DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
Dua perasaan yang tersakiti


__ADS_3

Amar melirik sekilas pada shasya yang sedang meminum jus yang di sedia kan oleh pembantu Rima tadi.


Lalu Melangkah naik ke lantai dua.


Sesampai nya Amar di lantai dua, dia menuju bathroom dan membersihkan tubuhnya. lalu memakai baju santai.


Amar duduk di balkon kamarnya, juga membawa laptop, mengerjakan beberapa pekerjaan nya yang masih belum selesai.


tiba-tiba bola mata Amar tidak sengaja melihat cincin tunangan di jarinya. Amar menghentikan pekerjaan nya lalu menutup laptop. membuka cincin dari jarinya dan termenung menatap cincin itu.


Tidak lama Amar mendengar deru mobil. Amar berdiri dari duduknya dan melihat dari balkon mobil tante Dita dan shasya yang berjalan meninggal kan mension nya. Mereka sudah pamit pulang.


Amar menarik nafas berat. " apa kah aku benar benar akan menikah sebentar lagi.... Aku tidak mencintai intan mi pi, gadis yang ku cintai itu adalah shasya... " gumam Amar sedih.


Amar memang sudah lama menaruh hati pada shasya. Amar jatuh hati pada shasya dari shasya berusia 17 tahun. saat dulu sering menjemput shasya dari sekolah jika Firdaus kakanya shasya keluar kota untuk urusan pekerjaan. dan meminta tolong pada Amar menjemput shasya, jika supir keluarga shasya juga sibuk.

__ADS_1


Mungkin aku harus mengubur perasaanku dalam dalam untuk gadis yang aku cintai, dan harus belajar membuka hati ku untuk intan. Batin Amar menutup kedua bola matanya.


Coba saja gadis yang di jodohkan pada ku itu adalah shasya, aku pasti sangat bahagia.


Amar tidak sadar jika shasya juga mencintainya, Seperti mana dia mencintai shasya.


*****


Di kamar shasya yang baru tiba dari kediaman keluarga Amar langsung berbaring di ranjang dengan hati yang sedih...


Tanpa sadar shasya menjatuh kan kristal bening dari kedua bola matanya. ya tuhan... Kenapa ini begitu sakit.... Sebentar lagi kak Amar akan menikah, Kenapa perasaan ini sangat tidak rela melepas kan nya tuhan... Aku tidak ingin berakhir menyedih kan seperti ini, tapi apa yang harus aku lakukan, aku juga tidak dengan mudah membuang perasaan ini. Bantu aku tuhan, aku tidak berdaya.. Perasaan ini tumbuh semangkin hari semangkin subur. shasya menangis menutup wajah nya dengan bantal.


****


Di mension Barra

__ADS_1


Sekarang sudah menunjuk kan pukul 9 malam. Babby sedang siap siap untuk tidur. Babby melirik Barra yang duduk di sofa sambil sibuk dengan tab nya.


Kenapa dia tidak menikah saja dengan tab nya itu sih... Menyebal kan.


" kak, " panggil Babby.


" hm" tanpa melihat ke arah Babby


Ck. Batin Babby. " kakak tidur saja di sini. Jika tidur di sofa lagi, tubuh mu bisa sakit" kata Babby menyuruh Barra tidur bersama nya, Karena dia kasihan melihat Barra tidur di sofa.


Barra mengangkat wajah nya lalu tersenyum penuh arti pada Babby.


Ada apa dengan senyuman nya.


" kau memberiku lampu hijau?, kau memanggil ku untuk menjamah mu...." Barra berjalan menghampiri Babby.

__ADS_1


Benar dugaan ku... Dia hanya akan berubah manis jika mengungkit soal ranjang... Lihat lah... Bahkan dia tersenyum seperti malaikat.batin Babby yang melihat Barra semangkin mendekat ke arahnya.


*Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌


__ADS_2