Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 33


__ADS_3

Hari ini Chris bertemu dengan pak Arya di rumah sakit Yamada karena dia sudah bersedia tes darah. Pak Arya mengajaknya menemui teman pak Arya yang seorang dokter, Dokter Laura Bennett, seorang dokter umum tetapi dokter yang dipercaya pak Arya. Proses pengambilan darah sangat cepat tetapi proses pembuktian bahwa mereka ayah anak akan memakan waktu sekitar seminggu. Pak Arya sangat berterima kasih kepada Chris karena bekerja sama. Dia pamit kepada pak Arya karena masih ada urusan di kantor.


Gedung FutureCorp, kantor Chris.


Chris tiba ketika makan siang dan langsung menuju ruangan Jerry. Dia berpapasan dengan sahabatnya itu di depan lift karena Jerry kebetulan juga akan keluar makan siang. Jadi, dia ikut turun lagi bersama Jerry.


Begitu keluar dari gedung kantor mereka menuju café yang terdekat dengan berjalan kaki. Sesampainya di café, mereka segera memesan makan siang untuk dua porsi dan memilih tempat duduk di bagian non-smoking area karena tidak ingin terganggu oleh asap.


“Jer, kamu akhir-akhir ini ke mana saja? Aku rindu dengan waktu kita berdua bersenang-senang.” Chris protes padahal dia yang lebih banyak bersama Alexa.


“Lha, kamu gak salah protes? Harusnya aku yang protes sama kamu. Kamu sejak sama Alexa, nempel terus.”


“Hehe,” ucap Chris tanpa rasa bersalah. “Baiklah, setelah dari panti aku akan membagi waktuku denganmu. Tapi jika kamu ingin bercerita apapun aku bersedia mendengarkan. Ok. Jangan semua dipikirkan sendiri.”


“Sebenarnya aku ingin bercerita tapi aku masih belum siap. Mungkin setelah kamu pulang dari panti saja deh.”


“Ok, kalau begitu biar aku minta pendapatmu tentang ini.”


Obrolan mereka diinterupsi pelayan yang membawa pesanan mereka. setelah menghidangkan dan pelayan pergi, mereka kembali melanjutkan obrolan.


“Apalagi?”

__ADS_1


“Sepertinya aku akan menuruti omonganmu kemarin tentang melamar Alexa. Nanti sekalian di panti, ini masih menunggu cincin pesananku untuk melamar masih belum jadi.”


“Itu baru saudaraku, Chris. Selamat ya! Aku turut berbahagia!” Jerry memberikan kedua jempol kepada Chris akhirnya berani untuk mengambil kesempatan itu.


Chris yang melihat raut wajah Jerry berubah setelah membicarakan pernikahan membuatnya bertanya-tanya. Akan tetapi, dia tidak ingin memaksa Jerry untuk bercerita kepadanya. Seperti kata Jerry tadi, setelah dari panti akan dia pastikan lagi. Karena dia sudah menganggap Jerry adalah keluarganya sendiri sehingga apabila mendapat masalah pun dia akan membantu seperti Jerry yang selalu ada untuknya.


Chris ingin berlaku yang sama seperti Jerry memperlakukannya. Selama ini jika tidak ada Jerry, entah bagaimana nasibnya. Mereka menyelesaikan makan siangnya dan kembali ke kantor setelah itu. Chris akan mengurus cutinya sekitar tiga minggu ke depan sehingga saat ini dia meminta Melissa memilah dan memilih pekerjaan yang benar-benar penting untuk dikerjakan dalam seminggu ini.


Jika nanti Chris cuti, Melissa tidak ikut cuti melainkan nanti akan diperbantukan ke Jerry atau divisi lain untuk sementara. Bisa jadi Chris nanti dapat bekerja sebentar di sela cutinya sehingga tidak menutup kemungkinan Melissa akan tidak ada pekerjaan.


Dia masuk ke dalam ruangannya sementara Melissa menyusun jadwal untuknya. Dia membuka ponselnya dan melihat pesan dari Alexa.


Alexa: Bagaimana mengurusi cuti?


Alexa: Aku belum mengurus, mungkin nanti sore setelah mengurusi pekerjaan sebentar.


Chris: Jangan terlalu kecapekan ya. XOXO.


Alexa di sana senyum-senyum sendiri sehingga ketika ditegur Bianca, dia malu sekali. Tidak biasanya Chris menggunakan emoticon di dalam pesannya. Bagaimana tidak membuatnya salah tingkah. Chris terlihat kaku di awal tetapi setelah mengenalnya lagi dia menampilkan pribadi yang hangat terhadap orang yang dekat dengannya.


