
Tapi tidak untuk Amar. Amar masih membeku. Dia sangat shock mendengar berita kehamilan istrinya
***
Satu jam berlalu intan mulai membuka kedua bola matanya.
intan sudah di pindahkan ke ruang vip
"kau sudah sadar nak" kata mama intan yang juga sudah datang ke rumah sakit saat tadi Rima besan nya mengajari jika intan masuk rumah sakit
"mama" panggil intan dan mengedarkan pandangan nya di ruang tempat dia berada sekarang.
"bagaimana perasaan mu sayang.. Apa kau sudah baikan" tanya Rima mengusap kepala menatunya.
"iya mi. "jawab intan dengan nada masih lemah.
"kau harus banyak istirahat sayang.. karena saat ini kau sedang jamil." berkata Rima lembut pada menantunya
__ADS_1
Duarrrr
Bak di sambar petir saat intan mendengar berita kehamilannya. intan mengalihkan pandangannya pada suaminya Amar yang duduk di sofa ruangan itu. Amar tidak melihat ke arah intan, Amar hanya diam menatap lantai dan sibuk dengan fikiran nya sendiri
"hay kak intan. Selamat ya" kata Shasya dengan ukiran senyuman indah di wajahnya. Tapi tidak sama seperti hatinya yang terluka semangkin dalam.
"i iya.."lirih intan menahan air matanya.
"aku pamit pulang dulu ya kak intan, Soalnya sudah malam" kata Shasya
intan mengangguk lalu tersenyum pada Shasya. Dita Bima dan juga Firdaus mengucapkan Selamat pada menantu sahabat dekatnya dan juga mama papa intan. mereka tertawa bahagia karena kehamilan intan.
Amar yang juga sudah berdiri di dekat intan, hanya diam menatap pada Shasya di ambang pintu. Amar tidak sadar jika Shasya sedang menangis.
Aku sangat merinduimu Shasya... Kau sudah tidak pernah lagi mampir di bar ku seperti biasa selama aku sudah menikah... Kau menjaga jarak pada ku... Dan itu berhasil membuat aku tertekan. Tuhan... Jika gadis itu memang di ciptakan untuk ku, satu kan lah aku padanya... Maka jika tidak.. hapus lah perasaan ini. Aku lelah berpura pura baik baik saja. Musibah yang datang ini seolah memberiku kembali harapan untuk memilikinya.batin Amar menatap Shasya
*****
__ADS_1
Malam hari di sebuah taman yang sudah di hias dengan sangat indah.... Barra menggenggam tangan Babby lalu membawanya duduk di meja yang sudah di siapkan. Babby mengedar kan pandangannya.
Melihat ukiran bunga di taman. yang tertulis 'I love u khumairah khairunissa' Babby tertawa dia fikir suaminya itu hanya bisa berwajah kaku dan marah saja Ternyata suamunya juga bisa Seromantis saat ini.
Ternyata Barra membuat makan malam spesial bersama isteri nya.
" kenapa kau tertawa sayang. " tanya Barra pada Babby.
" kenapa kau jadi lebay seperti ini sih kak" kata Babby tertawa.
" benarkah" sambil memeluk Babby di sampingnya." dulu kau mengatai ku manekin, tidak romantis, kaku, tembok, kasar,. Saat aku romantis kau mengatai ku lebay... " kata Barra sambil terus menciumi pipi Babby.
"kak aku bukan bayi "tolak Babby pada hidung mancung Barra
"tapi kau sangat comel sayang seperti bayi.. Kau menggukan saiz baju apa sekarang sayang"canda Barra
Babby cemberut. "hampir ke XL "kata Babby malas melihat Barra yang menyindirnya.
__ADS_1
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