
" Firdaus sudah selesai bunda, Ayah. Firdaus ingin brangkat ke kantor dulu " kata Firdaus berdiri dari duduk nya. Firdaus sudah siap dengan pakaian Dinasnya. Lalu menyalami Ayah bundanya.
Firdaus melangkah keluar dari ruang makan. Dan naik le atas kamar Shasya. Firdaus tahu pasti Shasya sedang menangis. Benar saja, Shasya memang lagi menangis.
"Sha"panggil Firdaus memeluk tubuh adiknya.
"lupakan perasaan mu Sha... Kakak tahu kau sangat mencintai nya. Tapi kalian tidak di takdir kan untuk bersama Sha... Belajar lah menerima kenyataan " kata Firdaus menenangkan adiknya.
"Apa maksud kakak"tanya Shasya. Dia tidak tahu jika kakak nya tahu tentang perasaannya pada Amar
"kakak sudah lama tahu tentang perasaan mu terhadap sahabat kakak Sha..." juga perasaan Amar buat mu...kalian saling mencintai dalam diam. Tapi takdir berkata lain. Sambung Firdaus dalam hati
Firdaus tahu jika Amar juga memiliki rasa pada adiknya. Firdaus sering melihat Amar yang menatap adiknya Shasya. Dan Firdaus sadar jika tatapan Amar lebih dari sekedar mengagumi Shasya
Shasya terdiam mendengar ucapan kakak nya Firdaus yang mengetahui tentang perasaannya.
"ya sudah mari kakak hantar ke sekolah "tawar Firdaus tersenyum manis pada adiknya.
Shasya menggeleng." Tidak kak.. aku bawa mobil sendiri saja..." tolak Shasya halus pada kakanya.
" ya sudah ayo"
Mereka pun berangkat ke tempat masing masing
__ADS_1
****
Di kantor Amar. Amar hanya melamun melihat keluar jendela.
Amar bahkan menyuruh serketaris untuk mengosongkan semua jadwal nya.
Setelah lama melamun Amar mengeluarkan ponsel nya
Drrtt Drrtt Drrtt
Amar menghubungi Nombor Ponsel Barra
" hello " jawab Barra
"kita kumpul malam nanti di tempat biasa" ajak Amar
"ya. Aku tutup."Amar menutup panggilan nya lalu kembali melihat ke arah jendela.
***
Di depan kampus Babby menunggu Barra menjemputnya. Tapi sudah 20 minit berlalu Barra belum juga tiba.
Babby tidak sengaja melihat seorang pria yang menggunakan topi dan kaca mata sambil memerhatikan nya. orang itu sangat mencuriga kan.
__ADS_1
Saat sadar Babby melihat nya. Dia buru buru pergi dari sana. Siapa itu... Mahu apa orang itu di situ. Mengapa aku merasa pria itu menatap ke arah ku.batin Babby.
***
Malam hari di bar Amar.
" ada apa dengan wajah mu... Kau terlihat seperti ada masalah.." tanya Barra pada Amar yang terlihat banyak diam.
Firdaus yang juga ada di sana ikut mengangguk mengiya kan pertanyaan Barra.
"aku tidak apa apa. hanya lelah... banyak kerjaan di kantor akhir akhir ini.." bohong Amar.
"kapan kau juga menikah Fir. tinggal kau dan Faizal yang belum menikah" Amar sengaja mengalih kan pembicaraannya.
" Mungkin Sebentar lagi setelah Shasya menikah."jawab Firdaus
Deg!
Amar kaget mendengar ucapan Firdaus.Shasya ingin menikah.batin Amar.
"kapan Shasya menikah. "tanya Amar menyembunyikan kekhawatiran nya tapi masih terlihat oleh Firdaus. Barra hanya diam dan mendengar saja pembicaraan Amar dan Firdaus.
" kata ayah sebentar lagi anak teman nya datang dari luar Negeri.. Dan ayah menjodoh kan Shasya dengan anak sahabatnya itu"jelas Firdaus.
__ADS_1
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