***

__ADS_1


Seminggu kemudian, Chris mendatangi tempat perhiasan untuk mengambil pesanannya. Dia menunggu selama sepuluh menit untuk pegawai mengambil cincinnya. Pegawainya sudah membawa pesanannya dan memintanya untuk memeriksa apakah ada perbaikan atau tidak. Dia mengambil cincin tersebut dan melihat pada bagian ukiran aksara jawa itu. Tulisan yang terukir di sana sungguh indah meski kecil tetapi sangat rapi pengerjaan. Untuk cincin lamaran yang dipilihnya lebih mewah tetapi tanpa ukiran nama Alexa. Karena tujuannya cincin pernikahan yang diingini Chris akan lebih bermakna bila terdapat ukiran nama tersebut.


Selesai dengan urusan cincin, dia pergi menemui pak Arya yang meminta bertemu di kantornya untuk melihat hasil tes bersama-sama. Dia memberi pesan kepada Alexa tidak jadi ke kantor kekasihnya itu karena ada janji dengan pak Arya.


Sampailah dia di kantor pak Arya dan saat ini sedang menuju ruangan pak Arya. Chris juga sudah meminta pak Arya untuk tidak memberitahu hasilnya terhadap teman pak Arya. Dia disuruh langsung masuk oleh sekretaris pak Arya yang berada di luar. Di dalam dia dipersilakan untuk duduk di dalam ruang yang lebih privat. Ruang yang biasanya digunakan pak Arya untuk membahas masalah kliennya.


Sesudah Chris duduk, pak Arya memberikan amplop coklat itu agar dia sendiri yang membuka dan membaca hasilnya terlebih dahulu. Meski Chris grogi, tetapi dia memilih untuk langsung membukanya daripada penasaran. Dari sini juga bisa tahu bahwa setidaknya dia memiliki ayah apabila hasilnya cocok.


Setelah dikeluarkan dan dibaca dokumen tersebut, terlihat perubahan raut mukanya menahan marah. Akan tetapi, terlihat kelegaan juga di sana. Dia menyerahkan kembali kepada pak Arya, sedangkan Chris bersandar untuk menenangkan hatinya setelah mengetahui kenyataannya. Ya, Chris merupakan anak dari teman pak Arya, yaitu Hector James.


Chris: Sayang, bisa minta tolong ke tempat pak Arya sebentar? Naik taksi ya, aku butuh kamu saat ini.


Pesan itu dikirimnya ke Alexa agar kekasihnya itu bisa membantunya untuk menenangkan hati dan pikirannya. Saat ini pikirannya campur aduk, marah, kecewa, sedih, dan lain sebagainya berkecamuk menjadi satu. Dia meminum air yang disediakan untuk membantu menghilangkan keresahannya ini.


Dia bertanya kepada pak Arya, “Pak, boleh saya tahu kenapa dia mencari anaknya di saat sudah tua selain mengurusi hartanya.”


Pak Arya yang merasa bersalah kepada Chris karena dia sudah memaksa, tetapi mau bagaimana lagi dia mencoba membantu sahabatnya.


“Sebenarnya bukan karena itu saja, Chris. Menurut cerita ayahmu ….”


“Jangan sebut dia sebagai ayahku! Saat ini saya marah, saya mohon untuk memaklumi sikap saya.” Chris menyanggah pernyataan pak Arya.

__ADS_1


“Maaf. Menurut cerita Hector, saat itu ibumu sedang mengandung kamu dan meminta pertanggungjawaban pada Hector. Dia sudah akan menikahinya, tetapi keluarga Hector tidak setuju malah menjodohkan dia dengan orang lain. Dari situ Hector menyembunyikan ibumu agar tidak diancam atau dijahati oleh keluarganya. Saat kamu dilahirkan, ibumu meninggal karena pendarahan. Hector yang ingin membawamu diancam oleh keluarganya. Pilihannya jika kamu akan ikut dibunuh jika dia bersikeras membawamu.”


“Saat itu dia putus asa dan meminta teman ibumu menitipkan di panti asuhan Layar Husada. Rencananya paling tidak ketika umurmu lima tahun Hector akan mengambilmu. Tetapi semua tidak seperti rencananya, ayah Hector mengetahui rencana itu dan mengetahui keberadaanmu. Sehingga baru sekaranglah dia mencarimu karena ayahnya saat ini sakit lumpuh, sudah tidak berkuasa seperti dulu. Dan ayahnya pun yang meminta untuk mencarimu untuk meminta maaf.”


__ADS_2