Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 49


__ADS_3

Setelah menutup telepon dari Alexa, Jerry membangunkan Chris yang saat ini tengah mabuk di bar. Ya, mereka berdua pergi ke bar karena Jerry yang sedang galau, tetapi ternyata Chris yang sedang gugup menghadapi pernikahan tidak sengaja meneguk beberapa gelas sehingga membuatnya mabuk. Gelas di sini bukan gelas kecil yang biasa, tetapi gelas bir yang besar. Jerry masih setengah mabuk dan melihat sahabatnya yang sudah tertidur di sampingnya membuatnya berhenti minum. Salah satu dari mereka harus sadar dan mengendarai mobil untuk pulang ke apartemen.


Untungnya Alexa sudah tidak tinggal di apartemen Chris, jika masih di sana mungkin Chris akan dimarahi habis-habisan. Jadi, Jerry menunggu hingga dirinya sadar baru dia akan pulang dari sana. Setelah 30 menit hanya duduk dan minum air putih, dia pun kembali sadar meski masih belum 100%. Di sana dia melihat sosok wanita yang dikenal sedang berdansa dengan seorang pria dan terlihat tidak nyaman.


Jerry kesal melihat hal itu, dengan segera berdiri dan mendekati wanita itu. Ditarik lengan wanita itu dan diseret untuk duduk di meja bersamanya. Wanita yang diseret itu hanya heran dan mengikutinya karena dia tahu percuma melawan. Jadi, daripada membuat keonaran di tengah lantai dansa lebih baik mengikuti apa mau Jerry.


“Apa maumu membawaku ke sini!” amuk wanita itu tidak suka dengan perilaku Jerry.


“Aku tahu kamu tidak nyaman dengan adanya pria yang mendekatimu. Aku hanya menolongmu!” Jerry sedikit membentak karena jengkel dengan kata yang dilontarkan barusan.


“Aku tidak meminta bantuanmu!” Wanita itu melangkah pergi tetapi lengannya dicekal oleh Jerry.


Ditepisnya tangan Jerry, tetapi pegangannya terlalu kuat sehingga tidak lepas dan dia juga ikut kesakitan.


“Aku tidak akan membiarkanmu kembali ke lantai dansa!” tegas Jerry padanya.


“Ck!” Dia duduk kembali dengan muka cemberut dan mengalihkan mukanya.


Jerry mendekati salah satu pegawai di sana untuk membantunya membawa Chris ke mobil agar dia bisa menggandeng wanita itu ke mobil juga.


“Apaan sih! Aku bukan tahanan ya. Tidak perlu seperti ini, aku tidak akan melarikan diri!” Anne marah diperlakukan seperti ini.


“Tidak! Aku tidak percaya padamu!” genggaman Jerry tidak goyah malah semakin rapat menggandeng Anne.


Ya, Jerry melihat Anne di lantai dansa dan itu menimbulkan rasa tidak suka dalam dirinya melihat itu. Mereka bertiga tiba di apartemen Jerry dan Anne diminta untuk menunggu sebentar di dalam mobil sementara dia mengantarkan Chris ke apartemennya. Dia tidak lupa mengunci mobil itu agar Anne tidak kabur dari sana.

__ADS_1


“Duh, kenapa pake dikunci sih!” Anne membuka pintu mobil dengan paksa beberapa kali tetapi tidak bisa dibuka.


Meski AC mobil menyala tetapi dia tidak suka dikurung seperti ini. Awas saja nanti akan Anne lampiaskan kemarahannya pada Jerry. Tak lama Jerry kembali masuk ke mobilnya dan tersenyum sedikit melihat muka Anne yang semakin ditekuk.


Manis juga jika dalam keadaan marah, batin Jerry melihat Anne.


“Kenapa kamu tidak melihatku?” Jerry semakin menggoda Anne.


“Buat apa? Kamu orang nyebelin sedunia!” ungkap Anne dengan nada tinggi.


Jerry hanya tertawa mendengar hal tersebut. “Di mana kamu tinggal? Aku akan mengantarmu.”


“Em… ehm….”


