Di Balik Sang Ceo

Di Balik Sang Ceo
DBSC 25


__ADS_3

Mereka menoleh ke arah pintu dan terlihat Jerry menampakkan kepalanya saja dan berkata. Alexa sudah takut saja jika Chris yang mendengar.


“Kamu bikin kaget deh, Jer!” protes Alexa.


“Lha kamu lagi bahas apa. Pergerakan siapa? Herman kah?”


“Lho kok jadi bahas orang itu. Kenapa? Sudah ada kabar baik?” Alexa bertanya-tanya.


“Nanti tunggu Chris pulang, sebentar lagi dia sampai. Hari ini tidak bersama seharian. Membuat aku kangen sama Chris.”


“Apaan sih, ah,” gidik Alexa dan Bianca. “Jer, makan dulu sana. Kita sudah makan barusan.”


“Ok, aku mau pulang dulu dan mandi. Nanti balik lagi ya. Tunggu sebentar.” Jerry keluar dari apartemen Chris.


Sepeninggal Jerry, Alexa lega karena bukan Chris yang masuk dan mendengar perkataannya. Mulai sekarang dia akan berhati-hati apalagi jika ada Bianca di sini. Huh, lebih aman mencegah daripada menanggung malu.


Satu jam kemudian, Chris dan Jerry bersamaan masuk ke apartemen Chris. Memang sudah kebiasaan Jerry yang lama jika mandi. Chris lebih memilih mandi di kamarnya saja daripada harus ke apartemen Jerry. Setelah Chris selesai mandi, dia dan Jerry menikmati makan malam yang sudah disediakan oleh Alexa dan Bianca.


“Hem, rasanya enak. Siapa yang masak.”

__ADS_1


“Bianca, kan aku gak bisa dengan kondisi seperti ini. Ledek terus.” Alexa jengkel karena selalu dijahili oleh Chris.


Mereka menyelesaikan makan malam mereka sambil becanda agar mereka rileks setelah seharian bekerja. Setelah makan malam, Jerry membuka pembicaraan atas hasilnya dia ke kantor polisi hari ini di depan Chris, Alexa, dan Bianca.


“Jadi, berkas-berkas yang kubawa hari ini bisa menjadi bukti yang kuat untuk penahanan pak Hendra dan pak Helmi. Untuk pak Anggara hanya dijadikan sebagai saksi terlebih dahulu, hanya untuk diinterogasi masalah rekening Perusahaan saja.”


“Sedangkan untuk pak Herman telah terbukti bahwa dia melakukan penggelapan dana. Nah, untuk bukti invoice yang masih pemrosesan data bisa dijadikan bukti yang pendukung untuk memperkuat.”


Chris menambahkan, “untuk pak Helmi, dia mungkin bisa ikut dihukum tetapi karena dia memiliki surat pernyataan yang dibuat oleh pak Herman dan dia dipaksa tanda tangan surat itu sehingga membuat hukumannya lebih ringan dari pak Herman. Aku sudah berkonsultasi dengan pak Arya.”


Semua menyimak penjelasan Chris dan Jerry karena pada akhirnya pelaku penggelapan dana tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Semoga proses peradilannya bisa cepat dan transparan.


“Wah, aku belum tanya masalah itu karena minggu depan baru pak Herman dan pak Helmi dipanggil polisi.”


“Baiklah, kita harus terus memantau masalah ini agar cepat selesai dan kita bisa menyusun perbaikan untuk FutureCorp.”


Sudah mendekati pukul 10 malam, membuat Chris dan Jerry segera berpamitan untuk pergi beristirahat agar para wanita juga beristirahat. Setelah mereka sampai di lantai apartemen Jerry, mereka memilih langsung masuk kamar masing-masing karena sepanjang hari ini mereka beraktifitas di luar kantor.


Hari ini Alexa sendirian di apartemen karena Bianca sudah kembali ke apartemennya sendiri. Jadi, dia memilih untuk mencurahkan fokus untuk menyelesaikan penyaringan data sehingga bukti-bukti pendukung bisa diserahkan. Dia juga ingin segera fokus untuk proyek-proyek Perusahaan lainnya. Dia sudah bosan hanya berada di dalam ruangan dan tidak bertemu orang lain tetapi memang keadaannya masih lama untuk sembuh.

