Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 46


__ADS_3

Mereka pergi dari restoran itu setelah perut mereka kenyang dan Alexa diantarkan menuju ke kantornya. Setelah itu, mereka pergi menuju ke kantor Chris karena Hector meninggalkan mobil di tempat parkir. Setibanya di kantornya, Hector berpamitan karena ada urusan tiba-tiba sehingga Chris masuk ke kantor sendirian.


Jerry yang melihat hal itu menghampiri sahabatnya di ruangan kerja bertanya tentang kenapa dia kembali ke kantor sendiri.


“Bagaimana perkenalan calon menantu dengan calon mertua?” tanya Jerry ingin tahu.


“Biasa saja. Mereka mulai akrab kok, aku bersyukur karena aku yang tidak pernah mengenal orang tua bertemu dengan salah satunya sekarang. Jadi, aku bahagia membuat Alexa merasakan kasih sayang seorang ayah.” Chris memandang kosong setelah menjawab pertanyaan itu.


“Lalu kapan kalian akan memulai persiapan menikah?”


“Nah, kalo itu aku ikut Alexa saja. ***** bengeknya aku kurang tahu apa yang diingini dia.”


“Hahaha … yang penting transferan lancar ya untuk biayanya.”


“Iya, hahaha ….”


Setelah bercanda sebentar, Jerry keluar dari ruangan Chris dan kembali bekerja. Dia harus menyelesaikan beberapa laporan keuangan yang sebentar lagi akan dia diskusikan bersama pegawai divisi bagian keuangan lainnya. Yang membuat dia malas adalah melihat Annette lagi meski bersama orang lain, tetapi dia tidak ingin satu ruangan dengan Annette.


Jerry sebenarnya tidak membenci Annette seperti yang dia kira. Hanya saja dia lebih menjaga jarak karena tidak ingin hal di masa lalu terjadi di masa kini. Dia ingin menjalani hidupnya dengan tenang tanpa gangguan. Rapat pun dimulai dan mereka berdua terlihat professional di depan para pegawai lainnya. Ketika mereka berinteraksi pun, mereka tidak seperti orang yang saling mengenal satu sama lain.


Setelah rapat mengalami perdebatan antara Jerry dan Annette karena memang ada beberapa poin yang tidak sesuai dengan salah satu pihak. Akhirnya ditemukan jalan tengah setelah mereka berdebat selama hampir 1 jam. Pegawai yang lain melihat hal tersebut memandang kasihan kepada Annette karena memang Jerry akan seperti itu. Apabila ada hal yang tidak berkenan di hatinya, maka akan diminta keterangan hingga pihak lawan menyerah atau dia yang sudah mendapat kepuasan dari jawaban yang diberikan.


Setelah diakhiri, para pegawai mulai keluar dari ruang rapat dan tinggallah dia dan Annette. Karena dia sengaja menunggu waktu untuk mereka berdua dan berbicara dengan gadis itu.


“Anne, aku ingin berbicara denganmu sebentar. Bisa?” tanyanya karena fokus Annette masih kepada laptop di depan.

__ADS_1


“Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Anne mencoba sopan.


“Ah, baiklah jika ini maumu,” ungkap Jerry pelan. “Aku ingin laporan dari hasil rapat hari ini di meja sore ini.”


“Tapi, Pak –,” protes Anne karena dia harus pulang cepat hari ini.


“Alasan apa lagi? Tidak mau lembur? Katanya kamu butuh uang banyak, sudah saya kasih lembur kan!” jawaban Jerry membuat Anne tidak berkutik. “Lagian kan kamu tinggal rangkum apa yang tadi sudah dibicarakan. Apa susahnya!”


“Iya, Pak.” Anne tidak mendengar kata-kata yang lebih menyakitkan lagi dari mulut Jerry.


Anne pun segera meninggalkan ruang rapat karena sudah tidak betah berada di dalam satu ruangan dengan salah satu bosnya itu. Anne keluar tanpa pamit terhadap Jerry yang membuat Jerry semakin kesal pada gadis itu. Padahal gadis itu sudah menuruti permintaannya untuk tidak saling mengenal jika berada di kantor.


