DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
seperti panda


__ADS_3

Nadin membuka pintu di belakang langsung masuk tanpa permisi kepada kedua pria di kursi depan.


" siapa yang menyuruh mu naik " Zildan memicingkan netra nya pada Nadin.


"kita kan searah om,, ya udah tumpang aja lah" kata Nadin tersenyum cerah pada Zildan


Raka menahan tawa nya mendengar Nadin Memanggil Zildan dengan sebutan 'om' raka juga bekerja di kantor Barra, hanya saja Raka di bahagian kepala pemasaran. Tadi Zildan menghubungi Raka untuk menjemput nya. Raka dan Zildan tinggal di satu apartemen yang sama


" biar saja lah dia ikut Zildan.. Lihat lah hari juga sudah hampir sore " kata Raka pada Zildan yang tidak ingin Nadin ikut.


.


" makasih kak" kata Nadin pada Raka sambil menaik turun kan alisnya ke arah Zildan.


" dasar cabe cabean" gumam Zildan yang melihat tingkah Nadin.


" terima kasih.." sahut Nadin pada gumam Zildan yang dia dengar.


Aneh..batin Zildan


Raka pun menjalan mobilnya

__ADS_1


*****


Malam hari di apartemen Barra


Babby baru membuka mata dari tidur nya. Babby mengedarkan pandangan nya di kamar Barra lalu melangkah membasuh wajah nya dan keluar dari kamar Barra.


mana pria monster itu.batin Babby lalu kembali membalik kan tubuh nya.


" arrkkhhh "teriak Babby saat Barra sudah berdiri di punggung nya.


" kenapa kau teriak teriak." melangkah melewati Babby dan duduk di sofa ruang tengah.


Babby juga menghampiri Barra lalu duduk di sofa dekat Barra. " kak, aku lapar" kata Babby pada Barra


Babby buru buru memeriksa lengan, paha, dan perut nya yang masih rata.


Dasar konyol... Tentu saja perut mu nanti membesar saat bayi ku juga sudah membesar di rahim mu. Batin Barra yang melihat istrinya memeriksa perut nya. Barra menggeleng gadis bodoh. Tambah nya lagi.


" tidak kok kak, aku tidak gemuk" kata Babby pada Barra.


Barra hanya mengangkat bahu acuh pada Babby. Barra dan Babby kembali sama sama terdiam melihat layar televisi

__ADS_1


" kak..... " panggil Babby lagi.


" ada apa."


" aku mau nya makan yang kakak masak saja... Apa boleh " Babby tersenyum lebar pada Barra


Gadis aneh... Baru saja tadi dia terus menangis.. sekarang dia sudah bisa tersenyum lebar seperti itu. Batin Barra lalu berdiri dari duduk nya.


Babby mencekal tangan Barra.


" kakak mau ke mana? " tanya Babby


Barra tidak menjawab Babby. dia melangkah ke dapur lalu mulai mengeluarkan bahan bahan dari kulkas, dan mulai memasak untuk istrinya.


Barra memang pintar memasak. sewaktu Barra belajar di luar Negeri, Barra juga tinggal di apartemen sendiri. Di jarang makan di luar, dan sering masak di apartemen nya saja.


Tapi Semenjak Barra bekerja dia sudah malas memasak sendiri dan sering memesan makanan saja dari luar jika dia di apartemen nya.


Tapi saat Babby menyuruh nya masak. entah mengapa dia sama sekali tidak merasa di repot kan oleh permintaan istri kecilnya itu


***

__ADS_1


Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌


__ADS_2