Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 36


__ADS_3

Chris memandang locket itu dan di bagian belakang terdapat tulisan “Isha & Hector” sehingga dia mengambil kesimpulan bahwa di dalamnya terdapat gambar kedua orang tuanya. Dia mencoba membuka locket itu, tetapi agak susah membuka locket itu dan dengan sedikit paksaan akhirnya terbuka. Terlihatlah di sana foto ibu dan ayahnya, meski foto itu sudah lama sekali tetapi bisa dilihat ibunya sangat cantik. Meneteslah air mata Chris ketika melihat kedua foto itu, dia memiliki orang tua. Meski ibunya telah tiada, semoga ibunya selalu bangga dengan apa yang dia capai.


Alexa yang ikut terharu melihat itu lalu dia mendekat dan membawa Chris ke pelukannya. Chris yang semakin menangis deras tiba-tiba merasakan rindu terhadap ibu yang tidak pernah ditemuinya. Hanya melalui foto ini kecuali dia bertemu dengan ayahnya untuk meminta informasi tentang di mana ibunya dimakamkan.


Bu Wina membawa dua gelas teh hangat untuk mereka menenangkan diri setelah emosi yang terus menerus dikuras hari ini. Setelah itu bu Wina pergi ke dapur untuk membantu anak-anak menyiapkan makan malam hari ini. Sepeninggal bu Wina, Chris melepas pelukan Alexa karena sudah merasa baik-baik saja meluapkan emosinya.


Chris pamit meninggalkan Alexa sendiri di ruang tengah untuk membersihkan diri karena dia ingin merasa segar sehabis menangis tadi. Selesai mandi, dia berganti baju dan keluar dari kamar menuju ruang tengah untuk menunggu makan malam. Dia merasakan familiar meski belum mengingat apapun di sini.


Pelan dia menghampiri Alexa yang sudah berpindah ke teras rumah untuk menikmati udara sore hari. Dia juga membawa tehnya untuk diminum sambil menemani Alexa di sana.


“Kamu kangen berkeliling?” tanya Chris menghentikan lamunan Alexa.


“Ih! Bikin kaget aja. Iya, sudah lama tidak ke sini. Terakhir aku ke sini itu sekitar dua tahun lalu. Tapi, sekarang lagi begini,” menunjukkan kondisi kakinya, “jadi, mungkin jalan-jalannya nanti aja kalo pulang lagi.”


“Kenapa tidak besok pagi saja. Jalan-jalan di lingkungan sekitar saja,” ajak Chris.


“Emang mau gendong kalo nanti aku gak kuat jalan?”


“Siap,” goda Chris.


Bu Wina melihat keakraban mereka berdua, terkenang masa lalu ketika mereka kecil. Sering sekali mereka bercanda dan Chris suka menggoda Alexa kecil. Menetes setitik air mata di sudut mata kanan bu Wina mengamati itu. Kedekatan mereka tidak tergoyahkan meski Chris mengalami amnesia.

__ADS_1


Tak lama dari itu, bu Wina memanggil mereka untuk makan malam bersama dengan anak-anak panti lainnya. Mereka diperkenalkan kepada anak-anak yang kurang familiar dengan Alexa dan Chris. Setelahnya mereka menikmati kebersamaan makan malam bersama orang baru dan lama dengan saling mengasihi.


Malam datang dengan cepat setelah mereka menikmati makan malam. Memang momen dengan orang dekat dan tersayang membuat kita lupa waktu karena terlalu nikmatnya bersama. Alexa sudah di kamar dan istirahat dengan nyenyak karena terlalu lelah dengan perjalanan ini.


Chris yang masih segar belum masuk kamar. Dia masih ditemani bu Wina di teras. Ada yang ingin dibicarakan oleh Chris tetapi dia masih malu dan bingung bagaimana mengungkapkan hal itu.


“Ada apa, Nak?” tanya bu Wina melihat gelagat Chris yang terlihat bingung.


“Itu, Bu, anu….” Chris masih bingung bilang sekarang atau bagaimana.


“Bilang saja, Ibu tidak apa-apa kok. Hari ini kejutannya banyak sekali.” Bu Wina sepertinya sudah siap menerima berita apapun karena sejak tadi siang sudah menerima kejutan terus.