__ADS_1


Dia tidak sengaja melihat kalender dan terlihat ada gambar lingkaran penanda. Baru dia ingat bahwa besok adalah hari pemeriksaan pertamanya setelah keluar dari rumah sakit. Nanti sore dia akan mengingatkan Chris agar mengantarkannya ke rumah sakit.


Sedangkan Chris dan pak Arya yang saat ini sedang di kantor polisi untuk menyerahkan surat pernyataan pak Helmi dan bersedia bersaksi atas tindakan yang dilakukan oleh pak Herman. Agar hukuman pak Helmi bisa diperingan karena sebenarnya dia adalah korban pak Herman. Chris juga meminta kepada petugas untuk tidak membocorkan masalah ini kepada siapapun. Akan berbahaya untuk pak Helmi jika pak Herman mengetahui hal ini. Informasi dari petugas juga bahwa setelah bukti yang kemarin diberikan oleh Jerry maka besok sudah bisa keluar surat penahanan untuk menangkap pak Herman dan pak Helmi.


***


Keesokan paginya pada pukul 10 pagi, di suatu ruangan Perusahaan, terlihat seorang pria yang sedang mengamati kota dari jendela ruangan yang berada di lantai sepuluh. Dia yakin bahwa dia tidak akan tertangkap dan masih bisa menikmati harta yang selama ini dia gunakan uang penggelapan dana tersebut.


Terdengar suara pintu diketuk dari luar dan dia memindah fokusnya pada pintu tersebut karena biasanya sekretarisnya akan langsung membuka pintu sendiri. Ketika dia membuka pintu itu, terlihat para petugas berwajib menunjukkan surat penangkapan atas dirinya. Dia tergagap dan berteriak-teriak tidak bersalah kepada petugas yang sedang memborgol tangannya. Sekretarisnya yang berada di sana langsung menghubungi pak Anggara setelah pak Herman dibawa pergi oleh petugas.


Pak Anggara yang menerima kabar itu pun juga langsung berdiri dan pergi dari ruang kerjanya dan menuju kantornya dengan cepat. Dia bertanya kepada sekretaris runutan apa yang terjadi dari awal. Dia bercerita ketika datang lima orang petugas untuk bertemu dengan pak Herman sehingga dipersilakan masuk. Tetapi setelah sampai di ruangannya, petugas itu mengeluarkan surat penangkapan dan memborgol serta membawa pak Herman ke kantor polisi. Untuk masalah apa, si sekretaris tidak tahu apa-apa karena bukan dia yang membaca surat itu.


Pak Anggara pun menebak apakah ini perbuatan Chris padahal informasi terakhir yang didapat dari pak Herman adalah mereka kehilangan bukti. Tetapi hanya selisih seminggu saja mereka masih bisa melaporkan pak Herman atas tuduhan itu. Siang itupun, dia pergi menemui Chris di FutureCorp untuk bertanya masalah pak Herman.


Sesampainya di sana, Chris ternyata tidak ada di tempat karena sedang bersama dengan pak Arya di kantor pak Arya. Mereka sedang menyusun untuk mengajukan mempercepat jadwal sidang. Pak Arya kemudian mengusulkan untuk menambahkan kecelakaan Alexa itu diakibatkan oleh pak Herman tetapi memang tidak ada bukti apapun. Chris memberikan usulan apakah bisa jika pak Arya meminta untuk mengakses rekening bank pak Herman. Tujuannya untuk mencari apakah ada nominal besar yang dikeluarkan di tanggal Alexa kecelakaan dan mendapat nama penerima.


Pak Arya menjawab hal itu tidak bisa dilakukan karena jika sudah masuk tahap pemeriksaan oleh petugas maka petugas yang menentukan jadwalnya kapan mengakses rekening bank tersangka. Sedangkan untuk masalah kecelakaan Alexa, karena pak Arya sudah diberikan tanggung jawab untuk menyelidiki kecelakaan oleh Chris. Setelah dilihat dari cctv, hanya terlihat postur bahwa orang tersebut adalah laki-laki. Dari tinggi badan tidak bisa ditebak karena gambar yang didapatkan tidak jelas dikarenakan efek asap dari kecelakaan.


Chris meminta cctv tersebut kepada pak Arya untuk ikut memeriksa, mungkin saja ada yang terlewat oleh pegawai pak Arya. Saat Chris akan keluar, dia tidak sengaja menabrak seorang lelaki berumur di pintu.

__ADS_1


__ADS_2