
Jerry langsung mengambil surat yang dijatuhkan sahabatnya dan dibacanya. Tertulis di sana tentang pelaku yang mengupload skandal adalah William Avan. Pantas respon Chris begitu shock sehingga jatuh terduduk. Jerry yang juga sudah membaca pun terkejut dengan hal itu. Untungnya Chris kembali menguasai dirinya dengan cepat dan menyuruh Melissa untuk membuat janji dengan William.
Untuk sementara yang mengetahui ini adalah mereka berdua tetapi Melissa sendiri bisa menebak tentunya dengan yang Chris perintahkan. Dia harus menyelesaikan sore ini sebelum janjinya makan malam dengan Alexa terganggu. Melissa memberitahu bahwa William bisa ditemui besok pagi di rumah, tidak bisa hari ini. Mau tidak mau dia harus bersabar untuk besok.
“Apa maksud orang tua itu? Merepotkan saja!” Chris marah akan perbuatan William.
“Sabar, tetapi kan ada untungnya. Sekarang masalahnya sudah beres bukan. Memang kamu mau apa ketemu sama dia?” Jerry penasaran alasan Chris.
“Ya, aku ingin tahu mengapa dia memunculkan skandal itu ke publik. Harusnya untuk masalah internal saja kan,” jawabnya memenuhi rasa ingin tahu Jerry.
“Iya juga, sih. Ya, besok kamu bisa menyelesaikan rasa ingin tahumu. Sudah, sekarang kita pulang saja. Kamu masih banyak yang harus dipersiapkan.”
Kantor Alexa.
“Hari ini jadi makan malam?” tanya Bianca setelah membuka pintu ruangan Alexa.
“Iya, aku bingung mau pake dress yang mana. Ada saran?” Alexa meminta saran Bianca.
“Ehm, seperti aku tidak bisa memberimu saran. Tuh,” menunjuk ke pintu yang terbuka lebih lebar.
Muncullah Chris yang membawa buket bunga mawar merah untuk Alexa.
“Lho, kok ke sini? Katanya nanti jam 7 baru dijemput?” tanya Alexa heran melihat Chris di kantornya.
“Kupikir-pikir sekarang saja karena aku sudah rindu pada kekasihku ini.” Chris memeluk Alexa dan itu membuat Bianca memutar mata ke atas dan keluar dari sana.
__ADS_1
Tinggallah mereka berdua, Chris mengambil kesempatan itu untuk memberi kecupan pada bibir merah Alexa. Kekasihnya yang terkejut itu langsung memukul dadanya dan menjauhkan diri agar tidak tergoda untuk berciuman lebih dalam.
Saat ini sudah lewat makan siang dan Alexa tidak ingin pulang lebih awal. Toh makan malam masih nanti jam 7. Akhirnya Chris memilih ikut bekerja di ruangan Alexa sambil menunggu kekasihnya selesai bekerja. Kekasih yang sebentar lagi akan menjadi akan menjadi miliknya. Chris tersenyum-senyum sendiri sambil menatap laptopnya.
Alexa yang melihat itu, menghampiri Chris dan melihat laptopnya tetapi layarnya hanya terlihat wallpaper bergambar kartun kesukaan. Ditepuk bahu kekasihnya dan chris pun kembali sadar dari khayalannya.
“Eh, kenapa? Kamu kok di sampingku, katanya mau fokus kerja?” cecar Chris melihat Alexa di sebelahnya.
“Gak, aku tadi curiga liat kamu senyum-senyum sendiri.” Alexa manyun dan meninggalkan Chris untuk kembali ke mejanya.
Chris yang melihat itu sebenarnya ingin tertawa, tetapi ditahannya agar kekasihnya tidak semakin marah. “Sebenarnya, nanti ada kejutan untukmu. Semoga kamu suka.”
“Apa kejutannya?”
“Tapi aku tidak suka diberi kejutan, nanti kalo tiba-tiba pingsan, gimana?”
“Gak buat kamu pingsan, Sayang.”
“Gini aja, baru panggil sayang-sayang. Masa nunggu aku ngambek dulu,” gerutu Alexa yang terdengar oleh Chris.
Chris tertawa mendengar gerutuan dan melihat muka cemberut Alexa membuatnya semakin jengkel. Dalam hatinya dia tersenyum senang karena Chris tertawa dengan gerutuannya. Sejak tadi diperhatikan ada raut serius ketika tadi dia terdiam.
