
Esok paginya, Chris bangun lebih dulu. Dia memandang wajah istri di sampingnya yang masih pulas. Tak bosan-bosannya dia memandang wajah itu, yang setiap hari akan menemaninya sebelum dia berangkat bekerja. Berhubung mereka masih memiliki dua hari cuti, Chris pun akan mengajak Alexa untuk pergi jalan-jalan ke Bandung saja. Wisata ke puncak sebentar saja, melarikan diri dari kesibukan kota Jakarta.
Chris memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena dilihat sudah pukul 8 pagi. Karena semalam mereka benar-benar tidak berhenti hingga pukul 12 malam. Lebih tepatnya dirinya lah yang tidak berhenti mengeksplorasi tubuh istrinya. Jika mengingat hal itu, dia sangat bangga akan dirinya tetapi melihat istrinya terkapar lemas hingga saat ini, dia jadi merasa bersalah.
Setelah mandi, dia pun memutuskan untuk memesan makanan room service saja daripada membawa istrinya turun. Pasti masih sakit di bagian intimnya karena mereka berdua sama-sama pertama kalinya. Alexa akhirnya bangun dengan memutar badannya karena rasanya pegal semua. Dia membuka mata dan melihat Chris yang sudah rapi dengan kaos dan celana santainya. Dia mengerjapkan matanya sambil mengingat dia berada di mana. Lalu dia tanpa sengaja duduk dan mengekspos bagian yang paling disukai Chris.
“Kamu menggodaku lagi, Sayang?” Alexa memperhatikan Chris lalu sadar bahwa hembusan udara dari AC membuat kulitnya meremang.
Dia kemudian menarik selimut menutupi dadanya. “Ih, apaan sih! Sudah ya, gak lagi-lagi. Badanku sakit semua!”
“Iya, gak lagi kok untuk hari ini. Besok aja lagi.” Chris terkekeh mendengar peringatan Alexa. “Ya, sudah, kamu mandi dulu. Aku sudah memesan makanan untuk diantar ke kamar. Lalu nanti kita pergi pukul 12 siang ya.”
“Memang sekarang jam berapa?” Alexa mencari kaos yang kemarin dipakainya.
Kaos yang tergeletak di lantai samping ranjangnya membuatnya harus bangkit dari ranjang. Dia menyeret selimutnya untuk mengambil kaos itu dan tidak ingin membuat Chris untuk menggodanya lagi. Segera dipakainya kaos itu dan dia buru-buru masuk ke kamar mandi dan terlanjur sudah menyalakan shower. Baru dia ingat jika dia tidak membawa apapun, jubah mandinya pun sudah dipakainya kemarin dan tergeletak di lantai. Duh, bagaimana ini. Masak harus keluar pake kaos ini lagi apalagi kaosnya sudah basah, batin Alexa.
Dia pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Sangat lengket efek kemarin bersama dengan Chris. Ketika dia teringat pun, dia menjadi malu bagaimana bisa bersikap seperti semalam. Meski masih sakit di bagian intimnya, terselip rasa bahagia karena sudah menyerahkan pengalaman pertamanya untuk Chris. Ketika sudah selesai, dia pun memanggil Chris untuk meminta tolong diberikan jubah mandi atau baju apapun untuk ganti.
Diketuk pintu kamar mandi itu dan dibukanya pelan dan diintipnya Chris, memastikan dia membawakan apa yang dia minta. Dia melihat suaminya berdiri saja di sana dan sudah membawa jubah mandi itu.
__ADS_1
“Mana jubah mandinya, Chris?” pinta Alexa memelas. “Aku sudah kedinginan ini!”
“Keluarkan tanganmu, Sayang.” Alexa percaya saja untuk mengeluarkan tangannya dari pintu.
Kejadian itu begitu cepat, Chris yang terlihat seperti menyerahkan jubah mandi itu tiba-tiba menarik tangannya sehingga mau tidak mau dia membuka pintu lebih lebar dan keluarlah dia dengan tubuhnya yang polos. Melihat itu Chris segera menarik tengkuk Alexa agar bibirnya dikuasai kembali dan dilumatnya lagi. Chris sungguh tidak bosan untuk selalu mengulum dan ******* bibir kenyal itu lagi dan lagi.
Alexa yang ditarik tak bisa melawan Chris dan hanya bisa pasrah mengikuti tempo ciuman Chris yang begitu menuntut dan membuatnya basah di suatu tempat. Dia pun mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan segera menempelkan badannya yang polos ke badan Chris yang terbalut pakaian itu.
