
Seseorang menerima pesan Chris yang hanya dibacanya tanpa dibalas karena nanti mereka akan bertemu. Siapa lagi yang akan dikenalkan padanya besok karena selama ini dia hanya mengenal Jerry. Dia tidak mempertanyakan hal itu, biarlah menjadi kejutan besok hari.
Dia kembali meneruskan pekerjaannya agar bisa selesai lebih dan seger berjumpa dengan Chris tepat waktu jam pulang kantor. Dia melirik jam dan terlihat masih pukul 2 siang, masih sekitar 3 jam lagi Chris akan menjemputnya. Ah, rasanya ingin membalas pesan tunangannya itu, tetapi dia tidak ingin konsentrasinya terganggu. Tanggungan kerjaannya sangat banyak, apabila dia merencanakan menikah dengan Chris dalam waktu dekat. Maka pekerjaannya akan menjadi lebih berantakan.
Bekerja adalah salah satu hal yang harus dibicarakan nanti dengan Chris. Ingin membentuk rumah tangga seperti apa di bayangan kepala masing-masing pasangan agar tercipta rumah tanggal yang baik. Lebih baik dibicarakan dari awal mengenai hal-hal yang mengganjal di pikiran masing-masing. Belajar untuk mengkomunikasikan dengan baik dari pasangan. Begitulah kata-kata dari buku yang pernah dibaca oleh Alexa.
Alexa mencatat hal-hal yang tadi mengganjal di pikirannya agar tidak lupa nanti saat bertemu dengan Chris. Setelah selesai, dia baru bisa kembali fokus terhadap pekerjaannya. Tidak terasa 3 jam Alexa bekerja hingga Bianca mengetuk pintunya mengatakan jika Chris sudah di lobi.
Mendengar hal itu, Alexa segera berkemas dan mematikan laptopnya untuk segera menemui Chris. Ternyata rindu itu menyenangkan ketika akan bertemu.
“Duluan ya, Bi.” Alexa melambaikan tangan untuk berpamitan kepada Bianca.
“Hati-hati,” balas Bianca.
“Kamu jangan malam-malam pulangnya.”
Dia segera turun dengan lift dan menemui Chris di lobi dan mereka pergi ke tempat di mana mobil Chris diparkirkan. Setelah itu, mereka menuju ke restoran untuk memesan take away makanan untuk dimakan di apartemen. Karena mereka membutuhkan waktu dan tempat yang leluasa dan nyaman untuk membicarakan pernikahan.
Pesanan mereka telah selesai dan bisa diambil, setelah dari sana, mereka segera menuju apartemen. Mereka saling membersihkan diri sebelum mulai makan bersama. Mereka menyantap makanan dengan obrolan random dan bercanda.
30 menit kemudian, ruang tengah sudah bersih dari sisa makanan, hanya tinggal camilan dan minuman ringan untuk mereka membahas hal-hal terkait pernikahan mereka.
“Apa saja yang harus dibahas dalam pernikahan?” Chris bertanya karena memang dia kurang mengerti hal-hal seperti ini.
__ADS_1
“Aku juga kurang tahu. Bagaimana jika kita mencari di mesin pencarian?” Chris hanya mengangguk dan dia berdiri untuk mengambil laptop di kamarnya.
Chris membuka laptopnya dan mulai mengetikkan kata kunci tersebut, “wah, banyak sekali yang perlu dibahas. Bagaimana kalau kita ambil dulu yang penting-penting.”
“Apa saja itu?” Alexa bertanya karena malas melihat laptop di hadapan tunangannya.
“Pertama, visi dan tujuan hidup. Kedua, masalah komunikasi, ketiga bahas keuangan.” Chris menyesap minumannya. “Empat membahas konflik dan penyelesaian, dan terakhir, rencana masa depan. Ayo kita bahas dulu yang masing-masing atau kita tulis dulu yang kita mau nanti akan kita diskusikan yang dirasa kurang cocok.”
