
Keesokan paginya ketika sudah berada di kantor, Chris meminta tolong kepada Melissa untuk membantu Alexa dalam mempersiapkan pernikahan. Sedangkan dia lebih ke persiapan dokumen dan tempat untuk menikah. Dia duduk di mejanya sambil membuka laptop untuk mencari informasi tentang tempat-tempat yang cocok dijadikan tempat pernikahan.
Setelah membaca beberapa rekomendasi tempat untuk gedung pernikahannya, dia mengirim beberapa gambar ke ponsel Alexa agar dia memberikan pendapatnya. Sambil menunggu balasan dari Alexa, dia mulai merancang beberapa perangkat yang akan digunakan untuk sampel produksi. Mulai dari bentuk hingga jenis kegunaan.
Siang hari pun dia tidak mendapat balasan dari Alexa, sepertinya kekasihnya itu sungguh sibuk. Apalagi mereka merencanakan untuk menikah dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan. Pastinya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan apalagi Alexa juga baru menerima beberapa klien baru sehingga pastinya beban kerjanya saat ini pasti bertambah.
Ponselnya berbunyi tak lama setelah dia dari kamar mandi yang berada di ruangannya, dia melihat nama pemanggilnya adalah Alexa.
Chris : Halo, Sayang. Kemana saja dari tadi, tidak membalas pesanku?
Alexa : Iya, ini aku habis rapat dengan klien tadi makanya tidak sempat membalas pesanmu
Chris : Apa sudah membaca pesanku?
Alexa : Belum, Sayang. Sebentar kubaca dulu
Chris : Oke, perlu ditutup teleponnya
Alexa : Ini gedung untuk apa?
Chris : Untuk tempat pemberkatan kita, bagaimana? Atau mau di gereja saja?
Alexa : Bagus gedungnya. Aku ingin mencari informasi di gereja dulu ya
Chris : Oke, lalu aku sudah memberitahu Melissa jadi kamu tinggal mengirim pesan saja padanya ya
Alexa : Oke, sayang
Chris : Baiklah, kalau begitu, aku mau makan siang dulu
Alexa : Kenapa belum makan?
Chris : Tadi sambil menunggu kamu membalas pesanmu, aku mengerjakan proyek baruku dan lupa deh jadi jam makan siang terlewat
Alexa : Tumben. Melissa gak ngingetin kamu?
__ADS_1
Chris : Tadi aku sudah pesan sama dia untuk tidak ganggu aku
Alexa : Ya sudah, jangan lupa makan
Chris : Oke, aku akan makan siang dulu ya. Bye, Sayang
Alexa memutus panggilan dari arah sana sedangkan Chris pun akhirnya memesan makanan online karena malasnya dia keluar. 30 menit kemudian Melissa mengetuk pintunya untuk memberikan makanan yang dipesannya. Dia menerima dengan senang hati karena dia sudah sangat lapar. Dia pun menyantap makanannya dengan lahap dan tidak lama kemudian pun tinggal kotak makannya saja yang tersisa.
***
Jerry yang baru saja masuk ke ruangannya setelah dia meminta laporan dari Anne karena kemarin dia tidak mendapatkan laporan tersebut. Setelah Anne meninggalkan lelaki itu di ruang meeting, dia menerima telepon dari seseorang yang membuatnya langsung meninggalkan kantor dan melupakan tugas yang diberikan oleh Jerry. Ketika Jerry keluar dari ruang meeting, dia melihat Anne pergi meninggalkan ruang kerja dengan tergesa-gesa dan wajah pucat.
Hingga pagi tadi, sebenarnya Jerry ingin bertanya pada Anne mengapa dia kemarin tergesa-gesa, tetapi segera ditahannya.
“Anne, segera bawakan laporan kemarin karena aku menunggu hingga malam tidak ada laporan di mejaku!” seru Jerry yang mencoba terlihat kejam agar Anne tidak meremehkannya lagi.
“Baik, 10 menit lagi akan saya kirimkan melalui email,” jawab Anne tanpa melawan kata-kata Jerry hanya menahan kepalan jari di bawah mejanya.
