
Sudah tiga minggu berlalu. Babby mulai merasa tidak enak badan. Tubuhnya sering terasa seperti sejuk dan kadang dia merasa seperti kunang kunang.
" ada apa dengan tubuhku... kenapa akhir akhir ini aku sering merasa sangat lemah"gumam Babby yang baru bagun dari tidurnya.
Babby siap siap lalu berangkat bekerja.
*****
Sekarang waktunya makan siang.
"Assalamualaikum tuan Barra. maaf jika sudah lama menunggu. Tadi macet di jalan." sapa Rahardian yang baru tiba di sebuah restoran ruangan vip.
Barra berdiri dari duduknya menyambut tuan Rahardian. " waalaikumsalam tuan Rahardian. Tidak apa. Lagi pula saya baru tiba" kata Barra menjabat tangan Rahardian. Barra melirik anak tiri Rahardian yang mengikutinya. karena tadi Rahardian bertemu dengan anak tirinya di luar restoran, dan dia mengikuti Rahardian ke dalam ruangan Barra.
__ADS_1
hari ini. Ada lah hari pertemuan Rahardian dan Barra setelah di atur oleh Zildan. memang sedikit lambat karena Barra baru pulang dari luar kota. karena ada beberapa masalah di kantor cabang yang membuat dia harus turun tangan.
" ah maaf kan saya tuan Barra. Ini anak saya. Apa tidak apa ada anak saya di sini tuan" kata Rahardian tidak enak, tapi dia juga tidak tahu ingin menegur anak tirinya itu seperti apa.
" kenal kan saya Linda tuan Barra" Linda mengulurkan tangan ingin berjabat dengan Barra. Tapi Barra hanya mengangguk tidak menyambut tangan Linda. Linda tersenyum paksa lalu kembali menarik tangan nya.
Mereka pun duduk dan mulai memesan makan dan minum.
" kita makan dulu tuan Rahardian. "
Mereka pun makan setelah pesanan Mereka tiba. beberapa minit berlalu Akhirnya mereka sudah siap makan.
" baik lah tuan Rahardian. saya langsung saja ke intinya. Saya ingin menikahi putri anda." ujar Barra menatap tuan Rahardian.
__ADS_1
Rahardian kaget dengan niat Barra. Dan juga bingung putri mana yang dia maksud. sebelum tuan Rahardian bertanya Barra sudah lebih dulu memberi tahukan nya.
" putri kandung anda tuan Rahardian " tambah Barra memberi tahu Rahardian. Dan wajah Linda yang tadi sempat tersenyum karena mengira yang di maksud Barra adalah dia. senyuman di wajahnya langsung menghilang.
Dia tidak ada di rumah pun masih juga bisa membuatku iri... Geram Linda yang memang sudah lama iri dengan Babby. karena Linda dengan Babby satu sekolah.
Rahardian tambah di buat kaget saat dengan keinginan Barra. " maksud tuan Barra, khumairah ? " tanya Rahardian memastikan jika dia tidak salah.
" iya, tepat sekali. khairunissa khumairah." mantap Barra.
" maaf kan saya tuan Barra. bukannya saya tidak ingin menerima anda. Tapi bukankah lebih baik jika anda sendiri yang menemui khumairah.. Maaf bukan saya bermaksud mencerita kan masalah keluarga saya pada anda tuan. Tapi khumairah sudah lama pergi dari rumah. Dan khumairah juga mendiami ku karena dia tidak merestui pernikahan ku yang kedua tuan Barra " jalas Rahardian dengan wajah yang menyirat kan kesedihan dan kerinduan dengan anak kesayangannya.
" anda orang tuanya tuan Rahardian. Bukan kah tidak mengapa sedikit memaksanya. Apa anda tidak takut putri anda hidup bebas di luar sana. Apa lagi dia hidup sendiri" Barra sedikit bermain licik agar dia bisa mencapai tujuannya untuk menikahi Babby.
__ADS_1