
Mengalirlah cerita Anne dan alasan-alasan dia selama ini menolak Jerry ketika melamarnya. Alexa yang memahami dari sisi seorang Perempuan pun memberikan nasehat untuk Anne.
“Baiklah, terima kasih sudah memberikanku nasehat. Akan aku coba pikirkan lagi dan mencoba lebih jujur kepada Jerry,” ucap Annette.
“Ayo, masuklah dan berbaikan dengan Jerry sana.” Alexa mengajak Anne untuk masuk rumahnya.
“Tap-tapi, Kak.” Alexa menyeret terlebih dahulu sebelum Anne kabur.
Annette yang tidak melawan Alexa akhirnya menurut mengikuti masuk rumah. Dia melihat sekeliling ruang tamu dan dapur, tetapi tidak melihat Jerry. Alexa yang memperhatikan itu hanya bisa tersenyum. Jika jauh hanya saling mencari, kalau dekat sukanya bertengkar, dasar pasangan absurd.
“Jerry sedang bersama Chris bermain dengan Owen kalo kamu mencari dia,” jelas Alexa.
“Ih, Kak!” rengek Annette malu karena ketahuan.
“Ya sudah, yuk bantuin aku di dapur aja. Sebentar lagi mereka turun kok,” ajak Alexa.
Mereka pun melanjutkan mengaduk sayuran yang dijadikan sebagai salad dan mengaduk pasta yang sedang dimasak. Sedangkan untuk spaghettinya sudah matang, tinggal dipindahkan ke mangkok penyajian.
Tiga puluh menit kemudian Owen berlari dari tangga bawah setelah dibawa turun oleh ayahnya. Dia mendekati ibunya untuk minta gendong karena setelah bangun tadi tidak melihatnya.
“Ibu, gendong,” rengek balita 2 tahun itu.
“Owen, tunggu sebentar bisa? Ibu sedang membawa makanan panas,” Alexa memberi pengertian kepada anak bayi itu.
“Baiklah,” mukanya berubah cemberut seketika.
“Owen, gendong sama tante mau?” bujuk Anne karena gemas dengan muka Owen.
Dia memandang ibunya dan Anne secara bergantian kemudian berpikir sebentar. Lalu dia pun mengangkat tangan ke arah Anne dan tantenya segera mengangkatnya. Anne menggendong Owen kemudian diajaknya bayi itu keluar rumah sebentar untuk melihat mungkin ada tamu yang sudah datang.
“Owen, lihat itu siapa yang sudah datang. Baby Gianna,” tunjuknya pada Owen.
Baby Gianna adalah anak dari Bianca dan Jordan, suaminya dan usianya masih baru menginjak 1 tahun.
__ADS_1
“Baby Gi?” tanya Owen dengan aksen yang membuat Anne gemas.
“Iya, yuk kita hampiri.” Anne membawa owen untuk menyambut Baby Gi beserta orang tuanya.
Mereka bercanda sambil berjalan masuk ke rumah Alexa. Untuk barang bawaan bayi dan hadiah untuk tuan rumah dibawa oleh Jordan, karena baby Gi masih dalam tahap belajar berjalan. Owen meminta untuk mencium baby Gi di pipinya membuat para orang tua itu tertawa melihat anak Alexa yang genit.
Jerry dan Chris yang sudah berada di ruang tamu membuat Anne agak canggung karena sekarang dia masih merasa bersalah terhadap kekasihnya itu. Anne pun memilih membawa Owen ke kamar bermainnya dan menutup pintu ruangan itu.
“Ate, kenapa pintunya ditutup?” tanya Bocah polos itu.
“Maaf, sayang. Tante bawa kamu ke sini untuk kamu main dulu karena ibu sama ayah sedang menyiapkan kejutan.” Owen yang sangat menyukai kejutan pun akhirnya diam mendengar penjelasan tantenya.
“Ote.”
Memang ibu dan ayah Owen menyiapkan kejutan untuk anak mereka, tetapi rencananya akan dikeluarkan nanti. Tidak bohong juga si Anne dan jadilah mereka berada di kamar hingga semua orang yang diundang sudah datang.
Tak lama, terdengar ketukan dari pintu. Owen yang menjadi bersemangat karena menunggu kejutannya datang.
“Ate, itu kejutan?” tanyanya dengan binar yang bahagia.
Ketika dibuka pintunya muncullah Jerry di sana, dengan membawa buket mawar untuk diberikan kepada Anne. Kekasihnya yang pada dasarnya cengeng malah menangis, terharu melihat Jerry dengan usahanya untuk berbaikan dengannya padahal dia yang bersalah.
