Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 50


__ADS_3

Hampir 6 minggu kemudian, persiapan pernikahan Chris dan Alexa sudah 90 persen berjalan. Besok adalah hari dimulainya perjuangan keduanya dalam menjalani pernikahan. Sudah hampir seminggu mereka tidak boleh bertemu dan tidak mencuri waktu berdua. Mereka juga tidak berkomunikasi melalui ponsel karena disita. Karena Alexa ditemani bu Wina selama dua minggu terakhir. Mereka tentunya tidak mungkin jika tidak menghadiri pernikahan kakak-kakak mereka.


Anak panti yang berjumlah tidak sampai 20 pun dibawa semua. Yang Perempuan kebetulan menginap di rumah Alexa, sedangkan para laki-lakinya menginap di apartemen Chris dan Jerry. Kegiatan Chris selama tidak bertemu dengan tunangannya itu menemani anak-anak dari panti untuk berkeliling Jakarta. Anggaplah liburan jadi kegiatan mereka sekaligus berjalan-jalan.


Saat ini sudah malam hari, terlihat Chris di kamar sendirian menghafal janji pernikahan yang besok akan diucapkan kepada Tuhan dan calon istrinya di depan semua orang tamu yang datang. Setelah beberapa saat dia pun keluar kamar untuk membuat makan malam untuk anak-anak panti yang berada di sini.


Di sana terlihat Jerry sedang mengeluarkan beberapa bahan untuk dimasak malam ini. Chris menghampiri sahabatnya untuk mengambil alih dapur agar tidak membuat dapurnya berantakan. Dia melanjutkan memotong-motong bahan dan memasaknya dengan cepat dan dipilihnya masakan yang mudah untuk makan malam hari ini.


Setelah memasak, mereka segera menyantap semua makanan yang dibuatnya. Sekarang giliran Jerry yang membersihkan piring kotor, dibantu beberapa anak yang lebih besar.


Semakin malam, Chris tidak bisa tidur sehingga dia keluar kamarnya untuk menghampiri Jerry yang dilihatnya sudah tidur bersama anak-anak di kamar sebelah. Mereka memutuskan untuk malam ini akan tidur di sini semua. Akhirnya dia pun kembali ke kamarnya dan mencoba untuk tidur.


Keesokan paginya, Jerry yang terbangun dulu melihat jam yang menunjukkan pukul 6 pagi. Dia mencari Chris yang tumben sekali belum bangun. Dia menghampiri kamarnya dan melihatnya masih meringkuk di dalam selimut. Dia mencoba membangunkannya tetapi sulit sekali dan ditinggalkannya dia dulu. Nanti akan dia bangunkan lagi.


Jerry membangunkan semua anak-anak untuk bersiap dan membagi mereka ke kamar mandi di apartemennya dan apartemen Chris. Setelah jam 7 tepat, baru dia menghampiri Chris dan mulai membangunkan lagi.


“Chris! Chris! Woy!” Jerry menggoyang-goyangkan badan sahabatnya agar segera bangun dan ditampar juga.


Langkah terakhir dilakukan, dia mengambil air dan disiramkan sedikit demi sedikit ke muka Chris. Chris yang bangun karena kaget melihat Jerry menyiramnya membuatnya segera bangun.


“Apaan sih!” Chris melemparkan selimutnya yang sudah basah dari atas tubuhnya dan bangun.


“Ini sudah jam 7. Mau bangun jam berapa lagi. Segera bersiap sana!” perintah Jerry.

__ADS_1


“Iya, iya. Duh aku lupa lagi janji nikahku,” gumam Chris.


“Ya sudah dihafalin lagi, lho. Makanya cepat mandi dan siap-siap. Jangan lupa cincin juga.” Chris hampir saja lupa belum mempersiapkan cincinnya.


Diambilnya cincin itu dari lemari pakaiannya dan dibuka kotak beludru hitam itu. Terlihat 2 buah cincin besar dan kecil itu dan dipastikan dimasukkan ke dalam kantong jas pengantinnya.


Selang 30 menit kemudian dia sudah memakai setelan jas pengantinnya yang berwarna biru navy itu, pilihan calon istrinya. Kantong jasnya dipastikan sudah ada kotak cincin, jangan sampe tertinggal. Dia datang bersama dengan ayahnya karena Jerry sudah berangkat beserta rombongan anak-anak panti.


Chris sudah berada di gedung yang disewanya untuk pernikahannya. Acara pemberkatan dimulai pukul 10 pagi. Nanti ayahnya akan menjadi pendamping pengantin wanita karena Alexa yang memintanya.


Di dalam gedung, suasana sibuk dan bersemangat seolah mengisi udara dengan kegembiraan. Inilah hari yang telah dinanti-nantikan, saat persiapan akhir untuk pernikahan yang akan segera terjadi.


Ruangan utama gedung dipenuhi dengan bunyi tawa, cekikikan, dan ******* kegembiraan. Para penata dekorasi sibuk menyelesaikan sentuhan akhir pada hiasan-hiasan bunga yang indah. Latar belakang melodi piano yang lembut mengalun dari pengeras suara, menciptakan atmosfer yang penuh dengan kelembutan.


Sementara itu, di ruangan sebelah, Jerry yang menjadi pengiring pengantin pria juga tengah bersiap. Dia memeriksa dasi mereka dengan cermat, mencoba untuk tidak menunjukkan gugup yang sedikit memintas.


