
Chris masuk ke ruangan pak Arya setelah mendengar apa yang Hector katakan, tetapi dia berpura-pura tidak mengetahui apa-apa. Dia berpamitan untuk kembali ke kantor karena ada beberapa masalah yang harus ditangani. Dia juga meminta nomor ayahnya untuk janji temu berikutnya apabila tidak sibuk. Hector merasa senang karena anaknya begitu menerimanya dengan lapang membuat dia semakin bersalah. Akan tetapi, dia akan berusaha untuk tidak ikut campur atas kehidupan Chris. Menjadi bagian dari hidup Chris, dia sudah bersyukur.
Chris meninggalkan kantor pak Arya dan menuju rumah William karena sudah membuat janji makan siang. Dia harus meminta penjelasan dari William untuk alasan melepaskan skandal tersebut ke media. Meski skandal tersebut selesai, tetapi Chris harus tahu apa maksudnya. Padahal ini merupakan Perusahaan yang dibangunnya saat dia masih muda.
Sesampainya di rumah William, dia diantarkan ke ruang kerja oleh seorang pelayan yang menyambutnya di ruang tamu tadi. Pelayan tersebut mengetuk pintu dan William menyuruh masuk baru pelayan itu membuka pintu dan mempersilakan William.
“Oh, Christopher, ada apa mampir kemari? Tumben sekali.” William berdiri menyambut Chris dan menawarkan tangannya untuk menjabat.
Chris pun memberikan tangannya untuk membalas jabatan tersebut. Dia duduk setelah dipersilakan tentunya. Chris pun tanpa basa-basi menjelaskan kedatangannya.
“Jadi, Tuan William, saya mendapat informasi yang terpercaya bahwa dalang yang membocorkan skandal penggelapan tersebut adalah anda sendiri. Bisa anda jelaskan?” tanya Chris dengan kepala dingin.
“Oh, akhirnya kamu tahu juga ya. Padahal aku hanya ingin membantumu mempertahankan posisimu sebagai CEO. Aku sangat menyukai ambisimu dalam memajukan FutureCorp sehingga aku sangat menyayangkan kamu akan dikelilingi banyak orang yang tidak jujur.” William tanpa menutupi lagi rahasia kecil itu.
“Lalu anda tahu efek akan skandal itu terhadap FutureCorp?”
“Tentu saja aku tahu, Chris. Maka dari itu, aku membantumu sedikit dengan menyerahkan bukti kecil yang membuatmu mencari kebusukan Anggara.”
“Jadi, anda juga memanfaatkan saya?” Chris tidak percaya memiliki atasan seperti ini.
“Bukan memanfaatkan, tetapi membuatmu membuktikan bahwa kamu mampu menjadi seorang yang lebih dari CEO.” William menyesap kopi dingin yang sejak tadi sudah ada, “mengungkap skandal melalui media dapat memicu perubahan dalam cara organisasi atau lembaga beroperasi. Terkadang, tekanan publik yang muncul akibat pemberitaan media dapat memaksa organisasi untuk lebih transparan, memperbaiki sistem internal, dan menghindari pelanggaran serupa di masa depan.”
Dia hanya mendengar petuah dari William karena semua yang kakek tua katakana itu memang tidak bisa dibantah. Semakin transparan sistem suatu Perusahaan maka masyarakat akan lebih mudah percaya. Sekarang rasa penasarannya sudah menguap dengan penjelasan yang diterima. Tidak mungkin memang pemilik akan menghancurkan Perusahaan yang dibangunnya dari nol.
__ADS_1
Tak lama setelah berbasa-basi sebentar, Chris memilih untuk pamit dari sana dan pergi ke kantor untuk menemui Jerry. Nanti malam dia akan mengadakan makan malam bersama dengan sahabat-sahabatnya untuk merayakan dia dan Alexa akan menikah.
Ketika dia sudah berada di mobilnya, dia memutuskan untuk menelepon Alexa. Di panggilan ketiga baru sambungan tersambung.
Alexa : Halo, Sayang?
Chris : Halo, sedang apa?
Alexa : Iya, ini mau masuk ruang rapat
Chris : Baiklah, aku hanya sebentar. Nanti pulang kantor aku share lokasi untuk makan malam lagi ya
Alexa : Kejutan lagi?
Alexa : Oke
Chris : Aku bawa Jerry. Jadi buat berempat kok makan malamnya
Alexa : Kalo sama kekasih Bianca, boleh?