Dia memang plinplan padahal itu merupakan permintaannya sendiri pada manajer keuangan itu. Sekarang begitu Anne tidak lagi mengganggunya dia mulai kehilangan. Sendirian di ruang rapat membuatnya merenung apa yang dilakukannya terhadap gadis itu salah?


Malam hari, apartemen Chris.


Terlihat seorang wanita sedang memasak untuk rencana makan malam bersama sang kekasih, melanjutkan obrolan persiapan pernikahan mereka. Karena mereka sama-sama tidak tahu dengan apa yang mereka mau sehingga mereka ingin menyamakan pendapat dulu sebelum memesan wedding organizer (WO).


Alexa melanjutkan memasak hingga setengah jam kemudian saat Chris datang dia sudah selesai masak.


Chris membersihkan terlebih dahulu karena badannya hari ini sungguh melelahkan baginya. Pekerjaan seperti tidak ada habisnya dan hari ini adalah hari terakhirnya bersama Alexa. Karena besok Alexa sudah pindah ke rumah sewanya kembali.


Setelah dia berganti pakaian santainya, mereka mulai memakan hidangan makan malam. Dia sebenarnya bahagia karena ada orang yang memasakkan dia ketika dia berada di rumah. Meski kadang menurut Alexa, rasa masakannya masih lebih enak daripada masakan Alexa. Dengan rencana kepindahan ini, dia akan merindukan Alexa di apartemennya ini.


Selesai mereka makan, gilirannya untuk mencuci piring setelah makan. Mereka pun duduk di ruang tengah untuk melanjutkan pembahasan mereka tentang pernikahan. Chris membawakan camilan dan wine untuk mereka minum sambil berdiskusi.

__ADS_1


“Sudah selesai?” tanya Alexa melihat Chris membawakan camilan.


“Sudah. Makanya membawakan semua ini.” Chris sambil duduk setelah meletakkan minuman dan makanan di meja ruang tengah.


“Bisa ku mulai?” Chris hanya mengangguk dan Alexa melanjutkan, “jadi, aku hari ini melihat WO dan tema pernikahan yang sedang dipilih orang-orang. Aku ingin pernikahan sederhana dihadiri ibu panti dan adik-adik, teman-teman dekat kita. Untuk pegawai Perusahaan lebih baik mereka kita berikan souvenir tanpa harus mereka datang. Karena aku ingin tema wedding intimate.”


“Aku akan menuruti kemauanmu, Sayang. Karena aku juga suka jika terlalu mewah dan ramai. Tetapi jangan lupa, aku akan tetap memberikan pendapatku. Karena aku tidak ingin kamu repot sendiri, ya?”


“Ok.”


“Atau aku bisa membuat Melissa membantumu untuk mencari WO yang bagus dan beberapa pilihan tempat sehingga kamu bisa fokus di gaun pernikahan dan makanan?” Chris menawarkan karena tidak ingin kekasihnya kelelahan.


“Boleh saja, nanti aku akan mengajak Bianca juga untuk menambah saran.” Alexa bahagia dengan Chris yang memberikan supportnya.


“Oke nanti aku akan memberitahu Melissa. Lalu untuk tanggal pernikahan kita jadi kapan?”


“Ah itu, bagaimana jika pertengahan Oktober.”


“Tidak apa-apa, sepertinya saat itu belum banyak jadwal. Jadi, aku bisa cuti lagi.”


“Ok. Tanggal sudah dapat, untuk yang lain akan kubicarakan dengan Bianca dan Melissa setelah pindahan ke rumah. Lalu, untuk tema warna pernikahan ada yang ingin kamu tambahkan?”


Chris melihat temanya berwarna kuning dan pink, tidak lupa sedikit ungu. Lalu, “tambahkan warna hitam atau coklat atau abu-abu boleh. Agar tidak terkesan feminism semua. Hahaha ….”


“Dih, ngledek terus,” ucap Alexa pura-pura merajuk.

__ADS_1


__ADS_2