Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 23


__ADS_3

Jerry merenungi kembali kata-kata yang diucapkan oleh Chris ketika dia berada di kamarnya. Selama ini memang dia jarang sekali memikirkan hidupnya mau dibawa ke mana. Karena selama ini kebutuhan dia terpenuhi, apapun yang dia minta pasti dipenuhi. Dia tidak pernah benar-benar berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Nah, semenjak mengenal Chris, dia merasakan bagaimana perasaan Chris yang ingin mengingat masa lalunya dan bertahan hidup di kota sendirian. Mulai dari saat itu, dia memutuskan untuk menemani Chris sampai maut memisahkan mereka. Bukan maksud seperti kekasih ya, jangan salah.


Jerry hanya ingin merasa berguna bagi orang lain dan dia mendapatkan itu dari Chris. Dia senang membantu Chris yang membutuhkannya dan dia banyak belajar tentang hidup dari Chris. Kan, dia hanya mengikuti arus hidup Chris saat ini. Tidak pernah memutuskan untuk dirinya sendiri. Membuatnya berpikir lebih serius tentang hidupnya dan keinginannya. Sayangnya, terlalu lama berpikir membuat otak Jerry lelah dan tak lama dia sudah berangkat ke alam mimpi.


Sedangkan Chris yang saat ini masih ikut berpikir tetapi di kamar yang berbeda. Dia memikirkan mengapa Alexa merasa bersalah. Apakah memang Alexa mengenalnya? Chris bingung dia harus melakukan apa atau dia harus berkonsultasi lagi dengan psikolognya. Sepertinya memang harus begitu.


***


Matahari hari ini memunculkan sinarnya malu-malu atau karena pagi ini cuaca sedang mendung. Mereka berempat belum ada yang bangun padahal biasanya Chris bangun pagi untuk berolahraga. Namun sepertinya mereka semua lelah hingga bangun siang pukul 7 pagi. Yang bangun lebih dahulu, yaitu Jerry, setelah bangun tidak langsung mandi tetapi membuat sarapan untuk mereka berempat. Sarapan yang dibuat Jerry adalah yang paling mudah, roti panggang dengan selai dan telur apabila suka.


Dia melihat di ruang tamu belum ada tanda-tanda Chris keluar dari kamar sehingga dia harus membangunkannya. Ternyata Chris benar-benar lelah pikiran dan fisiknya karena masalah pak Herman dan pak Helmi. Juga masalah pribadinya yang harus segera diselesaikan agar dia tidak lagi penasaran dengan Alexa.


Chris bangun setelah beberapa kali dibangunkan oleh Jerry. Mereka mandi di kamar mandi masing-masing dan keluar bersama menuju apartemen Chris untuk mengantar sarapan karena keduanya sudah sarapan lebih dulu. Chris hanya mengantarkan sarapan sebentar karena tidak ingin membuang waktu lagi untuk bekerja. Seharusnya Alexa aman ketika berada di apartemennya karena keamanan di apartemennya sangat dijaga. Selama ini jarang ada orang yang berkunjung ke apartnya. Jadi, sulit untuk orang asing yang ingin masuk dengan alasan mengunjungi Chris.


Chris dan Jerry tetap membagi tugas seperti yang disepakati. Melissa sudah berada di kantor dan dia mendapat teguran karena diam-diam membantu Alexa tanpa sepengetahuan Chris. Dia meminta maaf dan sedikit heran bagaimana atasannya itu bisa tahu bahwa dia membantu Alexa di belakangnya. Tidak tahu saja bahwa komputernya diperiksa oleh Chris.


Hari ini Chris menghubungi sendiri untuk bertemu dengan William Avan di kediamannya melalui sekretarisnya. Karena takut jika dibantu oleh Melissa dinilai tidak sopan karena dia yang ingin bertemu. Dia masih menunggu kabar dari sekretaris William untuk menjadwalkan kapan bisa bertemu dan semoga saja bisa secepatnya. Saat ini dia lebih memilih memfokuskan bekerja menyelesaikan beberapa dokumen yang belum diperiksa.

__ADS_1


Dua jam setelahnya, dia mendapat telepon dari sekretaris William untuk bertemu di Sheraton Hotel di jam makan siang. Karena ini masih ada satu jam sebelum bertemu, dia menyiapkan bukti-bukti transfer ke rekening ketiga orang yang dicurigainya. Semua sudah siap, dia menunggu untuk waktu berangkat agar tidak terlambat.