“Ate, kejutannya bukan buat Owen,” kata Owen sambil melangkah keluar mencari kejutannya di luar.
“Owen.” Anne berhenti tidak jadi memanggil ponakan lucunya karena melihat Jerry mendekat.
Mereka saling terdiam, Anne menunduk sambil menatap bunga mawar yang diterimanya. Dia tidak ingin Jerry meninggalkannya sehingga sekarang dia yang harus bergerak.
“Jer, maafin aku, ya.” Dia sekarang berani menatap wajah Jerry.
“Hey, tidak apa-apa. Aku harus berusaha lebih keras untuk menaklukkanmu.” Jerry menggaruk-garuk lehernya karena merasakan canggung.
“Aku yang salah, sepulang dari sini mari kita bicara. Aku akan mencoba jujur kepadamu.”
__ADS_1
Jerry menarik Anne untuk dipeluknya karena dia benar-benar menyayangi wanita ini. Dia harus lebih bisa membuktikan lagi kepada Anne bahwa tidak ada orang lain yang akan menggantikannya. Dia pun mengajak Anne untuk kembali berkumpul dengan yang lain.
Di ruang tengah mereka berkumpul saling bertukar kabar dan bertukar cerita selama beberapa bulan tidak bertemu. Owen yang sudah tidak sabar untuk menyambut kejutannya di tengah keramaian mereka.
“Ibu, mana kejutanku? Kata ate, ibu bawa kejutan,” tanya anaknya dengan polos.
Anne yang mendengar itu hanya bisa memasang tampang rasa bersalah karena dia keceplosan saat membawa Owen ke kamar. Alexa hanya menatap tajam dari jauh sehingga membuat Anne bersembunyi di balik punggung sang kekasih.
“Sebentar ya sayang, Owen pergi bersama ayah ke meja makan ya. Nanti ibu antar kejutannya.”
Bocah itu pun pergi menghampiri ayahnya dan segera menyeret ayahnya untuk menemaninya ke meja makan. Akhirnya semua tamu dipersilakan oleh Alexa berpindah ke meja makan. Alexa mengambil kue yang disembunyikan di kulkas dapur belakang agar tidak ketahuan oleh Owen. Kali ini tema kue ulang tahunnya berbentuk bola, karena dia menyukai pertandingan sepak bola.
Dia membawa kue itu ke hadapan balitanya dan mereka semua menyanyikan lagu ulang tahun untuk sang anak. Owen begitu gembira dengan kejutannya. Dia akan makan kue bola yang besar dan tentunya buatan ibu.
Acara berlangsung meriah hingga tak terasa pukul 8 malam pun terlewatkan. Owen yang mengantuk tidur dalam gendongan ayahnya. Para tamu pun sudah berpamitan dengan wajah bahagia. Acara yang diadakan oleh tuan rumah sukses membuat tamu menikmati acaranya.
Tinggallah Alexa di kamar, yang menunggu kedatangan suaminya dari menidurkan bayi kecilnya. Dia sudah mempersiapkan kotak itu di atas ranjang. Momen ini ingin dirayakan berdua dengan Chris. Dia sudah berganti pakaian dan membersihkan wajahnya dari semua bahan makeup. Chris pun masuk ke dalam kamar dengan pelan karena dikira istrinya sudah tidur.
“Lho kok belum tidur?” tanya Chris.
“Ini untukmu,” jawab Alexa singkat.
“Apakah ini sesuai yang kupikirkan, Sayang?” wajah Chris berbinar seperti anak kecil yang dibelikan mainan oleh orang tuanya.
Alexa hanya mengangguk dengan pertanyaan Chris karena memang sudah agak lama pembicaraan tentang anak kedua. Mereka memutuskan untuk tidak menunda sebenarnya tetapi mendapat kabar gembira ketika anak pertama mereka berulang tahun.
Chris tak sabar membuka kotak itu dan menemukan hanya sebuah testpack. “Kok tidak ada foto USGnya?”
“Kan belum USG, itu saja baru tadi pagi aku tahu,” jawab Alexa entusias.
“Baiklah, besok kita ke dokter yah. Terima kasih, Sayang. I love you.” Chris memberikan kecupan di seluruh muka Alexa.
“Ih, apaan sih.” Dia melarikan diri ke ranjang dan dengan mudahnya ditangkap oleh Chris.
__ADS_1
Diciumi perut Alexa karena ada adik sang kakak di sana. Chris sangat menjaga sekali ketika Alexa mengandung Owen. Apalagi yang sekarang, pasti akan dijaga dan dirawatnya. Momen seperti ini yang dirindukan oleh Chris saat dia masih muda dulu. Sekarang dia sudah mempunyai keluarga sendiri.