“Ayo di mana? Apa tidak kuantar pulang tetapi menginap di apartemenku?” Anne dengan segera menggerakkan tangannya untuk menutup bagian atas tubuhnya secara refleks.


Wajah Anne semakin merona dan akhirnya dia mau menyebutkan lokasi rumahnya. Ketika mobil Jerry sudah mendekati lokasi rumahnya dia hanya minta diturunkan di depan perumahan saja. Jerry yang tidak ingin Anne semakin marah akhirnya menuruti saja.


“Anne sebelum kamu turun, aku ingin meminta maaf atas perkataanku yang menyinggungmu. Bisakah kita tetap menjadi teman seperti sebelumnya. Bukan sebagai orang yang tidak saling mengenal. Aku lebih senang disapa olehmu daripada tidak dianggap olehmu.” Anne mendengar permintaan maaf Jerry yang tulus itu hanya membalas dengan anggukan karena jujur dia bingung dengan tingkah Jerry yang kadang marah kadang baik.


Anne kemudian keluar dari mobil dan segera menyuruh Jerry untuk pergi, tetapi Jerry ingin melihat Anne masuk ke dalam perumahan. Akhirnya dia menurut dan berjalan selama 5 menit kemudian menoleh ke belakang. Dilihatnya mobil Jerry sudah pergi dari sana. Segera dia memesan ojol untuk membawanya pulang ke rumah.


Dia terpaksa berbohong kepada Jerry tentang dia tinggal karena dia tidak ingin Jerry mengetahui bagaimana kondisi hidupnya saat ini. Pergilah dia bersama ojol yang dipesan menuju kamar kosnya yang tidak jauh dari sana.


***

__ADS_1


Chris yang baru saja bangun dari tidur panjangnya melihat Alexa sudah berada di dalam apartemennya ketika dia keluar dari kamar. Oo … bahaya ini, pikirnya dalam hati.


“Ada apa pagi-pagi ke sini, Sayang.” Dia menjauh dari tunangannya dan mengambil air menuju dapur untuk minum.


Alexa melihat gelagat yang aneh pada tunangannya. “Kemarin kamu tidak bisa dihubungi sama sekali. Lalu aku menghubungi Jerry tetapi tidak menjelaskan apapun. Bisa dijelaskan?”


Chris hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tiba-tiba terasa gatal. Dia mempersilakan Alexa duduk di sofa ruang tengah agar enak berbicara dalam keadaan tenang.


“Jadi, kemarin sore, pulang kerja aku dan Jerry berada di kantor karena sedang ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Setelah itu, aku mengajaknya untuk minum sebentar di bar. Eh keterusan, jadinya aku mabuk dan dia tidak.”


“Kenapa mabuk?”


“Aku tidak tahu. Mungkin aku hanya gugup memikirkan pernikahan kita yang semakin dekat dan masalah kantor dengan investor baru. Semua itu membuatku kepalaku pusing.”


“Apa kamu akan mundur dari pernikahan?”


“Tidak, Sayang. Bukan itu maksudku, memikirkannya bersamaan membuatku kepalaku penuh.”


“Makanya lain kali bisa cerita kepadaku agar bebanmu berkurang. Biasakan mulai dari sekarang atau kalo tidak aku akan marah padamu.”


“Iya, maafkan ya. Lalu bagaimana kemarin dengan diskusi WO.”


“Melissa benar-benar membantu pertemuanku dengan pihak WO dan sebagian besar sudah cocok. Waktu yang kita berikan kepada mereka sekitar 1,5 bulan dan mereka menyanggupinya. Untuk cincin nikah kita bagaimana?”


“Untuk masalah itu sudah kuurus, kamu tinggal tunggu saja.”

__ADS_1


“Benar ya.” Chris mengangguk karena cincin pernikahan mereka sebenarnya sudah jadi lama.


Hanya saja memang Chris tidak ingin menunjukkan pada tunangannya itu. Dia meninggalkan Alexa di ruang tengah untuk mandi dan berangkat ke kantor karena sekarang sudah hampir pukul 9. Ingin tidak berangkat itu tidak bisa karena hari ini adalah rapat untuk mendiskusikan pengeluaran untuk IoT.


__ADS_2