Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 52


__ADS_3

Chris membawa istrinya ke ranjang kamar hotel karena ruang gerak ketika berada di sofa dia tidak bisa bergerak bebas. Ditidurkan istrinya di sana perlahan dan sebelum melanjutkan ciuman panas mereka.


“Apa kamu lelah?” tanya Chris yang melihat gurat kelelahan di wajah istrinya.


Alexa bimbang di lain sisi dia ingin segera memberikan apa yang menjadi hak suaminya, tetapi di sisi yang lain dia pun ingin beristirahat. Chris melihat itupun akhirnya berhenti memainkan bibir istrinya.


Dia mengecup kening, kedua mata, hidung, dan bibir istrinya perlahan setelah itu dia berdiri untuk mengambilkan baju ganti untuk dipakai istrinya dan mereka akan tidur.


“Benar tidak apa-apa?” tanya Alexa memastikan kembali.


“Iya, bisa lanjut besok pagi. Sekarang kita tidur saja, mengembalikan tenaga untuk besok, ya.” Chris mengedipkan mata nakal setelah membawa baju ganti. “Ganti baju di sini saja, tidak perlu ke kamar mandi.”


“Tap-tapi, aku masih malu, Chris.” Chris menajamkan matanya mendengar istrinya memanggil nama seperti itu.

__ADS_1


“Harus dibiasakan dong,” pinta Chris.


“Baiklah,” jawab Alexa pendek.


Dia pun berencana untuk menggoda Chris karena tidak membiarkan dirinya untuk berganti di kamar mandi sehingga dia melepaskan jubah mandinya perlahan dari atas. Memperlihatkan bahu telanjangnya kemudian hampir saja buah dadanya terekspos. Dia menahan agar tidak terbuka lagi kemudian mengambil kaos yang diberikan oleh Chris. Begitu cepatnya dia memakai kaos itu hingga tiba-tiba saja jubah mandi itu sudah terlepas tanpa Chris melihat anggota badan Alexa yang tadinya terekspos.


Sebenarnya ketika terlihat bahu kecil Alexa tadi, Chris tidak dapat menahan diri dan ingin segera menyerangnya. Akan tetapi, dia sudah berjanji mereka sama-sama lelah sehingga dia harus bersabar. Segera dipeluk istrinya setelah menggunakan kaos yang terlihat kebesaran di matanya itu.


Chris menerjang Alexa sehingga mereka berdua saling bertindih dan sekali lagi Chris mencium bibir Alexa lagi. Kali ini lebih lembut dan pelan, dijilati terlebih dahulu bibir kenyal itu, kemudian dikulumnya bibir bagian bawah. Membuat Alexa mau tidak mau membuka bibirnya. Chris pun dengan segera memakan bibir atas Alexa dengan rakusnya. Memasukkan lidahnya ke dalam mulut istrinya.


Mereka bergumul di atas ranjang sambil berciuman selama beberapa menit, tangan Chris pun tak lupa menjelajah tubuh istrinya. Dia turun ke leher istrinya karena Alexa sudah kehabisan napas. Dia melanjutkan menyerang leher yang masih belum tersentuh itu. Oops, adiknya di bagian bawah mulai terangsang. Dia harus segera berhenti atau istrinya akan marah jika dia melakukannya malam ini.


Dia pun melepaskan ciumannya, mendongak ke wajah istrinya yang sudah sayu dan matanya terlihat ada sedikit kabut gairah. Dia mengecup bibir istrinya sebentar tetapi berkali-kali.

__ADS_1


“Lanjut?” Chris bertanya untuk memastikan Alexa apakah dia setuju untuk melanjutkan hal ini.


Alexa hanya mengangguk pelan karena pikirannya sudah tertutup nafsu yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Dia ingin merasakan sekarang, tidak ingin ditunda lagi. Rasanya sungguh membuat melayang hanya dari ciuman dan sentuhan di beberapa bagian tubuhnya.


Mendapat persetujuan istrinya, Chris pun segera melanjutkan aksinya. Dia mengubah posisinya menjadi setengah duduk, dengan dia memposisikan diri menindih perut Alexa dan tidak membuat istrinya kesulitan bernapas. Dibukanya kaos itu hingga menutupi wajah sang istri. Terpampanglah dua buah dada yang segera digenggamnya, dimainkan layaknya squishy. Dikecupnya perlahan dan melihat reaksi istrinya yang tiba-tiba saja merasakan bulu kuduknya meremang setelah sentuhan itu. Dia tersenyum hampir tertawa melihat reaksi istrinya. Dia seperti mendapat mainan baru yang menyenangkan dan membuatnya bahagia.


Chris masih melanjutkan memberikan pijatan pelan terhadap kedua buah favoritnya itu membuat Alexa semakin mendesah. Dia pun mencoba memasukkan satu ujung ****** itu ke dalam mulutnya. Seperti seorang Bocah mendapatkan permen, dia terus mengulumnya hingga terdengar bunyi mulutnya mengecap. Tangan satunya masih sibuk memutar, memberikan tekanan pada payudara satunya. Alexa yang semakin menggerakkan tubuhnya dengan liar, membuat Chris senang. Respon yang diberikan tersebut membuatkan semakin ikut liar.


Dia berhenti sebentar agar sang istri juga ikut istirahat sebentar karena sang istri pun sudah tidak sabar. Dia menggesekkan bagian bawahnya ke kaki Chris untuk ikut disentuh. Bagaimana Chris bisa menolak, istrinya yang menjajakan dirinya seperti itu. Chris melanjutkan eksplorasi tubuh istrinya, tetapi sebelum itu, dia kembali ke atas dan mencium bibir kenyal itu lagi. Yang membuatnya ketagihan untuk tidak melepaskannya. Hawa di kamar pun menjadi panas, sepertinya AC-nya pun tidak memberikan efek dingin pada kedua manusia itu.


Sekarang Chris mulai meraba perut Alexa dan mulai menciuminya. Hal itu membuat Alexa semakin basah di bagian intimnya. ******* pun tak lepas dari mulut kecilnya. Chris mundur saat ini, mengubah posisinya berlutut dan menekuk kedua kaki Alexa dan mulai menciumi paha sang istri. Kecupan itu berjalan dari ujung kaki hingga pangkal paha Alexa. Karena sudah tidak sabar, Chris pun memasukkan beberapa jari ke dalam keintiman sang istri.


Istrinya pun menegang sebentar kemudian mencoba beradaptasi dengan tusukan yang dilakukan sang suami dengan jarinya itu. Pemanasan yang dirasa cukup oleh Chris, dia pun akan memberikan puncak untuk malam ini. Bersama sang istri, dia pun meraih puncak kenikmatan setelah saling menyentuh beberapa kali pelepasan dari sang istri.

__ADS_1


Malam itu adalah malam yang sangat membahagiakan bagi mereka berdua, Chris mengecup bahu polos istrinya dan memeluknya dari belakang sambil mengucap terima kasih untuk malam ini. Alexa yang sudah lelah pun terlelap dalam pelukan sang suami.


__ADS_2