
Wisnu menyengir.
" ku nikah kan juga kau dengan si Anis nanti" tolak Babby pada Wisnu " pergi, aku tidak terima tamu" oceh Babby pada Wisnu.
" sampai kapan kalian akan berbisik di situ" dingin Barra menatap tajam pada baby dan Wisnu yang saling menolak antara satu sama lain. karena Wisnu tidak mahu pulang.
Babby melototi wisnu. wisnu berdecak lalu pergi dari kontrakan Babby.
Babby membuka pintu kontrakan nya lalu masuk ke dalam bersama Barra
" apa pria itu kekasih mu" tanya Barra duduk di ranjang kecil Babby
Babby menggeleng " hanya teman kerja... " jawab Babby mencari ponsel nya di lemari kainnya.
" mana ponselku" Gumam Babby
" bukan kah kau memiliki kekasih... " tanya Barra lagi.
__ADS_1
Babby terdiam, lalu kembali melanjutkan mencari ponselnya, dia tidak menjawab Barra.
" apa kau cari ini" Barra menggantung ponsel Babby di tangannya. Ponsel Babby ternyata ada di kasurnya.
" iya... Di situ rupanya..." tanpa curiga Babby melangkah mendekati Barra.
Saat tiba di dekat Barra. Barra menarik tubuh Babby dan menindih tubuh nya di kasur.
"arrkkkhhh " teriak Babby karena kaget oleh tindakan Barra." kau mau apa" tanya Babby takut pada Barra.
Barra mendekatkan wajahnya pada wajah Babby. Babby tiba-tiba merasa nyaman dengan aroma tubuh Barra. Babby menutup kelopak matanya menghidu aroma tubuh Barra, yang terasa seperti obat baginya.
tentu saja.... karena kau sedang mengandung anakku. Batin Barra tersenyum tipis menatap wajah cantik Babby.
Barra menyentuh hidung Babby menggunakan hidung nya. Babby langsung tersadar, membuka kelopak matanya dan melihat Barra yang sangat dekat padanya.
" aku sudah lama libur tidak menjamah wanita, bukan kah kau istriku.... Kapan kau akan melayani ku..." ujar Barra dengan suara berbisik
__ADS_1
Babby menelan saliva nya dengan kasar. Libur menjamah wanita, ck ... Dasar hidung belang..batin Babby mengutuk Barra. Tadi nya Babby merasa was was pada Barra, tapi setelah menghidu aroma Barra, rasa ketakutan nya itu menghilang secara tiba-tiba.
" aku lagi datang bulan" bohong Babby menjawab cepat saat Barra sudah mulai menciumi leher jejangnya.
Barra menarik satu sudut bibirnya, lalu mengangkat wajahnya menatap kedua bola mata Babby. Babby memiringkan wajahnya, menghindari tatapan Barra.
" benar kah... Kau benar datang bulan... Kau tidak lagi membohongi ku kan, untuk menghindari ku.... " tentu saja Barra tahu Babby menghindari nya, secara kan Barra tahu jika Babby sedang hamil, mana mungkin dia datang bulan.
" i iya.. Benar" gugup Babby
Barra mengangkat satu tangannya. Babby yang melihat itu reflex bertanya. " ma mau apa..."
" aku ingin memeriksa nya, apa benar kau sedang datang bulan, siapa tahu kau hanya membohongi ku" iseng Barra mengerjai Babby. Tidak tahu sejak kapan Barra pintar mengisengin orang. Mungkin karena ekspresi Babby sangat imut di matanya.
Mata Babby membola mendengar Barra. " jangan! Itu jorok.... " teriak Babby panik menggeleng cepat. Yang benar saja ingin memeriksa milik ku, pria tidak waras, dasar mesum, hidung belang..batin Babby mengutuki Barra.
*
__ADS_1
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