“Sebenarnya saya ke sini itu juga ada misi lain. Misinya saya ingin meminta Alexa sama Ibu untuk menikah dengan saya, Bu.”


“Kenapa bilang sama Ibu?”


“Ibu saat ini adalah orang yang mendekati sosok ibu bagi Alexa. Jadi, saya ingin memintanya pada Ibu.” Chris menjelaskan apa maksudnya.


“Ibu setuju saja jika kamu memang mau melamarnya. Memang jawaban Alexa apa?”


“Saya belum memintanya secara langsung. Kita berdua masih dalam status pacaran, Bu. Tetapi karena saya ingin bersama Alexa setiap waktu jadi saya ingin menikahinya. Saya mencintainya, Bu.”

__ADS_1


“Akhirnya Ibu mendengar apa yang Ibu inginkan,” ucap bu Wina lega dan melihat Chris tulus dengan perkataannya.


“Terima kasih, Bu.” Chris membawa bu Wina ke pelukannya agar dia merasakan juga dipeluk oleh seorang ibu.


“Baik, Bu. Saya juga berterima kasih karena sudah dirawat penuh kasih oleh Ibu. Jadi, sekarang mari kita istirahat dan masuk ke dalam, Bu.” Chris membawa bu Wina ke dalam rumah dan menutup serta mengunci pintu rumah. Setelah itu mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.


***


Jakarta, Gedung FutureCorp.


Saat ini di ruangan CFO, terlihat Jerry sedang memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing. Ditinggalkan oleh Chris selama tiga hari ini sudah membuat dia emosi karena kurangnya tempat dia membuang emosi. Biasanya ketika dia sedang kesal atau jengkel, dia akan menceritakan semua yang dia rasakan itu kepada Chris. Sahabatnya itu selalu bisa saja menenangkan dia dan saat ini dia sedang membutuhkan sahabat rasa saudara itu.


Jerry merasa pekerjaannya kali ini begitu menghabiskan energi karena setelah skandal kemarin, dia harus memporak-porandakan struktur divisi untuk menyusun kembali dengan sistem yang benar dan transparan. Seperti yang Chris dan Jerry ingin realisasikan, tetapi berhubung sekarang, dia sedang tidak ada teman untuk tempat berbagi pikiran sehingga semua masalah yang dihadapinya harus dipikirkan sendiri. Dia juga sudah mengusulkan kemarin saat rapat kepada beberapa jajaran Chief yang hadir untuk membuka lowongan kerja untuk posisi Manajer Keuangan dan posisi Manajer Proyek.


Saat ini posisi tersebut masih kosong karena belum ditemukan orang yang layak untuk menduduki kursi itu. Dari skandal itu, bagian HRD lebih sulit untuk mempercayai orang yang merupakan bawaan dari orang dalam sehingga mereka memutuskan untuk membukan lowongan dengan syarat yang lebih ketat agar tidak terjadi lagi seperti skandal yang bisa merugikan Perusahaan.


Berhubung Chris sudah berpesan tidak ingin diganggu selama cuti, karena sebagian pekerjaannya sudah diselesaikan. Jadi, Jerry tidak bisa seenaknya menghubungi Chris. Karena tidak ingin mengganggu waktu libur Chris dan mungkin saja Chris akan ingat dengan masa lalunya.


Sedangkan Jerry di sini, dengan setumpuk berkas pekerjaan dan berkas data calon pegawai untuk posisi pengganti manajer keuangan. Dia harus memilih beberapa data dari berkas itu untuk dijadwalkan interview di hari Senin.


Jerry memutuskan untuk melihat spesifikasi pengalaman kerjanya saja agar cepat tanpa melihat nama dan umur. Karena manajer keuangan dibutuhkan yang berpengalaman paling tidak 4 tahun ke atas. Beberapa jam kemudian, dia sudah memilih sekitar 10 kandidat untuk dipanggil interview di hari Senin depan. Data tersebut diberikan kepada Dena agar diinfokan kepada calon untuk datang interview.

__ADS_1


Setelah itu, Jerry memutuskan untuk pulang karena dia sudah jenuh dengan bekerja tanpa ada Chris. Padahal tanpa setahu Jerry, dalam tumpukan kandidat itu ada seseorang yang sangat ingin dia hindari tetapi mungkin jodoh atau takdir yang memang ingin mempermainkannya.


__ADS_2