Sesampainya di hotel, dia menemui William di kamar yang digunakan beliau karena kebetulan beliau sedang menginap di situ. Dia mengetuk pintu kamar dan dibukakan oleh sekretaris William.


“Selamat siang, Bapak William.”


“Siang, silakan duduk Chris. Ada apa ingin bertemu saya, sepertinya darurat? Ada masalah dengan Perusahaan?”


“Sebelumnya saya minta maaf untuk munculnya rumor skandal penggelapan dana yang ramai kemarin. Saat ini saya sedang menyelidiki adanya penggelapan dana yang dilakukan beberapa orang.”


“Lalu kenapa bertemu dengan saya?”


“Oh, itu. Boleh lihat bukti yang kamu dapatkan?”


“Untuk sementara hanya berupa transfer dari rekening Perusahaan ke rekening mereka pribadi tetapi tidak ada keterangan uang itu ditransfer untuk apa selain gaji. Jadi saya bertanya kepada anda karena anda telah lama mengenal Bapak Angggara.”


“Kamu harus hati-hati terhadapnya, jika memang ingin mendapatkan bukti korupsi harus lebih berhati-hati dan menyusun rencana dengan baik. Karena dia itu licik, pernah ada orang yang ingin mengekspos dia tetapi malah berbalik. Dia dituduh oleh Anggara melakukan penggelapan dana dan berujung dipenjara.” William memberikan beberapa dokumen untuk Chris lihat. “Ini semua adalah dokumen tentang apa-apa pernah yang dilakukan Anggara. Termasuk daftar perusahaannya.”

__ADS_1


Sebelum pergi menemui William, tidak lupa Chris mengirim pesan kepada Alexa untuk menanyakan apakah dia baik-baik saja.


Chris: Bagaimana keadaanmu, Lex? Bisa sendiri di apartemen?


Alexa: Di sini masih ada Bianca menemaniku. Dia lagi kerja meeting melalui video conference.


Chris: Tidak ada kesulitan ya berarti. Aku hanya bilang hari ini aku akan lembur sepertinya, jadi lebih baik Bianca tetap menginap saja malam ini.


Alexa: Ok.


Setelah mendapat pesan terakhir dari Alexa, Chris pergi meninggalkan rumah William dengan perasaan yang campur aduk, di sisi lain dia senang mendapatkan tambahan informasi tentang Anggara. Di satu sisi dia seperti merasa dipermainkan karena mengapa tidak dari dulu William turun tangan menghadapi Anggara. Itulah yang menjadi pertanyaan dalam hati Chris.


Setelah sampai di kantor, dia menelaah semua dokumen itu dengan baik. Jerry datang di jam 3 sore karena dia sudah selesai dengan pemeriksaan dengan tiga rekening itu. Besok dia juga akan menemui pak Arya untuk berkonsultasi kembali dengan dokumen yang sudah ditemukan lagi. Apakah bisa menjadi bukti lagi atau tidak.


Chris mempersilakan Jerry untuk pulang terlebih dahulu karena dia sedang memeriksa semua dokumen yang diberikan William. Dia memeriksa satu persatu agar bisa mengetahui bagian mana yang bisa dijadikan celah untuk menjadi bukti. Di sana juga terdapat data beberapa Perusahaan yang sepertinya pernah bertransaksi dengan FutureCorp. Dia menyisihkan dokumen itu untuk diserahkan nanti ke bagian penjualan untuk diperiksa ulang. Besok dia akan memanggil dua orang bagian penjualan untuk membantunya menyortir data dengan Perusahaan ini.


Tidak terasa Chris bekerja hingga malam dan dokumen yang diberikan William selesai disortirnya dan diurutkan menjadi beberapa bagian. Dokumen data Perusahaan yang benar-benar harus diperiksa besok, yang kedua dokumen penunjang data dari Perusahaan tersebut. Yang ketiga adalah data tentang aktifitas dari pak Herman saat ini.

__ADS_1


Tiba-tiba teleponnya berdering dan langsung diangkatnya tanpa melihat siapa yang menelepon. Setelah mendengarkan kabar dari pihak sana yang memberikan kabar baik untuk Chris.


__ADS_2