
Gadis yang sedang dipikirkan Jerry saat ini sedang bersin-bersin di ruangannya. Saat ini dia sedang melihat berkas-berkas laporan keuangan yang terdapat dalam skandal. Pertanggungjawaban pekerjaan saat ini sangat besar. Dia melamar posisi sebagai manajer keuangan di FutureCorp ini karena untuk mendekati Jerry.
Gadis ini adalah Annette, adik dari mantan kekasih Jerry, dia lulusan dari London Business School. Kebetulan dia mengetahui lowongan manajer ini dari ayahnya yang sedang membaca media cetak. Dia juga membutuhkan pekerjaan itu karena sudah lama dia menganggur meski dia sudah kaya dari dia muda. Saat dia masih sekolah saat di luar negeri, dia belajar dari temannya untuk melakukan investasi uang sakunya dan sekarang dia mulai menikmati hasilnya.
Setelah dia diterima dan dipercaya untuk menempati posisi ini, tugas yang diembannya ternyata memiliki tanggung jawab yang besar. Dia diharapkan memberikan inovasi untuk membawa perubahan sistem di FutureCorp setelah skandal yang telah berlalu. Agar paling tidak meminimalisir adanya penggelapan dana.
Dia sebenarnya ingin sekali mengetahui kabar Jerry yang saat ini sedang sakit. Dia penasaran siapa pria yang kemarin masuk ke apartemen Jerry. Tumben sekali dia memiliki teman pria karena dulu saat dia mengenal Jerry sedikit introvert dan pendiam.
Dia juga belum keluar dari ruangannya saat ini karena disibukkan dengan laporan-laporan yang harus diselesaikan. Meski dia dibantu dengan Astrid tetap saja tidak bisa selesai dalam waktu dekat. Dia juga harus mempresentasikan dua minggu lagi untuk laporan yang sudah diselesaikan.
***
Terlihat Chris sedang sibuk mengotak-atik ponselnya, tidak memperhatikan dokumen-dokumen yang menumpuk di mejanya. Dia pun mengirim pesan ke kekasihnya yang berada di tempat berbeda.
Chris: Sayang, kamu sedang di mana?
Alexa: Habis rapat. Ini mau kembali ke ruanganku.
Chris: Eh, kapan kita membahas tentang persiapan pernikahan kita?
Chris menunggu balasan dari Alexa karena tumben lama dari terakhir dia mengirim pesan.
Chris: Baiklah, jika kamu memang benar-benar belum ingin menikah dalam waktu dekat ini. Aku tidak memaksa.
Alexa: Bukan begitu, bagaimana dengan ibu panti?
Chris: Oh, aku belum cerita? Sebelum aku melamarmu, aku sudah memintamu kepada ibu Wina.
Alexa: Kapan? Kok aku gak tau!
Chris: Iya, pas hari pertama aku sudah bilang sama ibu. Kamu masih istirahat di kamar kalau gak salah.
Alexa: Oke, besok aku akan telepon ibu dulu.
Chris: Ya, sudah. Selamat beristirahat nanti. Sore aku jemput ke kantor ya.
Alexa: Oke. Bye, muach.
__ADS_1
Chris: muach.
Karena sudah mengucapkan kata-kata perpisahan, maka Chris pun kembali berfokus bekerja. Memikirkan kembali daftar barang yang akan diproduksi untuk IoT (Internet of Things) agar produksi kembali berjalan. Dia juga membutuhkan tambahan modal setelah kemarin diperlihatkan oleh bagian keuangan untuk rancangan anggaran yang harus dikeluarkan untuk produksi IoT. Dengan hal itu, dia harus mencari beberapa investor baru atau mencari harga yang masuk akal pada supplier yang bisa diajak untuk bekerja sama.
Pilihan pertama adalah pilihan yang masuk akal karena saat ini dengan adanya skandal kemarin, kepercayaan supplier dan customer berkurang. Akan tetapi, dengan penyelesaian dan penangkapan yang dipublikasi menjadi menambah sedikit kepercayaan.
Melissa mengetuk pintu ruangannya dan membuka, “Chris, baru saja ada informasi yang kuterima dari Jerry. Katanya dia besok ada janji dengan beberapa investor, tetapi kehadiranmu tetap dibutuhkan.”
