DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
pertanyaan Marion pada Barra


__ADS_3

" kakak banyak pekerjaan akhir akhir ini. Bagaimana dengan sekolahmu" tanya Barra sambil melangkah ke bawah dengan Dirra yang menggandeng lengannya.


"baik kak. Bentar lagi aku udah lulus loh kak." ujar Dirra bahagia karena tidak lama lagi sekolahnya akan selesai.


"benar kah. Terus kau mau kuliah di mana" tanya Barra pada adiknya.


" belum tau lagi ini kak. Tapi kalau di luar negeri boleh enggak ya kak? "


" no Dirra... Tidak bisa, tidak ada yang akan menjagamu di sana." Barra memang tidak akan pernah mengijinkan adiknya untuk tinggal jauh darinya dan kedua orang tuanya.


" mana papa" tambah Barra bertanya pada adiknya saat tiba di ruang keluarga.


" papa di sini Barra " kata Marion Dilmar papa Barra yang baru tiba dari kamar bersama istrinya Ghia.

__ADS_1


" kau sudah datang Barra. Mana menantu mama." tanya Ghia saat tidak melihat menantunya.


" ada di kamar ma. sedang tidur" jawab Barra. Barra tidak mungkin memberi tahu pada kedua orang tuanya jika istrinya sedang hamil. Bisa di omelin Barra pada kedua orang tuanya jika tahu Barra menghamili Babby sebelum menikahinya.


" apa istri mu masih sakit Barra" tanya Ghia pada anaknya karena kemarin Barra sudah memberi tahu Ghia jika Babby sakit melalui panggilan telefon.


" ya ma. " jawab Barra singkat.


" kamu sudah membawanya ke dokter? Atau panggil saja dokter Faizal kemari memeriksa istrimu Barra." Marion memberi tahu pada Barra untuk memanggil dokter Faizal, dokter Faizal adalah dokter keluarga Marion.


Marion mengangguk." ngomong ngomong papa penasaran sama kamu Barra. Kenapa tiba tiba kau meminta menikahi anak tuan Rahardian? sepertinya itu bukan dirimu... Apa lagi kau sangat baru mengenalnya bukan? " tanya Marion penuh selidik pada anaknya. karena Marion tahu Barra tidak mungkin langsung semudah itu jatuh cinta pada wanita lain. Apa lagi Marion tahu jika Barra masih menjalin hubungan dengan Celsea.


Marion tidak tahu jika Celsea sudah meninggal kan Barra selama dua tahun..karena Barra tidak pernah cerita pada mereka tentang sikap Celsea. Beda dengan Ghia, Ghia memang dari awal tidak pernah menyukai Celsea. karena menurutnya Celsea sering berpakaian tapi seperti telanjang saja. karena Celsea memang sering mempertontonkan paha mulus serta belahan dada mulusnya.

__ADS_1


" hanya ingin menikah saja pa. Bukan kah papa yang sering meminta aku untuk menikah." Barra tetap tenang menjawab papa nya. karena Barra bukan jenis yang mudah terpancing dengan sesuatu yang mendesak nya.


" Kenapa mesti anak tuan Rahardian? bukannya kau masih memiliki Celsea?" Marion masih tidak puas hati dengan jawapan anak nya. Entah mengapa dia merasa ada yang di tutupi oleh Barra.


" bukan nya mama tidak menyukai Celsea pa. Ya sudah aku nikah saja sama anak tuan Rahardian" jawab Barra masih seperti tadi.


"apaan sih pa, yang penting kan Barra nya sudah menikah. lagi pula mama tidak menyukai wanita ular itu... " sewot Ghia. karena Marion seperti mengintrogasi Barra.


" kakak mau tinggal di sini ya kak?" Tanya Dirra yang dari tadi duduk diam di dekat Barra.


" ya sayang kakakmu akan tinggal di sini sama istrinya. Jadi ada yang nemanin kamu sudah kan. Lagi pula mungkin kalian berdua cocok tu. Usia kalian juga tidak beda jauh kok sayang " Ghia yang menjawab pertanyaan Dirra.


...****************...

__ADS_1


Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌


__ADS_2