
Barra hanya sibuk memain kan rambut istrinya.
" Tuan muda. Ini laporan yang tuan muda minta." kata serketaris Barra lalu melirik Babby dengan pandang mengejek tubuh Babby yang sangat gemuk.
" jaga pandangan mu pada istri ku jika kau masih ingin bekerja di kantorku " Barra menatap dingin pada serketaris nya.
"Ma maaf kan saya tuan muda " gugup serketaris Barra lalu menunduk
" keluar" usir Barra
serketaris Barra langsung melangkah cepat keluar dari ruangan Barra.
Babby menggeleng melihat sikap suaminya yang tetap seperti dulu jika bersama orang lain. Hanya Dengan nya saja Barra bersikap lembut dan sering tertawa.
" kak.. Kita ke rumah mama ya kak, aku kangen sama mama" ajak Babby
Barra mengangguk
***
Di mension Marion
"Assalamualaikum ma. " Salam Babby yang melihat Ghia sedang masak dan para koki dan pelayan hanya berdiri menunggu perintah Ghia. Ghia melarang Mereka membantunya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam sayang kau sudah tiba nak" lembut Ghia memeluk menantu kesayangannya. karena memang Ghia sangat menyayangi Babby. Apa lagi Ghia tahu jika Babby sudah tidak memiliki ibu. Dia menyama rata kan kasih sayang pada menantu dan anak anaknya
" ya ma. Babby bantu mama masak ya"tawar Babby
"tidak sayang.. Pergi lah sama suamimu sebentar lagi mama siap masak nya."tolak Ghia karena usia kandungan Babby sudah jalan tiga bulan. Dia tidak ingin menantu nya itu kelelahan
"baik lah ma. Babby keluar dulu ya." Ghia tersenyum lalu mengangguk
****
" kakak ipar ku yang comel.. Kapan kakak tiba" kata Dirra yang baru dari kamar dan langsung memeluk dan mencium pipi chubby Babby.
" baru saja. Kau dari mana kok baru Kelihatan " tanya Babby
" mengeram di kamar kak" ujar Dirra lalu tertawa.
Barra mengangkat satu alisnya. Dia tahu Pasti Dirra ada mahunya" ada apa... " tanya Barra yang tahu sikap adik manjanya.
"kak Barra... Bentar lagi, aku ujian akhir loh kak." lembut Dirra
"jadi"
Dirra cemberut "kok cuma jadi sih kak" kata Dirra
__ADS_1
"terus... Mahu nya seperti apa" tanya Barra
" tanya kek, aku mahu kuliah nya di mana"ujar Dirra
"ujung ujung nya juga ke sana arah pembicaraan nya." sahut Marion yang juga ada di sana.
"tidak Dirra... Kau tetap kuliah di sini" ujar Barra
"kakak enggak asik... Aku mahu nikah aja sekarang, lalu meminta pada suamiku untuk belajar di luar negeri " ujar Dirra yang marah marah sendiri
" memang ada gitu yang mahu nikah sama cewek jadi jadian kayak kamu Dirra " ujar Ghia yang baru dari dapur dan mendudukkan tubuhnya dekat menantu nya.
"gini gini aku itu idola nya kelas loh ma.. " jawab Dirra dengan pedenya
"bangun dari mimpinya."kata Barra menepuk nepuk pipi adiknya
"apaan sih kak. Ma, aku ajak aja kak Firdaus menikah ya, jadi aku bisa belajar di luar negeri ma" kata Dirra menaik turun kan alisnya lalu tersenyum lebar.
"memang Firdaus mahu sama kamu yang cempreng kayak gitu. Kalau mama jadi Firdaus sih ogah" canda Ghia pada anak gadis nya.
"nanti kau di jambak habis habisan dengan buk Dosen Milda "sambung Marion ikut bercanda
Lalu mereka berempat tertawa. Dan Dirra jadi kembali cemberut
__ADS_1
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. .😘😘✌