“Aku setuju yang kedua aja. Kita berdua tulis dulu semua yang kita mau tentang kelima hal tersebut. Nanti kita akan diskusikan. Aku akan mengambil kertas dan pena.” Gantian Alexa yang berdiri mengambil barang-barang itu.
Salah satu dari mereka pindah ke kamar untuk menulis keinginan sesuai hal-hal yang tadi dibahas. Dua jam kemudian mereka kembali bertemu di ruang tengah dan bertukar kertas yang berisi keinginan mereka. Setelah mereka membaca masing-masing barulah mereka bertukar pendapat.
“Di sini kamu berkata visi dan tujuanmu menikah adalah ingin hidup bersama denganku?” Alexa tersenyum membaca pendapat Chris. “Bagaimana dengan memiliki anak?”
“Sekarang giliranku, tujuanmu menikah denganku adalah untuk berbahagia bersamaku?” Alexa hanya mengangguk dengan tersenyum.
“Sebenarnya, lalu bagaimana jika kita mengalami momen tidak bahagia. Apakah kamu akan pergi?” tanya Chris dengan tutur yang halus.
Alexa mencerna kalimat pertanyaan yang Chris ajukan. “Maksudku bukan seperti itu. Menikah denganmu itu adalah Impianku sejak kecil dan ketika itu terwujud aku sangat berbahagia untuk menjalani apapun denganmu, Chris. Jadi momen apapun yang akan kita hadapi aku tidak akan meninggalkanmu.”
“Baiklah, ada tambahan untuk poin pertama?” lanjut Chris.
“Tidak!” jawab Alexa tegas.
__ADS_1
“Oke. Lanjut ke poin kedua, komunikasi. Kamu menulis apapun harus dibicarakan berdua, tidak boleh mengambil keputusan sendiri kecuali salah satu dari kita tidak bisa memberikan pendapat.” Chris melihat Alexa mengangguk. “Aku hanya menambahkan, apabila salah satu dari kita saat berargumen dan memakai emosi maka harus menenangkan diri dulu sebelum membahas kembali argumen itu.”
“Iya, Sayang, setuju.” Alexa berganti membaca milik Chris. “Kamu memilih semua dikomunikasikan tanpa ada yang disembunyikan. Ini aku juga setuju. Jadi sebelum kita melanjutkan poin ketiga, bagaimana dengan rahasia yang kita miliki.”
“Aku hanya merahasiakan satu hal darimu tetapi besok akan kuceritakan padamu ketika makan siang.”
“Oke, lanjut ke poin 3. Untuk keuangan ini aku ikut sama kamu aja. Sepertinya aku kurang bisa mengelola keuangan.” Alexa sudah memberikan keputusan sehingga tidak dibahas lagi.
“Baik, lanjut point keempat, jika terdapat masalah kalau bisa diselesaikan dalam satu hari. Aku hanya menambahkan seperti point kedua tadi ya.”
“Iya.”
“Poin kelima sekarang, rencana masa depan kita bahas 5 tahun ke depan saja dulu ya. Kamu dulu?”
“Iya, aku dulu. Untuk saat ini aku ingin tetap bekerja karena aku belum ingin sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Untuk anak, aku ingin menunda satu tahun ya. Aku ingin kita menikmati waktu berdua dulu setelah menikah.”
“Baik. Untuk lima tahun ke depan, aku ingin membangun rumah, karena aku tidak ingin selamanya berada di apartemen. Untuk semuanya aku setuju denganmu. Ada yang ingin ditambahkan tidak?” Chris bertanya lagi kepada Alexa.
“Untuk saat ini tidak, nanti kalo ada yang ingin dibahas pasti akan kusampaikan padamu.”
“Baik, kalo begitu kita tidur dan istirahat ya? Kamu jadi minggu ini pulang ke rumah?”
“Iya, kasian rumahku. Masa sewanya sebentar lagi habis. Lho kita jadi lupa mau membahas penikahan!”
__ADS_1
“Ya sudah, lanjut besok saja ya.” Chris mengecup kening Alexa dan dia keluar apartemen untuk menuju ke apartemen Jerry.