang turut berdiri. Karena Alexa belum pernah merasakan pelukan seorang ayah, selama ini hanya mendapat kasih sayang dari ibu Wina saja.

__ADS_1


Hidangan diantarkan oleh pelayan sehingga membuat pelukan Alexa terlepas dan dia duduk kembali ke kursi. Chris ikut merasakan kebahagiaan kekasihnya itu dan bersyukur karena dia juga memutuskan untuk menerima keberadaan ayahnya. Dia menggenggam tangan kekasihnya itu dan setelahnya pelayan pergi, mereka menyantap makanan yang sudah dipesan.


“Lalu kapan kalian akan menikah?” Pertanyaan yang cukup membuat Alexa dan Chris tersedak saat mendengar itu.


__ADS_2