Pukul 10 berdentang dan acara dimulai. Chris yang sudah berada di depan altar dan bersama dengan pendeta dan pengiring pria di sampingnya meski agak jauh. Sebentar lagi pengantin wanita akan memasuki gedung.


Tak lama pintu terbuka lebar dan muncullah pengantin wanita dengan gaun berwarna campuran krem dengan putih gading yang menjuntai indah dengan memegang bunga mawar merah digenggamnya. Tangan lainnya menggenggam di lengan pria yang baru saja diketahui kehadirannya dalam hidup pengantin pria. Mereka berjalan pelan dengan diiringi alunan piano yang sangat memanjakan telinga para tamu.


Mereka telah tiba di ujung penantian kedua mempelai dalam penyatuan pernikahan. Segera pendeta memulai kata pengantar sebelum menuju pengucapan janji oleh kedua mempelai. Setelah hampir menunggu 10 menit, pendeta selesai mengucapkan semua itu.


Saat ini, pendeta mempersilakan mempelai pria untuk mengucapkan janji pernikahan terlebih dahulu.

__ADS_1


Chris pun berkata tanpa keraguan sama sekali dan sesekali memandang pengantin wanita di sebelahnya, “Saya berjanji di hadapan Allah dan hadirin, untuk mencintai dan menghormati kamu, Alexandra Grace, dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit. Aku akan selalu mendukung impian dan aspirasimu, menjadi sahabatmu sejati, dan merawat cinta kita dengan penuh kesetiaan. Aku berjanji akan selalu berusaha menjadi suami yang penuh pengertian, penyayang, dan setia. Aku bersumpah untuk membentuk keluarga yang penuh cinta, kebahagiaan, dan kepercayaan bersama kamu.”


Alexa melihat Chris dengan mata berbinar dan basah karena air mata haru. Setelah selesai, giliran sang mempelai wanita sekarang untuk mengucapkan janjinya, “Saya berjanji di hadapan Allah dan hadirin, untuk mencintai dan menghormati kamu, Christopher James, dalam suka dan duka, dalam kesehatan dan penyakit. Aku akan selalu mendukung impian dan aspirasimu, menjadi sahabatmu sejati, dan merawat cinta kita dengan penuh kesetiaan. Aku berjanji akan selalu berusaha menjadi istri yang penuh pengertian, penyayang, dan selalu mendukung apa pun ke depan keputusanmu sebagai suami.”


Setelah selesai semua, giliran pendeta berbicara kembali dan bertanya kepada Chris, “Apakah kamu Christopher, bersedia menerima Alexandra sebagai istrimu?”


“Saya bersedia!” ucap Chris mantap sambil memandang Alexa, istrinya.


Berganti kepada pengantin wanita, pendeta kembali bertanya kepada Alexa, “Apakah kamu Alexa, bersedia menerima Christopher sebagai suamimu?”


“Saya bersedia,” ucap Alexa.


“Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Silakan buka veil dan lanjutkan untuk menyampaikan ciuman pertama kalian sebagai suami dan istri.”


“Sekarang kalian bertukar cincin pernikahan dahulu.” Dilanjutkan dengan Jerry mengantarkan cincin ke hadapan mereka berdua.


Chris pun mengambil cincin yang kecil untuk disematkan di jari manis di tangan kiri Alexa, istrinya. Bergantian dengan Alexa, menyematkan cincin ke jari manis Chris. Setelah itu, dilanjutkan tanda tangan janji nikah di dokumen yang sudah dipersiapkan.


Setelah itu, pendeta menambahkan sedikit kata-kata terakhir, “Dalam kesempatan ini, mari kita bersama-sama merayakan awal dari perjalanan baru kalian sebagai suami dan istri. Semoga Allah selalu memberkati kalian dalam segala hal yang kalian lakukan dan menjaga cinta kalian abadi. Amin.”


Akhirnya selesai juga acara pemberkatan yang mereka lakukan. Sekarang mereka akan menuju lokasi pernikahan mereka untuk perayaan resepsinya. Lokasi tersebut diadakan di Hilton Garden Inn yang menyediakan lokasi outdoor sebagai pilihan Alexa. Mereka mengadakan standing party untuk para tamu yang seumuran mereka, kecuali untuk para kenalan yang sudah sepuh untuk duduk di meja bundar yang sudah disediakan.


Akhirnya untuk pengantin diberikan waktu untuk berganti pakaian dulu untuk acara resepsi mereka. Mereka setelah berganti pakaian di ruangan masing-masing. Pakaian untuk resepsi mereka kali ini berwarna hijau sage.

__ADS_1


Untuk Chris, pakaian yang digunakan setelah jas dengan celana yang berwarna hijau sage dipadukan dengan kemeja berwarna putih tulang sehingga mendapat kesan vintage. Untuk gaun Alexa, dipilih yang berlengan panjang dan roknya juga panjang hingga menyentuh lantai. Terdapat jubah yang menutupi bagian belakang gaun Alexa. Jubah tersebut sangat menjuntai hingga saat berjalan harus dibantu oleh satu orang untuk membawanya. Sedangkan untuk dressnya sendiri sangat membungkus tubuh Alexa sehingga membuat lekukan tubuhnya terlihat sempurna. Meski dress ini tertutup dan memiliki lengan panjang, tetapi Alexa tetap terlihat elegan. Apalagi bagian bawah dari dress ini memiliki lapisan kain tipis dan terdapat beberapa manik-manik yang berkelap-kelip ketika pemakainya berjalan atau berdansa.


__ADS_2