“Baiklah, tambahkan saja di jadwalku besok,” sahut Chris cepat tanpa melihat Melissa.
Melissa pun pergi setelah memberitahu hal itu saja dan membawa pergi sebagian dokumen yang sudah diselesaikan oleh bosnya itu. Selanjutnya, Chris keluar untuk menghampiri Jerry di ruangannya. Tanpa mengetuk dia langsung membuka pintu ruangannya.
“Jer ….” Chris membuka pintu dengan keras sehingga membuat Jerry yang sedang fokus terkejut.
“Plis, Chris. Bikin kaget aja!” Jerry protes dengan cara Chris membuka pintu.
“Maaf, aku cuma ingin tahu kamu sudah baikan apa belum?” tanya Chris.
“Gak baik-baik, setelah kamu bikin kaget!” sentak Jerry sebal.
“Ya sudah, kalo begitu. Besok siapa calon investor yang akan datang?” tanya Chris penasaran.
“Tidak ada. Dia hanya masuk memberitahuku jadwal besok.” Chris beranjak pindah untuk duduk di sofa.
“Oh, ini daftarnya. Setelah penyelesaian skandal kemarin, banyak yang tertarik dengan Perusahaan kita dalam menangani masalah.” Jerry memberikan daftar dan menjelaskan beberapa orang investor yang dikenalnya.
“Lalu, bagaimana dengan manajer keuangan baru?”
“Oh, dia ya.” Jerry terlihat tidak antusias sekali dengan manajer ini padahal dia yang memutuskan untuk mempekerjakannya. “Biasa aja, kusuruh untuk buat presentasi untuk merombak sistem keuangan yang bagus di Perusahaan kita.” Jerry meneguk minumnya.
“Kenapa tidak antusias begitu. Apa kamu mengenal dia sebelumnya?” tanya Chris tanpa mengetahui sejarah di balik mereka berdua.
“Uhuk … uhuk ….” Jerry tersedak mendengar pertanyaan dari sahabatnya dan kemudian mengalihkan topik pembicaraan. “Bagaimana dengan persiapanmu menikah?”
“Dih,” decak Chris. “Nanti pulang kerja aku akan menjemput dan kita akan mulai membahasnya.”
“Semangat melanjutkan ke jenjang selanjutnya ya!” Jerry memberikan selamat dengan tulus untuk sahabat tersayangnya. Membayangkan kapan dia akan mendapatkan hal seperti Chris, hanya Tuhan yang tahu.
__ADS_1
Chris pun meninggalkan ruangan Jerry setelah membawa daftar investor yang tadi diberikan. Dia kembali ke ruangannya untuk membaca daftar itu, dia akan mempelajari sedikit latar belakang para investor yang dikenalinya dari sana.
Setelah membaca di lembar ketiga, dia terkejut melihat ada nama ayahnya di sana. Kemudian dia menelepon ayahnya dengan nomor yang kemarin di berikan.
Chris : Halo?
Hector : Iya, Chris? Tak kusangka kamu akan secepat ini menghubungiku?
Chris : Apa aku mengganggu?
Hector : Tidak, Chris. Ada yang bisa kubantu?
Chris : Aku hanya ingin bertanya. Kenapa anda masuk menjadi calon investor FutureCorp?
Hector : Oh, itu. Aku memang tertarik dengan presentasimu kemarin tentang IoT
Chris : Darimana anda tahu?
Hector : Kamu tahu dengan Jacob kan. Dia menawariku dengan memperlihatkan presentasimu padaku
Chris : Owh, jadi besok anda hadir?
Hector : Iya, Nak
Chris : Ketika makan siang ada waktu?
Hector : Sepertinya masih kosong
Chris : Baiklah, akan kuperkenalkan dengan seseorang
Hector : Baiklah. Besok makan siang di mana?
Chris : Di dekat kantorku saja, tidak perlu jauh-jauh
Hector : Oke, Nak. Terima kasih sekali lagi
Chris : Baiklah, aku akan kembali bekerja. Untuk sekarang kumatikan dulu teleponnya
__ADS_1
Dia kemudian mengirim pesan kepada seseorang.
Chris: Besok aku ingin mengenalkanmu dengan seseorang.