Chris : Oke, ya sudah kalo begitu. Selamat bekerja, sayang
Alexa : Oke, muach
__ADS_1
Sambungan terputus ketika Alexa menutup terburu-buru tanpa mendengar Chris membalas sapaannya. Karena dia sudah dinanti oleh calon klien barunya untuk rapat.
Chris pun meletakkan ponselnya di dalam tas dan melanjutkan perjalanan ke FutureCorp karena sekarang masih jam 2 siang. Sesampainya di kantor, dia langsung menuju ruangan Jerry. Dilihatnya Dena tidak ada di mejanya jadi dia membuka pintu ruangan itu. Ternyata ruangan itu kosong, tidak ada orang pun dengan sahabatnya. Ke mana dia, batin Chris.
Dia pun memutuskan untuk ke ruangannya saja dan menyelesaikan beberapa pekerjaan. Saat di depan ruangan Melissa, dia meminta sekretarisnya itu untuk memesan sebuah ruangan terbuka di restoran hari ini pukul 8 malam untuk 6 orang. Tema makanan yang dipilih kali ini adalah masakan Jepang dan Chris memilih omakase. Agar para tamunya bisa menikmati apa saja makanan yang disuguhkan oleh chef.
Melissa juga diundang oleh Chris karena sering membantu kekasihnya saat sedang sakit. Melissa menghitung dengan jari siapa orang keenam yang dimaksud oleh Chris. Karena setau Melissa, Chris tidak memiliki banyak teman dekat.
Sementara Jerry dihubungi oleh Chris kembali tetapi hanya tersambung dan tidak diangkat. Bertanya kepada Melissa pun tidak tahu karena Dena hari ini ijin sakit. Chris takut terjadi apa-apa dengan Jerry karena sahabatnya itu kurang terbuka dengannya.
***
Apartemen Jerry.
Ternyata Jerry hari ini sakit, badannya panas sedari pagi. Chris sama sekali tidak memikirkan kemungkinan itu karena ponsel Jerry pun juga kehabisan daya sehingga tidak bisa menerima panggilan ataupun pesan.
Jerry terlihat masih bergelung di dalam selimut karena kepalanya sangat pusing jika dia buat berdiri. Annette yang sedang berada di sekitar apartemen Jerry, karena dia menguntit Jerry suatu malam, penasaran kenapa gebetannya itu tidak terlihat di kantor. Dia berhasil masuk oleh sekuriti karena dia bilang bahwa dia adalah kekasihnya Jerry dan kemari karena Jerry yang meminta dan bertanya di mana apartemen Jerry. Sekuriti itu tidak mencurigai karena alasan yang diberikan Annette masuk akal.
Berbekal dengan informasi dari sekuriti dia naik lantai kedua dari atas dan memencet bel apartemen itu. Jerry yang mendengar bel berbunyi heran karena siapa yang mencari dia. Jika itu Chris pastinya dia akan langsung masuk. Dia pun berupaya untuk bangun dan membukakan pintu. Setelah pintu terbuka, dia segera berbalik untuk kembali tiduran di sofa. Karena pusing kembali menyerang kepalanya.
Annette yang melihat pintu terbuka, tetapi tidak ada orang yang keluar menjadi curiga dan masuk. Dia melihat sosok Jerry yang terselubungi oleh selimut dan agak oleng menuju sofa. Dia pun masuk dan membantu sosok itu untuk tiduran di sofa. Dia melihat wajah Jerry yang dipenuhi keringat sebesar biji jagung itu pun memastikan bahwa Jerry saat ini sakit dan membutuhkan perawatan.
Karena dia tidak tahu password apartemennya, dia tidak mungkin meninggalkan apartemennya. Dia pun memanfaatkan aplikasi kesehatan yang bisa memberikan konsultasi dan membeli resep yang disarankan. Setengah jam sambil menunggu obat datang, dia memasakkan bubur dengan bahan yang ada di apartemen Jerry. Sungguh tipikal apartemen laki-laki, sedikit sekali bahan yang dibeli. Itu sebenarnya Chris yang sering mengisi karena ketika dia sedang tidak bersama Alexa. Obatnya pun datang ketika ada orang memencet bel.
__ADS_1
Annette yang akan membuka pintu, terlihat bahwa seseorang sudah memasuki pintu dan membawa bungkusan obat yang dipesannya.