Chris memindahkan mereka ke sofa terdekat dan segera menindih kembali tubuh istrinya yang ditidurkan itu. Dia mencium leher istrinya yang sedang terbuka aksesnya dengan leluasa dijilat dan diciuminya. Kadang juga tercipta bulatan merah-merah sepanjang dia menghisap leher seperti vampir yang sedang kekurangan darah. Apalagi jejak semalam juga masih ada, ditambah sekarang semakin merahlah leher Alexa yang putih itu.
Alexa hanya mengerang dan mendesah karena dia begitu lemah terhadap sentuhan Chris yang sangat membabi buta itu. Tak lama, terdengar bel pintu dari luar membuat Chris mengumpat karena menghentikan aktifitasnya yang sedang ingin menyusu pada dada istrinya. Terlihat ****** itu sangat menggoda, dia pun mengulumnya sebentar sehingga Alexa semakin lemas dan semakin basah. Setelah berbuat seperti itu, dia meninggalkan Alexa dalam keadaan tanggung dan segera menutupi tubuh Alexa dengan jubah mandi yang dibawanya.
Alexa masih tergolek lemas tidak berdaya di sofa itu, mengangkat kaki lebarnya yang dan menggantungkannya di sandaran sofa. Melihat itu, Chris pun melepas kaos dan celana santainya untuk segera melahap istrinya itu. Dia tidak akan melenyapkan kesempatan yang ditawarkan dari istrinya.
Alexa menyambut suaminya ke dalam pelukannya. Dia segera digendong untuk dipindah, tetapi karena dia sudah tidak tahan untuk dimasuki milik suaminya.
“Sayang, di sini saja. Aku sudah tidak tahan, ehm …,” erang Alexa pelan yang buruknya malah memancing Chris.
Chris yang hanya tinggal melepas satu kain yang masih menempel pada tubuhnya itu kembali menindih miliknya pada milik wanitanya. Dan berusaha menekan sebelum nantinya dilepaskan.
__ADS_1
“Kamu mau?” tanya Chris dengan gairah yang ingin meledak
Melihat Alexa hanya pasrah dan mengangguk, dia pun mengubah posisi mereka dengan Alexa duduk di pangkuan dengan kedua kaki berada di sisi paha Chris. Posisi kaki Alexa diangkatnya agar tertekuk ke atas sehingga membuat dia bisa mengakses lebih leluasa dan bebas oleh tangan Chris. Diciumnya dengan ganas dan tengkuk Alexa dipegang oleh tangan Chris yang masih bebas agar ciuman tidak terlepas. Chris melepas sebentar ciuman itu untuk mengambil napas.
“Sayang, bisakah kamu mengangkat pantatmu sebentar agar aku bisa memasukkannya segera?” tanya Chris pelan dipengaruhi gairah.
Alexa mengangkat pantatnya ditopang kedua kakinya yang berada di samping paha Chris. Karena agak oleh akhirnya dia dibantu Chris untuk menyangga dengan suaminya memegang pinggangnya. Kemudian dia menyiapkan adik kecilnya yang sudah membesar itu untuk memasuki lubang miliknya kembali. Dengan posisi duduk seperti itu, membuat Alexa merasakan sesuatu yang penuh masuk dengan memaksa. Dia merasa bahwa lubangnya seperti akan terkoyak karena tusukannya benar-benar penuh.
Wajah Alexa sudah melayang dengan gairah yang dirasakannya. Pelepasan pertama dilepaskan setelah milik Chris memasukinya. Chris berdiam dulu untuk Alexa menyesuaikan miliknya di dalam. Setelah agak lama terjeda, dia menggerakkan pinggulnya dan mengangkat pinggang Alexa untuk ikut bergerak. Alexa yang sudah terbawa nafsu ikut bergerak sesuai irama yang Chris ciptakan. Mereka berciuman kembali dengan sesekali gerakan Chris lebih keras dari bawah. Pelepasan mereka capai kembali dan sesekali terengah-engah karena pergumulan yang dilakukan kali ini lebih panas dari semalam.
Chris menggendong Alexa dengan posisi tetap seperti itu. Dia membawa dan mendudukkan Alexa di meja wastafel sebentar untuk mengisi bathtub dengan air panas. Alexa yang terlepas dari milik Chris merasa hampa.
“Chris …,” desah Alexa yang masih menginginkan penyatuan mereka.
“Sebentar, Sayang. Airnya seben-.” Alexa tidak sabar menunggu Chris.
Dia turun dari meja wastafel dan menyerang Chris dengan menciumnya kembali. Chris yang senang dengan perlakuan itu hanya bisa menyambut kembali. Dia kembali menggendong istrinya untuk melanjutkan sesi bercinta mereka kali ini di dalam bathtub dengan air hangat yang sudah disiapkannya.
Sepertinya rencana ke Bandung hanya tinggal rencana, melihat mereka bercinta tanpa henti saat ini.
__ADS_1