Dia meninggalkan ruangan Anne dan kembali duduk di sofa ruang kerjanya sambil bingung bagaimana harus bersikap terhadap Anne. Dia ingin mengetahui apa yang menjadi penyebab Anne pulang cepat karena wajahnya terlihat khawatir, tetapi dia tidak bisa karena dia yang menciptakan batasan kepada Anne.
“Permisi, Pak. Ini laporan yang diminta sudah saya selesaikan.” Anne meletakkan laporan itu di mejanya meski dia sedang duduk di sofa tengah itu.
Dia melihat Anne kemudian memutuskan untuk bertanya, “kemarin lalu kenapa tidak bisa diselesaikan?”
Anne hanya menghela napas, “maafkan saya yang tidak mengerjakan kemarin malam. Silakan potong dari gaji saja untuk satu hari itu.”
“Baiklah, kamu boleh pergi,” ucap Jerry tidak puas dengan jawaban Anne.
***
Sore hari, Jerry mengajak Chris untuk pulang bersama ke apartemen, tetapi karena mereka berangkat berbeda mobil membuat Jerry tidak jadi curhat.
“Chris, tetapi nanti apa bisa kamu lebih cepat ke kantor. Aku ada perlu denganmu,” ucap Jerry meminta tolong.
“Oke, nanti akan kuusahakan pulang ke apartemenmu lebih awal ya. Mungkin pukul 8 malam ya karena hari ini aku membantu Alexa berkemas.”
__ADS_1
“Memang besok dia mau pulang jam berapa?”
“Mungkin pagi pukul 10 atau sebelum makan siang.”
“Baiklah, kamu balik ke apartemen jam 9 aja gak papa kok. Aku butuh pendapat tentang masalahku.”
“Oke, aku usahakan lebih cepat ya.”
Jerry pun pulang duluan karena melihat Chris masih harus menjemput Alexa terlebih dulu. Dia tidak lupa untuk membeli makanan untuk makan malamnya karena hari ini dia sendirian hingga malam. Dia sadar nanti ke depannya dia tidak bisa merepotkan Chris lagi. Dia akan menjadi nomor dua setelah Alexa sehingga hal itu membuatnya ingin ikut menikah, tetapi dengan siapa? Jerry hanya tertawa dalam hati, menertawakan nasibnya dalam percintaan.
Beralih ke Chris dan Alexa yang saat ini sudah tiba di apartemen Chris. Mereka saling bergantian untuk membersihkan diri sebelum kemudian mereka akan mengemas beberapa barang yang akan dibawa pulang Alexa. Sambil mengemas mereka juga mengobrol masalah pernikahan mereka lagi.
“Oh iya, kemarin sepertinya belum dibahas masalah akan tinggal di mana kita setelah menikah?” Alexa membuka pembicaraan serius lagi dengan Chris.
“Aku sudah ada rumah, tetapi memang tidak pernah kuberitahukan siapapun karena rencanaku setelah menikah baru aku akan tinggal di sana,” jelas Chris.
“Lalu, sekarang gimana?”
“Ya, terserah kamu mau tinggal di mana. Apartemen atau rumah.”
“Bagaimana jika saat ini di apartemen dulu, nanti jika memang kita diberikan kepercayaan untuk anak, baru pindah ke rumah?”
“Boleh, tetapi aku akan membawamu berkunjung ke rumah ya. Karena saat ini belum begitu banyak perabotannya.”
“Siyap,”
“Berkemasnya sudah?”
“Sudah, untuk sementara ini saja dulu. Kan setelah menikah juga akan kembali ke sini.”
“Jika kutinggal sekarang apa tidak apa-apa? Karena Jerry mengatakan ada yang ingin dibicarakan denganku.”
“Baiklah, hati-hati, ya. Aku langsung tidur ya aja kalo gitu.”
Chris mengecup kening, pipi, dan bibir Alexa sebelum meninggalkan apartemennya.
__ADS_1