Pekerjaan Alexa selesai pukul 4 lebih sehingga mereka keluar dari kantor Alexa sekitar pukul 4.30 karen harus membereskan laporan-laporan yang belum disusun. Saat ini dia sedang berada di mobil Chris untuk ikut pulang ke apartemen Chris. Karena mereka akan berangkat dari sana menuju restoran.
Kejutan Chris dimulai dari adanya kotak mulai dari baju, sepatu, hingga aksesoris yang dapat dipakai Alexa untuk malam ini. Sungguh special sekali hari ini, akan ada kejutan apa ini? batin Alexa.
__ADS_1
Alexa segera membersihkan diri sebersih-bersihnya hingga 30 menit kemudian baru selesai. Dia melihat baju yang dibelikan Chris sangat cantik, bajunya gabungan dari midi dress tetapi off shoulder sehingga membuat Alexa akan mengekspos bagian bahunya. Midi dressnya panjang selutut dan membentuk badannya yang proporsional dengan tinggi badan Alexa.
Warna dress kali ini adalah pink pastel, cocok dengan aksesoris anting dan gelang dengan batu ruby sebagai hiasannya juga berwarna pink. Untuk sepatunya model mullets berwarna merah cocok dengan clutch yang simple tetapi elegan. Dia mematut dirinya di depan setelah memastikan dipakai semua dan lengkap. Dia melangkah keluar kamar dan melihat Chris sedang berdiri menggunakan tuxedo hitam.
Dengan berpakaian seperti itu, ketampanan Chris di mata Alexa naik 200%. Sedangkan Chris yang melihat Alexa dengan pakaian pilihannya sungguh cantik memesona. Dia jadi tidak ingin membawa Alexa keluar dari apartemen. Tidak ingin menunjukkan kecantikan Alexa terhadap dunia.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 sehingga mereka harus buru-buru berangkat karena reservasi pukul 7.00 malam. Meski Chris menyewa ruangan sendiri, tetapi tetap saja tidak enak terlambat. Belum lagi soal makanan yang sudah disiapkan untuk urutan keluarnya. Agak mengebut dia mengendarai mobilnya agar cepat sampai.
Sesampainya di restoran, dia diantarkan oleh pelayan menuju ruangan yang dia pesan. Ketika ruangan itu dibuka tercium bunga mawar karena di ada buket bunga mawar besar terpampang di deket meja mereka. Alexa segera berlari mendekat ke buket itu dan menciumnya karena dia memang sesuka itu dengan mawar.
Chris yang memberi tanda pada pelayan untuk memulai memberikan set menu yang dipesan. Sepeninggal pelayan itu, dia mengajak Alexa untuk duduk karena hidangan sebentar lagi akan datang. Alexa tidak habis pikir bagaimana dan kapan kekasihnya itu melakukan ini semua.
Chris dan Alexa sudah duduk kemudian pintu terbuka, tetapi bukan pelayan yang masuk melainkan grup musik yang disediakan dari restoran tersebut untuk acara seperti ini. Mereka mulai memainkan musik yang mengalun lembut memanjakan telinga mereka. Tak lama, pelayan pun masuk untuk menghidangkan makanan pembuka.
Chris mengikuti mata Alexa berbinar-binar mengikuti makanan yang dihidangkan di depan mereka. Begitu pelayan mempersilakan mereka menikmati, Alexa mengambil sendok untuk mulai menyantap makanan itu. Dia menikmati hari ini, makanan ini, musik ini, dan semuanya. Terima kasih pada Chris yang sudah kembali kepadanya.
“Ehmm, enaknya,” komentar Alexa setelah gigitan pertama.
“Sesuai seleramu?” Alexa mengangguk atas pertanyaannya.
Setelah selesai menyantap, musik berganti dengan yang lebih melo dan tiba-tiba Chris berdiri untuk mengajak Alexa berdansa. Mau tidak mau, Alexa terpaksa mengikutinya karena dia sudah menawarkan tangannya sehingga menunggu Alexa menjabatnya. Mereka berdansa dengan menghabiskan dua lagu.
Setelah itu, pintu terbuka, kali ini pelayan membawa steak sebagai makanan utamanya. Dengan pelayan meletakkan steak di meja, Alexa teralihkan perhatiannya karena bau steaknya sungguh menggoda. Ketika Alexa beranjak untuk kembali duduk, Chris tiba-tiba berlutut dengan kaki satu dan tangannya mengeluarkan sekotak bludru dan dia mengatakan kalimat yang ditunggu.
“Will you marry me?” Chris bertanya dengan keras agar Alexa menoleh.
__ADS_1